Wednesday , 29 March 2017
Home » Info Kesehatan » Gejala Penyebab dan Penanganan Borderline Personality Disorder (BPD)

Gejala Penyebab dan Penanganan Borderline Personality Disorder (BPD)

Gejala Penyebab dan Penanganan Borderline Personality Disorder (BPD)

Gejala Penyebab dan Penanganan Borderline Personality Disorder (BPD)

Gejala Penyebab dan Penanganan Borderline Personality Disorder (BPD)

Gejala Penyebab dan Penanganan Borderline Personality Disorder (BPD) – Borderline personality disorder merupakan salah satu kondisi psikologis yang termasuk dalam gangguan kepribadian. BPD diakui oleh American Psychiatric Association. Gangguan kepribadian adalah kondisi psikologis yang muncul pada usia remaja atau dewasa awal, yang berkelanjutan secara terus-menerus selama bertahun-tahun dan menimbulkan banyak penderitaan. Gangguan kepribadian sering mengganggu kemampuan seseorang untuk menikmati hidup atau mencapai pemenuhan dalam hubungan, pekerjaan, dan sekolah. BPD berhubungan dengan masalah tertentu dalam hubungan interpersonal, citra diri, emosi, perilaku, serta pola pikir.

1. Hubungan
Orang dengan BPD memiliki masalah hubungan yang ditandai dengan banyak konflik, argumen, dan pemutusan hubungan. BPD berhubungan dengan sensitivitas yang kuat terhadap pengabaian, meliputi rasa takut ditinggalkan oleh orang yang dicintai dan berupaya menghindari kenyataan.

2. Citra Diri
Orang dengan BPD mengalami kesulitan terhadap stabilitas diri. Banyak laporan menunjukkan penderita mengalami “pasang surut” perasaan saat menilai diri mereka sendiri. Suatu saat citra diri mereka positif, namun di kesempatan lain mereka menganggap diri mereka buruk.

3. Emosi
Ketidakstabilan emosional adalah ciri kunci dari BPD. Orang dengan BPD mengatakan bahwa mereka seolah-olah berada di sebuah roller coaster emosi, mengalami perubahan suasana hati yang sangat cepat. Hanya dalam hitungan menit, suasana hati berubah secara ekstrem, misalnya dari senang tiba-tiba menjadi sedih. Orang dengan BPD juga mengalami perasaan marah yang intens dan kehampaan.

4. Perilaku
Orang dengan BPD kecenderungan terlibat dalam perilaku berisiko dan impulsif, seperti minum alkohol secara berlebihan, menyalahgunakan narkoba, terlibat seks bebas, atau makan berlebihan (binge eating). Selain itu, orang dengan BPD lebih rentan terhadap perilaku melukai diri sendiri.

5. Perubahan Pola Pikir terkait Stres
Dalam kondisi stres, orang dengan BPD mengalami perubahan dalam pemikiran, termasuk pikiran paranoid atau disosiasi (mati rasa).

Seperti kebanyakan gangguan psikologis lain, penyebab pasti BPD tidak diketahui. Namun, penelitian yang menunjukkan bahwa beberapa kombinasi alami dan nurture turut berperan. Penelitian menunjukkan banyak orang dengan BPD mengalami pelecehan atau ditelantarkan saat masih anak-anak, bahkan dipisahkan dari pengasuh mereka pada usia dini. Kondisi di atas tidak bisa menjadi patokan seorang individu mengalami BPD. Genetik dan perbedaan struktur serta fungsi otak juga turut berkontribusi terhadap BPD.

Walaupun awalnya para ahli mengatakan BPD tidak memberikan respons terhadap pengobatan, namun hasil penelitian saat ini menunjukkan bahwa BPD sangat mungkin untuk diobati. Terdapat berbagai jenis perawatan untuk menangani BPD, baik yang dilakukan di rumah (rawat jalan) atau di rumah sakit. BPD biasanya diobati dengan memberikan kombinasi obat-obatan dan psikoterapi. Rawat Inap atau pengobatan intensif mungkin diperlukan saat kondisi kritis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates