Saturday , 21 October 2017
artikel terbaru :
Home » Bisnis » Bisnis Gudeg Khas Jogja dengan Gerobak

Bisnis Gudeg Khas Jogja dengan Gerobak

Bisnis Gudeg Khas Jogja dengan Gerobak

Bisnis Gudeg Khas Jogja dengan Gerobak

Bisnis Gudeg Khas Jogja dengan Gerobak

Bisnis Gudeg Khas Jogja dengan Gerobak – Gudeg adalah makanan khas dari kota Jogjakarta yang berbahan dasar dari nangka muda. Karena makanan khas itulah yang menjadikan Jogja sering sekali disebut dengan kota gudeg. Jika Anda pergi ke kota Jogja maka anda akan melihat di sepanjang jalanan Malioboro dan juga Keraton pasti Anda bisa banyak menemui warung penjual gudeg.

Gudeg memang adalah makanan tradisional dari Kota Jogja yang berpeluang mendatangkan keuntungan besar pagi para pelaku bisnisnya. Namun, jangan sampai salah karena makanan tradisional ini ditujukan untuk orang-orang yang suka dengan makanan manis. Gudeg asli khas dari Jogja dimasak dengan gula jawa sehingga rasa dari nangka muda yang menjadi bahan dasarnya bisa membuat gudeg terasa manis.
Yang menjadikan masakan gudeg ini semakin lezat adalah sambal goreng krecek yang rasanya pedas, manis, dan juga gurih. Sambal goreng krecek adalah masakan yang menjadi pelengkap dari gudeg, sehingga gudeg akan menjadi semakin nikmat dilidah.

Konsumen
Yang menjadi sasaran dari bisnis makanan gudeg ala gerobak ini adalah masyarakat dari menengah ke bawah. Hal ini dikarenakan harga dari yang ditawarkan untuk menu makanan gudeg ala gerobak lebih murah bila dibandingkan dengan gudeg yang dijual oleh rumah makan atau restoran besar pada umumnya. Namun, wisatawan lokal dan mancanegara yang tertarik dengan jajanan ala gerobak juga dapat menjadi sasaran bisnis yang bisa Anda bidik. Karena sebagian dari wisatawan merasa belum lengkap bila datang ke Jogja tanpa menyantap gudeg.

Memulai Bisnis
Ada beberapa persiapan yang perlu Anda lakukan sebelum memulai bisnis makanan gudeg khas Jogja dengan gerobak ini.

1. Mengumpulkan berbagai macam informasi yang berkaitan dengan bisnis makanan khas.Misalnya saja Anda mencari resep mengenai cara membuat gudeg khas Jogja yang istemewa, mengenai modal usaha yang dibutuhkan, mengenai harga produk di pasaran, dan juga seberapa besar persaingan pasar untuk bisnis makanan gudeg ala gerobak.

2. Mempersiapkan perlengkapan dan juga peralatan yang dibutuhkan.
Perlengkapan yang dibutuhkan adalah gerobak lalu perlengkapan masak kemudian meja kursi peralatan makan dan kemasan kardus.

3. Memilih lokasi untuk berjualan yang strategis.

4. Rasa dan juga cara dari penyajian produk harus dengan baik.

Keuntungan Bisnis
Menjalankan bisnis makanan gudeg dengan gerobak tentunya akan memberikan banyak keuntungan bagi pelaku bisnis, mulai dari modal usaha yang relatif terjangkau dan juga mobilitas yang tinggi karena bisnis ala gerobak bisa dengan mudah dipindah-pindahkan untuk mencari lokasi yang strategis. Selain itu, makanan gudeg ala gerobak adalah salah satu peluang bisnis dalam jangka panjang karena setelah sukses dengan gerobaknya, para pelaku bisnis dapat mengembangkan bisnisnya dengan cara membuka rumah makan atau restoran.

Keuntungan lain yang bisa didapatkan oleh pelaku bisnis makanan gudeg ini adalah bila menjual gudeg jenis kering yang sangat cocok untuk dijadikan sebagai oleh-oleh khas Jogja. Karena gudeg jenis kering tidak akan mudah basi dan juga bisa bertahan selama 3 hari.

Hambatan Bisnis
Tingkat resiko dari bisnis makanan gudeg ini bisa dikatakan cukup sedang. Resikonya adalah bila dagangan gudeg tidak laku terjual. Untuk itu, Anda perlu memilih lokasi yang benar-benar strategis agar orang mudah untuk mengetahui bahwa Anda menjual gudeg dengan rasa yang enak.

Kendala lain untuk bisnis ini adalah kenaikan dari harga bahan baku, seperti harga bahan ayam lalu harga telur dan juga bahan pelengkap gudeg lainnya. Untuk mengatasi hambatan tersebut, Anda sebagai pelaku bisnis perlu memperhitungkan dengan benar berapa banyak makanan yang Anda sediakan untuk setiap kali jual, hal itu agar menghindari makanan terbuang sia-sia karena tidak laku terjual.

Strategi Pemasaran
Strategi pemasaran dari bisnis makanan yang paling efektif adalah dengan cara mempromosikan dari mulut ke mulut. Cara ini akan mudah Anda jalankan bila bisnis makanan yang Anda jalankan mempunyai cita rasa yang enak dan juga memiliki keunikan tersendiri dibandingkan dengan para penjual gudeg lain sehingga menjadi suatu kepuasan bagi pembeli.

Pemasaran dan promosi juga dapat dilakukan secara langsung dengan cara memasang brand gudeg Anda pada gerobak. Anda juga bisa mencantumkan nomor telepon dan disertai dengan tulisan Bisa menerima pesanan gudeg dalam bentuk kardus atau untuk acara pesta. Dengan strategi pemasaran tersebut maka konsumen akan bisa tahu bahwa menu makanan gudeg yang Anda jual memiliki cita rasa yang enak, tidak hanya dijual dengan gerobak saja tetapi juga bisa dipesan ntuk acara pesta atau arisan.

Kunci Sukses
Keberhasilan dalam menjalankan bisnis makanan gudeg khas Jogja ini terletak pada tingkat dari kekeringan gudeg atau sayur nangka, gurihnya sambal goreng krecek lalu enaknya rasa opor, dan juga mantapnya bumbu bacem ketika dinikmati. Dengan kata lain, dalam bisnis ini Anda harus dapat memberikan yang namanya kepuasan di dalam segi rasa.Tidak kalah penting di dalam menjalankan bisnis makanan ini adalah dari segi kebersihan tempat berjualan, gerobak, dan juga tempat makan yang harus tetap terjaga.

Analisa Ekonomi
Asumsi pemakaian alat
Masa pakai gerobak adalah 3 tahun
Masa pakai untuk perlengkapan memasak adalah 1 tahun
Masa pakai untuk peralatan makan adalah 1 tahun
Masa pakai meja dan kursi adalah 3 tahun

1. Investasi
Untuk gerobak = Rp 3.000.000,00
Untuk Peralatan masak = Rp 800.000,00
Untuk Peralatan makan = Rp 300.000,00
Untuk Meja dan kursi = Rp 400.000,00 +
Total dari investasi = Rp 4.500.000,00

2. Biaya operasional setiap bulan
Biaya tetap :
Penyusutan untuk gerobak 1/36 x Rp 3.000.000,00 = Rp 83.000,00
Penyusutan untuk peralatan masak 1/12 x Rp 800.000,00 = Rp 67.000,00
Penyusutan untuk peralatan makan 1/12 x Rp 300.000,00 = Rp 25.000,00
Penyusutan untuk meja dan kursi 1/36 x Rp 400.000,00 = Rp 11.100,00
Sewa untuk tempat jualan = Rp 500.000,00 +
Total dari investasi = Rp 686.100,00
Biaya tak tetap :
Biaya belanja ayam 3 ekor x Rp 15.000,00 x 30 hari = Rp 1.350.000,00
Biaya belanja bahan Rp 200.000,00 x 30 hari = Rp 6.000.000,00
Biaya bembelian gas, kebersihan, listrik, keamanan dan lain-lain = Rp 150.000,00 +
Biaya total biaya tak tetap = Rp 7.500.000,00 +
Biaya total biaya operasional = Rp 8.186.100,00

3. Penerimaan setiap bulan
Penjualan gudeg paket seperti nasi, gudeg dan juga opor
= 30 porsi x Rp 12.000 x 30 hari = Rp 10.800.000,00
Penjualan gudeg dan opor 10 porsi x Rp 9.000,00 x 30 hari = Rp 2.700.000,00 +
Total dari penjualan bulanan rata-rata = Rp 13.500.000,00

4. Keuntungan
= Rp 13.500.000,00 – Rp 8.186.100 = Rp 5.313.900,00

About mr ikbal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates