Monday , 24 July 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Pembahasan Seputar Kalsium

Pembahasan Seputar Kalsium

Pembahasan Seputar Kalsium

Pembahasan Seputar Kalsium

Pembahasan Seputar Kalsium

Pembahasan Seputar Kalsium – Konsumsi kalsium yang cukup membantu mencegah osteoporosis (tulang keropos), rickets, dan berbagai masalah tulang lainnya. Sisa dari kalsium dalam tubuh mempunya peran penting, antara lain untuk menggerakkan otot dan berperan sebagai neurotransmitter, yaitu untuk menyambungkan pesan dari otak ke jaringan/bagian tubuh.

Asupan kalsium yang dibutuhkan setiap orang bergantung pada usia. Berikut ini adalah rata-rata asupan kalsium yang disarankan per hari:

Usia                                                  Rekomendasi asupan (mg)
– 0 – 6 bulan                                                        200 mg
– Bayi usia 7 – 12 bulan                                  260 mg
– Anak usia 1 – 3 tahun                                   700 mg
– Anak usia 4 – 8 tahun                               1.000 mg
– Anak usia 9 – 13 tahun                             1.300 mg
– Remaja usia 14 – 18 tahun                      1.300 mg
– Dewasa usia 19 – 50 tahun                     1.000 mg
– Dewasa usia 51 – 70 tahun (pria)         1.000 mg
– Dewasa usia 51 – 70 tahun (wanita)    1.200 mg
– Dewasa usia 71 tahun ke atas                 1.200 mg
– Remaja hamil dan menyusui                  1.300 mg
– Dewasa hamil dan menyusui                  1.000 mg

Kalsium dapat ditemukan pada banyak jenis makanan berikut:
– Susu, yogurt dan keju – termasuk jenis susu rendah/bebas lemak
– Kol, brokoli, bayam dan sayuran berdaun hijau lainnya
– Ikan tuna, sarden dan salmon
– Produk makanan yang diperkaya kalsium, seperti sereal, jus buah, produk kedelai (susu, kecap, dll) dan lain sebagainya.

Vitamin D dibutuhkan untuk membantu proses penyerapan kalsium. Vitamin D akan dikonversi menjadi sebuah hormon di dalam tubuh, selanjutnya akan menghasilkan protein usus yang membatu penyerapna terhadap kalsium. Vitamin D bisa didapatkan dengan mudah dari cahaya matahari. Selain itu juga, vitamin D banyak ditemukan pada ikan tuna dan salmon, atau pada produk lain yang diperkaya vitamin D, seperti sereal, susu, dan multivitamin.

Kurangnya asupan kalsium tidak akan menunjukkan gejala apapun dalam waktu pendek, karena tubuh akan mentolerir jumlah kalsium yang diperlukan dalam darah dengan mengambil kalsium yang tersimpan dalam tulang. Namun dalam waktu panjang, kondisi tersebut akan mengurangi kekuatan tulang, dan beresiko mengalami  tulang rapuh dan keropos atau osteoporosis.

Gejala yang paling sering muncul akibat kurangnya kalsium dalam waktu lama adalah sering mengalami kesemutan atau keram pada jari tangan/kaki atau sebagian tangan/kaki. Konsumsi kalsium yang cukup akan menjaga kesehatan tulang dan gigi secara umum serta mencegah terjadinya penyakit osteoporosis. Osteporosis adalah masalah yang serius pada usia lanjut, khususnya bagi wanita, dimana tulang menjadi keropos dan rentan patah. Asupan Kalsium dan vitamin D yang baik sejak awal merupakan investasi besar terhadap kesehatan, yang hasilnya dapat dinikmati seumur hidup.

About deden sofwan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates