Monday , 24 July 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Makanan Antikanker ( Zat Antioksidan ) dan Makanan Zat Karsinogen Sel Kanker

Makanan Antikanker ( Zat Antioksidan ) dan Makanan Zat Karsinogen Sel Kanker

Makanan Antikanker ( Zat Antioksidan ) dan Makanan Zat Karsinogen Sel Kanker

Makanan Antikanker ( Zat Antioksidan ) dan Makanan Zat Karsinogen Sel Kanker

Makanan Antikanker ( Zat Antioksidan ) dan Makanan Zat Karsinogen Sel Kanker

Makanan Antikanker ( Zat Antioksidan ) dan Makanan Zat Karsinogen Sel Kanker – Kanker merupakan penyakit yang terjadi karena disebabkan oleh terjadinya pembelahan sel yang tidak normal. Proses pembelahan sel normalnya terjadi secara berkala yakni pada saat pergantian dari sel lama menjadi sel baru. Beda halnya dengan sel kanker, pada kasus ini, sel akan terus membelah tanpa terkendali dan terjadi secara terus menerus.

Sel kanker dapat menyebar ke seluruh jaringan tubuh melalui peredaran aliran darah atau limfa dan sel kanker ini mampu merusak jaringan tubuh yang berdekatan dengannya. Kondisi seperti yang disebut dengan tumor ganas. Sedangkan jika sel kanker ini tidak mengalami penyebaran disebut tumor jinak dan sel tumor jinak ini bisa diangkat melalui proses operasi.

Hebatnya sel kanker ini mempunyai perlindungan khusus dari efek apoptosis. Apotosis ialah mekanisme bunuh diri dari sel yang lama pada saat digantikan oleh sel tubuh baru. Dengan demikian, sel kanker tidak bisa mati, bahkan terus membelah  dan terus menyebar ke jaringan tubuh yang terdekat melalui pembuluh darah.

Sel kanker seperti ini bisa timbul pada tubuh manusia yang disebabkan oleh 2 hal, yang pertama karena faktor keturunan yang di dapat dari orang tua atau keluarga dan yang kedua karena tubuh manusia banyak mengandung zat-zat karsinogen. Karsinogen merupakan zat yang bisa merusak materi genetik DNA. Dengan terjadinya kerusakan DNA ini, maka sel-sel kanker akan terus membelah dan menyebar tanpa terkendali.

Pada intinya, karsinogen tidak hanya terdapat pada makanan saja, karsinogen juga dapat ditemukan pada bahan kimia yang ada di lingkungan sekitar kita, misalnya: radiasi lingkungan (dari cahaya matahari), radiasi yang berasal dari peralatan medis, virus, obat-obatan, dan  faktor gaya hidup juga sangat dominan.

Berikut ini adalah jenis makanan yang banyak mengandung zat karsinogen:

1. Monosodium Glutamat (penyedap rasa), ini banyak terdapat pada makanan ringan.

2. Sakarin atau siklamat (pemanis buatan), pemanis buatan ini sering dimasukkan ke dalam produk minuman, karena ini bisa digunakan sebagai pengganti manisnya gula. Coba sering-sering perhatikan kandungan dalam produk minuman yang anda konsumsi.

3. Natrium Benzoat (zat pengawet makanan), pada mie instan banyak mengandung zat pengawet yang dapat menyebabkan terjadinya kanker usus.

4. Zat pengenyal ,makanan, seperti: formalin, borax, bleng, fizer. Zat pengenyal makanan ini sering dicampurkan pada bahan pembuatan bakso.

5. Rodamin B (zat pewarna), banyak ditemukan pada minuman anak-anak yang penuh warna-warni.

6. Nitrosamin (makanan yang dibakar dan diasapkan), jenis makanan yang mengalami proses pembakaran atau pengasapan seperti sate, ayam bakar, ikan bakar dll.

7. Lemak-lemak jenuh dan minyak jelantah (minyak goreng yang di pake berkali-kali).

Antioksidan adalah zat yang dapat memperlambat perkembangan zat karsinogen pemicu kanker. Antioksidan juga merupakan zat yang dapat melawan pengaruh bahaya dari radikal bebas yang terbentuk sebagai hasil dari metabolisme oksidatif, yaitu hasil dari reaksi kimia serta dari proses metabolik yang terjadi di dalam tubuh.

Antioksidan yang berasal dari sumber hewani, seperti astaxanthin 1000 kali lebih kuat sebagai antioksidan dari pada vitamin E. Beberapa sumber potensial astaxanthin seperti; udang, ikan salmon, kerang, merupakan jenis makanan antioksidan yang berasal dari hewani. Tetapi kandungan astaxanthin terbanyak terdapat pada sejenis mikroalga, yaitu Haematococos pluvalis. Jenis makanan yang banyak mengandung antioksidan yang harus sering dikonsumsi berupa sayur-sayuran dan buah-buahan berwarna.

Contoh sayuran yang kaya antioksidan diantaranya:

1.    Brokoli atau sawi hijau

2.    Seledri atau kenikir

3.    Daun pepaya, jika bisa 100 gr/hari

4.    Pare

5.    kentang

6.    Tomat, wortel

7.    Bawang putih

8.    Kemiri

9.    Kacang panjang atau lobak

Contoh buah-buahan yang kaya antioksidan diantaranya:

1.    Pepaya mengkal (papaya yang belum matang sempurna)

2.    Apel, anggur

3.    Pear, labu kuning

4.    Melon, semangka

5.    Strawberry

6.    Sirsak

7.    Jambu biji merah

8.    Jeruk nipis, tidak disarankan untuk orang yang mempunyai sakit maag

9.    Teh hijau

Berbagai macam dari buah diatas dapat dikomsumsi setiap hari atau setelah makan, agar dapat seimbang dengan makanan yang kita konsumsi sebelumnya atau sesudahnya.

About novi iin safitriani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates