Thursday , 21 September 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Kenali Kejang Demam Pada Anak dan Pahami Tindakan Pertolongannya

Kenali Kejang Demam Pada Anak dan Pahami Tindakan Pertolongannya

Kenali Kejang Demam Pada Anak dan Pahami Tindakan Pertolongannya

Kenali Kejang Demam Pada Anak dan Pahami Tindakan Pertolongannya

Kenali Kejang Demam Pada Anak dan Pahami Tindakan Pertolongannya

Kenali Kejang Demam Pada Anak dan Pahami Tindakan Pertolongannya – Kejadian Kejang demam pada anak merupakan salah satu hal yang paling sering ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Pernahkah anda melihat anak yang sedang mengalami kejang? Kejang demam atau step adalah terjadinya kejang yang disebabkan oleh hipertermia atau suhu badan yang tinggi (> 38 derajat celcius), ini tergantung toleransi masing – masing anak terhadap demam. Sebenarnya kondisi seperti ini cukup umum terjadi pada anak-anak, terutama pada anak usia 6 bulan sampai 5 tahun. Namun meskipun demikian terjadinya kejang demam pada anak perlu di waspadai, selain membuat orang tua merasa cemas juga ditakutkan adanya masalah kesehatan pada anak akibat terjadinya kejang demam.

Penyebab Kejang Pada Anak:

Kejang demam terjadi karena adanya gangguan aktivitas listrik di otak oleh suhu tubuh yang tinggi. Kejang demam merupakan salah satu tanda pertama penyakit. Sekalipun demam bukanlah satu-satunya penyebab terjadinya kejang, akan tetapi kejang yang disebabkan oleh demam atau kejang demam penyebab utamanya ialah demam yang diakibatkan oleh infeksi virus. Berikut beberapa penyebab kejang demam:

1.    Faktor keturunan

2.    Batuk-pilek

3.    Radang tenggorokan

4.    Infeksi telinga

5.    Trauma saat lahir

6.    Trauma kepala

7.    Infeksi atau radang otak

8.    Tumor otak

9.    Perdarahan otak

10.    Kelainan bawaan pada otak atau susunan syaraf pusat

11.    Gangguan metabolism dan elektrolit

12.    Reaksi alergi

13.    Keracunan obat atau bahan kimia

Ciri-Ciri Kejang:

1.    Kedua tangan dan kaki terjadi kekakuan disertai gerakan

2.    Gerakan kejut

3.    Bola mata terbalik ke atas

4.    Gigi terkatup

5.    Kadang disertai muntah dan henti nafas sejenak

6.    Pada kasus berat, disertai tak sadarkan diri

7.    Intensitas waktu kejang bervariasi , dari beberapa detik sampai puluhan menit

Bahaya Kejang Demam Pada Anak:

Pada umumnya, kejang yang terjadi dalam waktu singkat tidaklah berbahaya. Namun, harus diwaspadai bila kejang berlangsung lama (lebih dari 5 menit) dan frekuensinya sering berulang. Karena setiap kali kejang dapat menyebabkan kerusakan sel-sel otak akibat kekurangan oksigen di dalam otak. Sehingga, semakin lama durasi kejang dan semakin sering frekuensi kejang terjadi, sel-sel otak yang rusak akan semakin banyak pula.

Apa Yang Harus Dilakukan Jika Terjadi Kejang:

1. Rebahkan anak di lantai atau matras yang beralas lembut. Jangan merebahkan anak di ranjang yang sempit yang dapat berisiko anak terjatuh, sambil ukur suhu anak dengan thermometer bila tersedia thermometer di rumah.

2.    Jika anak mulai muntah atau ada banyak air liur di mulutnya, dengan pelan-pelan posisikan miring tubuhnya agar anak tidak tersedak dan untuk menghindari terjadinya sumbatan jalan nafas.

3.    Longgarkan pakaian yang ketat, terutama di area sekitar leher, dan dada.

4.    Singkirkan benda-benda berbahaya yang dapat melukai anak.

5.    Jangan menahan gerakan anak selama terjadi kejang.

6.    Jangan meletakkan benda apa pun ke dalam mulutnya, karena berisiko merusak gigi dan cedera mulut lain.

7.    Tetaplah tenang. Kejang akan berhenti sendiri dalam beberapa menit.

8.    Fokuskan perhatian untuk menurunkan demamnya.

9.    Jangan beri minuman ataupun makanan segera setelah berhenti kejang, tunggu beberapa saat setelah anak benar- benar sadar penuh untuk menghindari terjadinya tersedak.

Cara Menurunkan Suhunya (Demam):

1.    Bila ada, masukkan diazepam dalam bentuk suppositoria ke dalam anus anak untuk mempercepat turunnya demam, karena pada saat kejang tidak memungkinkan anak untuk minum obat penurun panas.

2.    Kompres di bagian ketiak dan lipatan paha dengan air hangat. Tidak dianjurkan mengompres anak saat kejang dengan air dingin atau alcohol karena justru dapat meningkatkan suhu tubuh anak dan membuat anak menggigil.

3.    Jangan coba menurunkan suhu tubuh dengan cara memindahkan anak ke tempat yang terlalu dingin, cukup dengan membuka jendela. Bila kejang berakhir, anak akan terjaga beberapa waktu setelah kejang.

4.    Tetapi harus tetap waspada karena kejang bisa terjadi berulang. Segera periksakan anak ke dokter untuk mencari tahu penyebab terjadinya kejang, apa hanya karena demam atau ada factor pemicu kejang lain. Anda juga harus perhatikan berapa lama kejang berlangsung, semakin lama durasi anak kejang semakin berbahaya dan mengancam jiwa.

About novi iin safitriani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates