Monday , 24 July 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Penanganan Pertama Pada Anak Demam

Penanganan Pertama Pada Anak Demam

Penanganan Pertama Pada Anak Demam

Penanganan Pertama Pada Anak Demam

Penanganan Pertama Pada Anak Demam

Penanganan Pertama Pada Anak Demam – Demam merupakan kondisi yang dapat dialami oleh siapa saja termasuk juga dapat terjadi pada anak-anak. Beberapa orang tua sering kali merasa kebingungan ketika mendapati anaknya mengalami peningkaan suhu tubuh (demam). Kecemasan yang dialami oleh para orang tua akan menimbulkan beberapa tindakan yang berlebihan dalam penanganan demam terhadap anak mereka. Padahal demam merupakan salah suatu mekanisme yang terjadi di dalam tubuh dalam mengatasi infeksi.

Terjadinya demam pada anak tidak membahayakan asalkan tidak menimbulkan dehidrasi (kekurangan cairan tubuh), kesadaran menurun ataupun terjadi kejang. Demam dapat juga sebagai tanda pertahananan tubuh yang terjadi dikarenakan adanya benda asing dalam sistem tubuh, misalnya saja ketika anak anda mengalami demam setelah diberikan imunisasi. Dalam hal Ini merupakan kondisi yang tidak memerlukan penanganan medis. Selain itu terjadinya demam dapat juga disebabkan karena adanya virus yang masuk ke dalam tubuh sehingga pada kondisi ini perlu pengobatan dengan menggunakan antibiotika. Anda tidak perlu cemas atau panic ketika mendapati anak dalam keadaan demam, hal pertama kali yang harus anda ketahui adalah penyebab terjadinya demam pada anak. Tindakan penanganan yang berlebihan terhadap demam anak, misalnya saja anda langsung memberikan obat antibiotika dan langsung melakukan cek laboratorium darah justru sering kali merugikan anak dibandingan dengan menghilangkan dulu demam pada anak.

Beberapa langkah ini bisa dilakukan saat  terjadi demam pada anak:
1.    Amati dan pikirkan penyebab terjadinya demam pada anak
Demam pada anak bila disertai dengan adanya batuk pilek, Anda pun dapat merasa lega karena jelas penyebabnya adalah ISPA (infeksi saluran pernapasan atas).
2.    Amati tanda kegawatdaruratan demam
Tanda kegawatdaruratan demam misalnya, terjadi penurunan kesadaran (perilaku anak  merupakan salah satu parameter yang kuat untuk menentukan ada tidaknya kegawatdaruratan), dehidrasi (kekurangan cairan tubuh), kejang, sesak napas, dan munculnya sakit kepala hebat (pada anak yang sudah bisa menyampaikan keluhannya).
3.    Pemberian cairan lebih banyak
Berikan cairan lebih banyak dari biasanya, karena kebutuhan cairan akan meningkat pada saat terjadi demam. Demam dapat meningkatkan risiko terjadinya dehidrasi (kekurangan cairan tubuh), padahal dalam keadaan dehidrasi akan membuat suhu tubuh lebih meningkat lagi. Saat anak sakit, wajar saja jika selera makan anak menurun. Jadi, coba tawarkan makanan ringan, yang terasa segar, rasanya enak, dan tampilannya pun menarik. Pada kondisi anak demam makan tidak harus nasi, boleh saja anak megkonsumsi makanan lain, misalkan roti atau makanan lain yang disukai anak. Jangan galau juga begitu anak menolak makan. Yang terpenting pada saat anak demam adalah asupan cairannya.
4.    Beri obat demam
Beri obat demam bila diperlukan. Obat demam tidak menyembuhkan penyebab demam, melainkan agar anak merasa agak nyaman (karena efek dari pain killer-nya) dan untuk menurunkan suhu 1 atau 2°C. Obat demam dapat diberikan saat anak sangat rewel karena merasa tidak nyaman atau pada saat suhu tinggi (sedikitnya suhu di atas 37,5°C). Dengan pemberian atau tanpa diberikan obat demam, suhu tubuh akan naik turun sesuai dengan siklusnya.
5.    Kompres dengan air hangat
Terkadang  bila suhu sangat tinggi, anak akan merasa sangat tidak nyaman. Anda bisa mencoba menurunkan suhu tubuh dengan menyeka tubuh anak atau memberikan kompres dengan handuk yang sudah dibasahi air hangat. Dengan kompres menggunakan air dingin sejenak seolah menurunkan suhu tubuh, namun itu dapat membuat anak menggigil tak nyaman, kompres dingin justru dapat meningkatkan suhu tubuh. Mengapa? Karena pada saat dikompres dingin, informasi yang diperoleh tubuh ialah di luar suhu dingin. Secara otomatis termostat pusat pengatur suhu tubuh di otak akan meningkatkan suhu tubuh agar tubuh tidak kedinginan. Hindari menggunakan alcohol, alkohol akan berbahaya karena uapnya berdampak buruk ketika terhirup oleh anak. Anda juga dapat menggunakan plaster kompres yang sering kali banyak ditemui dipasaran.
6.    Selalu periksa suhu tubuh
Selalu periksa suhu tubuh anak, anda dapat mengontrol suhu tubuh anak dengan melakukan pengecekan suhu menggunakan termometer, suhu normal pada anak berkisar antara 36-37,5°C,sehingga apabila anak anda memiliki suhu tubuh yang lebih tinggi 37,5°C maka dapat anda berikan terapi ringan terlebih dahulu, misalnya dengan banyak minum air putih.
7.    Penanganan oleh dokter
Penanganan dokter, apabila anak anda demam suhu tubuhnya melebihi 37,5°C sebaiknya segera diperiksakan ke dokter anak. Selain itu jika anak demam dengan kondisi urinnya kental dan kakinya sering menggerak-gerakan, salah satu penyebabnya bisa karena infeksi saluran kemih, atau jika anak demam yang tidak kunjung turun selama 3 hari lebih disertai dengan mimisan atau bintik kemerahan,sebaiknya segera bawa anak anda ke dokter untuk melakukan pemeriksaan kesehatan.

About novi iin safitriani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates