Thursday , 27 July 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Makanan yang Harus Dikonsumsi Pasien Cuci Darah

Makanan yang Harus Dikonsumsi Pasien Cuci Darah

Makanan yang Harus Dikonsumsi Pasien Cuci Darah

Makanan yang Dapat Meningkatkan Sirkulasi Darah

Makanan yang Dapat Meningkatkan Sirkulasi Darah

Makanan yang Harus Dikonsumsi Pasien Cuci Darah – Ginjal merupakan organ berbentuk seperti kacang merah yang bertanggung jawab untuk menyaring limbah keluar dari tubuh. Karena fungsi pentingnya, ginjal dianggap sebagai salah satu organ vital dalam tubuh. Saat ginjal gagal berfungsi, limbah dan racun akan menumpuk di dalam tubuh. Ginjal pada pasien yang menderita gagal ginjal akut atau kronis tidak dapat membuang limbah dari tubuh. Pada kasus tersebut, pasien akan disarankan menjalani cuci darah yang merupakan prosedur artifisial untuk menggantikan fungsi ginjal. Ketika menjalani dialisis, pasien disarankan mengikuti diet dialisis untuk mendukung upaya perawatan.

Jenis diet tergantung pada jenis dialisis yang dilakukan. Untuk diketahui, terdapat 2 jenis dialisis yaitu dialisis peritoneal dan hemodialisis. Dialisis peritoneal dilakukan setiap hari dan diperuntukkan bagi orang yang menderita gagal ginjal parah. Hemodialisis dilakukan 3-5 kali seminggu. Diet dialisis berfokus pada asupan cairan, protein, dan menjaga keseimbangan elektrolit dengan mengatur asupan kalium, natrium, dan fosfor. Berikut ini adalah panduan yang membantu mengetahui jenis makanan yang harus diasup pasien dialisis.

1. Protein
Saat seseorang melakukan dialisis, maka kebutuhan proteinnya meningkat. Kebutuhan protein lebih tinggi pada pasien yang menjalani dialisis peritoneal karena banyak protein hilang. Daging, telur, ikan, susu dan produk susu adalah makanan kaya protein yang bisa dikonsumsi. Namun, perlu diingat bahwa asupan protein yang terlalu tinggi bisa membebani ginjal. Oleh karena itu, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter.

2. Kalium
Pasien yang menjalani hemodialisis harus menurunkan asupan kalium karena dapat menumpuk dalam tubuh sehingga menyebabkan hiperkalemia. Pasien yang menjalani dialisis peritoneal harus mendapatkan asupan kalium tinggi karena kadar kalium yang turun akibat melakukan prosedur dialisis. Beberapa makanan kaya kalsium diantaranya tomat, pisang,dan jeruk.

3. Cairan
Fungsi ginjal yang terganggu dapat menurunkan kemampuannya dalam menyingkirkan kelebihan cairan dari tubuh. Hal tersebut menyebabkan retensi air yang meningkatkan tekanan darah sehingga asupan cairan mesti dibatasi. Itu sebabnya, seorang pasien dialisis (cuci darah) harus membatasi konsumsi buah-buahan atau jus buah yang mengandung air seperti melon, anggur, dll. Air dan minuman tertentu juga harus dikonsumsi dalam jumlah terbatas.

4. Natrium
Makanan yang mengandung natrium umumnya memicu rasa haus sehingga dapat meningkatkan asupan cairan. Oleh karena itu, pasien dialisis disarankan untuk mengurangi makanan mengandung natrium yang meliputi makanan asin, rempah-rempah, dan makanan yang mengandung zat pengawet.

5. Fosfor
Pasien dialisis perlu membatasi asupan makanan yang mengandung fosfor karena kelebihan mineral ini membuat tulang menjadi berongga. Kacang polong, kacang-kacangan, selai kacang dan keju merupakan makanan mengandung jumlah tinggi fosfor sehingga harus dihindari.

About deden sofwan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates