Wednesday , 26 July 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Gejala dan Penanganan Intoleransi Karbohidrat Kompleks

Gejala dan Penanganan Intoleransi Karbohidrat Kompleks

Gejala dan Penanganan Intoleransi Karbohidrat Kompleks

Gejala dan Penanganan Intoleransi Karbohidrat Kompleks

Gejala dan Penanganan Intoleransi Karbohidrat Kompleks

Gejala dan Penanganan Intoleransi Karbohidrat Kompleks – Karbohidrat kompleks menjadi bagian utama dari asupan makanan sehari-hari dan diperlukan untuk mencapai diet seimbangdan sehat. Namun, ternyata ada sebagian orang yang menderita kondisi yang dikenal sebagai ‘Intoleransi Karbohidrat Kompleks’ (IKK). Orang yang mengalami kondisi ini tidak dapat mentolerir konsumsi karbohidrat kompleks karena sistem pencernaannya tidak mampu mencerna secara efisien. Statistik menunjukkan hampir 3% populasi menderita Intoleransi Karbohidrat Kompleks. Intoleransi karbohidrat kompleks terjadi karena tidak ada atau kurang enzim usus yang dikenal sebagai alpha-galaktosidase yang memiliki peran dalam mencerna karbohidrat kompleks. Enzim ini membantu dalam memecah karbohidrat di usus kecil sehingga dapat disalurkan ke usus besar untuk pencernaan selanjutnya. Namun, akibat gangguan ini, karbohidrat akan ditransfer ke usus besar tanpa dipecah terlebih dulu sehingga timbul gejala intoleransi karbohidrat kompleks dan mengakibatkan ketidaknyamanan.

Karbohidrat kompleks lebih sulit dipecah dibandingkan karbohidrat sederhana karena struktur molekul yang lebih rumit. Karbohidrat sederhana hanya memiliki satu atau dua molekul gula, sementara karbohidrat kompleks terdiri dari lebih tiga molekul gula sehingga lebih sulit dipecah dan dicerna. Berikut ini adalah gejala intoleransi karbohidrat kompleks yang sering teramati:

1. Pembentukan Gas
Karbohidrat kompleks akan langsung dialihkan ke usus besar dikarenakan usus kecil tidak mampu mencernanya. Konsekuensinya, terjadi pembentukan gas akibat fermentasi. Walaupun gejala ini tidak menyakitkan, buang gas di tempat umum tentu akan sangat memalukan.

2. Kram dan Nyeri Perut
Nyeri perut adalah salah satu tanda paling umum dari intoleransi karbohidrat kompleks. Nyeri timbul akibat terbentuknya gas di usus yang kemudian menekan dan mennimbulkan nyeri perut. Pergerakan gas di seluruh sistem pencernaan bisa memicu rasa sakit dan ketidaknyamanan di perut.

3. Kembung
Gejala lain dari intoleransi karbohidrat kompleks adalah kembung pada perut. Perut kembung akan memicu perasaan tidak nyaman dan sensasi penuh pada perut bagian bawah perut.

4. Bersendawa
Meskipun gejala ini jarang timbul, bersendawa merupakan salah satu penanda hadirnya kondisi ini. Penyebabnya adalah akibat pembentukan gas dalam perut yang berusaha melepaskan diri.

5. Diare
Dalam kondisi yang lebih parah lagi, penderita mungkin mengalami diare yang membutuhkan perhatian medis segera.

Anda mungkin harus memeriksakan diri ke dokter untuk memastikan ada atau tidaknya kondisi ini. Gejala intoleransi karbohidrat kompleks dapat membingungkan karena mirip dengan kondisi kesehatan lain. Cara terbaik untuk mengobati intoleransi karbohidrat kompleks yakni dengan menghindari asupan karbohidrat kompleks secara berlebih. Sebagai gantinya, penderita disarankan mengkonsumsi karbohidrat sederhana yang mudah dicerna oleh tubuh dibandingkan dengan karbohidrat kompleks. Obat untuk meredakan sakit perut dan perut kembung bisa pula diresepkan untuk meredakan ketidaknyaman akibat intoleransi karbohidrat kompleks.

About deden sofwan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates