Monday , 23 October 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Faktor Penyebab Penuaan Dini pada Kulit

Faktor Penyebab Penuaan Dini pada Kulit

Faktor Penyebab Penuaan Dini pada Kulit

Faktor Penyebab Penuaan Dini pada Kulit

Faktor Penyebab Penuaan Dini pada Kulit

Faktor Penyebab Penuaan Dini pada Kulit – Penuaan merupakan proses alami yang tidak bisa dihindari. Pertambahan usia seringkali diiringi oleh perubahan-perubahan fisik. Yang patut diwaspadai adalah jika gejala-gejala penuaan mulai tampak meski masih menginjak usia 20 tahunan, alias penuaan dini. Selain proses alami yang disebabkan faktor internal, faktor eksternal juga berkontribusi mempercepat penuaan dini.

Berikut ini faktor-faktor penyebab penuaan dini pada kulit, diantaranya:

1. Radiasi ultra violet (photoaging)
Tanpa perlindungan, paparan sinar UV berulang selama bertahun-tahun menyebabkan kulit kehilangan kemampuannya untuk memperbaiki diri. Studi ilmiah menyatakan bahwa paparan sinar UV kronis memecah kolagen dan menghambat proses sintesis kolagen baru. Kolagen diperlukan untuk menjaga fleksibilitas dan struktur kulit. Produksi kolagen akan berkurang sekitar 1% setiap tahunnya setelah menginjak usia 20 tahun. Sinar UV merusak elastin yang berfungsi mempertahankan kekenyalan kulit. Akibatnya, kulit mengendur dan timbul kerutan serta garis-garis halus lebih cepat. Pada lapisan epidermis, sinar UV menyebabkan penurunan kapasitas antioksidan seperti vitamin E dan vitamin C yang berimbas pada penurunan sistem pertahanan internal.

2. Rokok
Penelitian membuktikan bahwa merokok merusak kulit melalui beberapa mekanisme. Perokok yang merokok lebih dari 10 batang sehari selama 10 tahun rentan mengalami kerutan pada kulitnya. Studi lain tahun 2002 mengungkap bahwa keriput mulai terlihat melalui mikroskop pada perokok di usia 20 tahun. Dikarenakan merokok menyebabkan perubahan biokimia yang dapat mempercepat proses penuaan alami. Pada tingkat molekural, rokok menghasilkan tekanan oksidatif, mengacaukan sirkulasi, serta memicu kerusakan DNA. Akibatnya, warna kulit tidak rata, kerutan meningkat, kulit tampak kering, kusam, dan rapuh. Gangguan ini bisa hidindari dengan berhenti merokok. Penelitian tahun 2010 menunjukkan bahwa tampilan kulit yang lebih muda sudah bisa diamati dalam waktu 9 bulan setelah berhenti merokok. Mereka mengalami peningkatan warna kulit dan pengurangan kerutan pada wajah.

3. Ekspresi wajah
Gerakan berulang pada wajah dapat menimbulkan garis-garis halus dan kerutan. Saat menggunakan otot wajah, ada lekukan yang terbentuk di bawah permukaan kulit. Ketika usia bertambah, elastisitas kulit berkurang sehingga kemampuan mengembalikan lekukan tersebut ke posisi semula berkurang. Lekukan bisa terbentuk secara permanen dan menimbulkan kerutan.

4. Posisi tidur
Tidur dengan posisi tertentu secara terus-menerus dapat menimbulkan kerutan. Wanita yang tidur dengan posisi menyamping mendapati garis-garis halus di pipi dan dagunya. Pria mengalami kerutan di dahi karena tidur tengkurap di bantal. Posisi yang paling disarankan adalah terlentang karena kulit tidak tertekan oleh bantal dan gravitasi turut menarik kulit ke bawah.

5. Polusi
Studi epidemilogi menyatakan kaitan antara kadar polusi dengan rendahnya tingkat kesehatan. Beberapa studi terbaru mengungkap ada kaitan antara partikel polusi dengan penuaan dini pada kulit. Nanopartikel dari polusi diduga menyebabkan tekanan oksidatif, merusak jaringan kulit, merusak kolagen shingga kulit tidak mempertahankan strukturnya. Racun dari polusi dapat menyumbat pori-pori dan menghalangi sirkulasi sehingga kulit terlihat kering, kusam, dan berjerawat. Sebanyak 93 penduduk di Kota Meksiko diketahui mengalami penurunan jumlah vitamin E dan squalene dibandingkan yang tinggal di daerah pedesaan.

About deden sofwan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates