Monday , 23 October 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Dosis dan Efek Samping Suplemen Kolagen

Dosis dan Efek Samping Suplemen Kolagen

Dosis dan Efek Samping Suplemen Kolagen

Dosis dan Efek Samping Suplemen Kolagen

Dosis dan Efek Samping Suplemen Kolagen

Dosis dan Efek Samping Suplemen Kolagen – Suplemen kolagen direkomendasikan untuk orang yang mengalami masalah kulit dan kondisi lain seperti bibir tipis, pipi kendur, atau keriput. Kolagen sintetis dibuat dari ayam, sapi dan hewan laut. Dosis dari suplemen ini ditentukan oleh faktor usia dan kesehatan. Suplemen kolagen dijual dalam bentuk kapsul, pil, krim dan suntikan. Kolagen dalam bentuk pil atau kapsul direkomendasikan 2 kali saat perut kosong sesudah makan. Setelah makan berat, disarankan mengambil kapsul kolagen 3-4 jam setelah makan. Kolagen harus tinggal lama di dalam perut agar berfungsi efektif. Dokter mungkin menyuntikkan satu botol (sekitar 100 ml) kolagen 2 kali dalam seminggu. Krim dapat dioleskan sesuai yang direkomendasikan pada daerah yang diperlukan.

Terdapat sejumlah manfaat suplemen kolagen, namun kasus reaksi alergi mungkin terjadi. Efek samping bervariasi sesuai dengan jenis suplemen kolagen yang diberikan. Alasan utama terjadinya efek samping adalah ketika tubuh menolak suplemen kolagen karena melebihi dosis yang dianjurkan. Berikut ini adalah berbagai efek samping suplemen kolagen, antara lain:

1. Salah satu efek samping akibat konsumsi suplemen kolagen adalah reaksi alergi. Gejalanya meliputi timbulnya ruam kulit, kesulitan bernafas, , mual dan muntah,  turunnya tekanan darah serta bisul.

2. Sebagian orang mungkin juga menderita sensitivitas makanan, apalagi jika mengkonsumsi suplemen kolagen oral. Karena sebagian suplemen terbuat dari produk ayam atau sapi, seseorang mungkin mengalami sensitivitas terhadap produk tersebut.

3. Tablet kolagen dapat meninggalkan rasa tidak enak di mulut. Penggunaan jangka panjang menyebabkan pembentukan lapisan pada lidah yang mengubah kepekaan rasa dan memicu bau mulut.

4. Suntik kolagen juga memiliki risiko. Tempat suntikan dapat terinfeksi ketika menggunakan jarum suntik yang tidak steril. Memar dan pigmentasi kulit bisa berlangsung lebih dari seminggu mungkin teramati di tempat suntikan. Jaringan parut permanen dapat terjadi jika memar tidak segera ditangani.

5. Komplikasi paling parah penggunaan kolagen adalah terjadinya nekrosis kulit. Hal ini merupakan kondisi serius di mana tidak terdapat suplai darah yang memadai ke jaringan. Pada kasus ekstrim, sel-sel kulit akan mati karena tidak mendapat sirkulasi darah.

6. Orang yang menderita gangguan autoimun harus menghindari konsumsi suplemen kolagen dalam bentuk apapun. Hal ini berlaku untuk orang yang menderita herpes simpleks. Pada kasus tersebut, tubuh memperlakukan kolagen sebagai zat asing dan cenderung menolaknya, dikhawatirkan akan memicu reaksi alergi seperti pembengkakan pada wajah dan ekstremitas.

7. Komplikasi lain mengkonsmsi suplemen kolagen termasuk ritme abnormal jantung, sembelit, hiperkalsemia, kelemahan tubuh, nyeri otot dan nyeri pada sendi.

About deden sofwan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates