Sunday , 26 March 2017
Home » Info Kesehatan » Manfaat dan Efek Samping Pare

Manfaat dan Efek Samping Pare

Manfaat dan Efek Samping Pare

Manfaat dan Efek Samping Pare

Manfaat dan Efek Samping Pare

Manfaat dan Efek Samping Pare – Sayur pare adalah salah satu jenis sayuran yang sangat bermanfaat dalam kesehatan, tapi permasalahannya, karena rasanya yang pahit banyak orang yang tidak menyukainya. Rasa pahit pare memang sangat terasa melekat, apalagi pare sering disajikan hanya dijadikan lalapan dan direbus. Tanaman pare tumbuh menjalar dan merambat, dan faktanya tanaman ini dapat mudah tumbuh dan tidak terlalu membutuhkan penanganan yang khusus. Masakan pare seringkali hanya di tumis dengan sayuran lain atau daging. Sangat dianjurkan mengkonsumsi pare, karena manfaat dan kandungan pare yang sangat baik bagi tubuh dan juga baik untuk kesehatan rambut dan kulit.

Manfaat Pare Berdasarkan Kandungan Gizinya

Sayuran pare memiliki kandungan kalori yang sangat rendah, per 100gram hanya mengandung 17 kalori. Tapi, tidak cuma itu, sayur pare juga mengandung fitonutrien, mineral, serat, antioksidan, dan vitamin. Dan bersama-sama semua kandungan tersebut yang terkandung di dalam sayur pare memberikan manfaat untuk kesehatan tubuh :

Fitonutrien – sayur pare mengandung phyto diantaranya polipeptida-P yaitu insulin tanaman yang dikenal berfungsi untuk menurunkan kadar gula dalam darah. Disamping itu, hipoglikemik yang disebut charantin membuat penyerapan glukosa dan glikogen sintesis dalam sel-sel hati, otot dan jaringan adiposa meningkat. Secara keseluruhan, senyawa-senyawa yang terkandung dalam sayur pare ini telah dianggap dapat menurunkan kadar gula darah dalam pengobatan diabetes tipe-2.

Folat – sayur pare segar juga menandung sumber folat yang sangat baik yaitu sekitar 72 mg / 100 g (18% dari RDA). Folat, jika dikonsumsi oleh ibu hamil selama waktu kehamilan awal akan sangat membantu dalam mengurangi resiko cacat tabung syaraf pada bayi baru lahir.

Vitamin C – sayur pare segar merupakan sumber vitamin C yang sangat baik (100 g pare mentah mengandung 84 mg atau sekitar 140% dari RDI). Vitamin C bermanfaat sebagai antioksidan alami yang kuat dan mengikat radikal bebas yang dapat merusak tubuh manusia.

Flavanoid – Flavanoid merupakan sumber yang sangat bagus untuk kesehatan. Flavonoid diantaranya seperti α-karoten, ß-karoten, zeaxanthin dan lutein. Flavanoid juga berisi sejumlah vitamin A. Senyawa-senyawa ini berfungsi melindungi tubuh manusia terhadap radikal oksigen yang bebas terdapat dalam udara dan (ROS) spesies oksigen reaktif yang memiliki peran dalam penuaan, kanker dan penyakit lainnya.

Vitamin B Kompleks – pare memiliki sumber moderat vitamin B kompleks seperti niasin (vitamin B-3), piridoksin (vitamin B-6), asam pantotenat (vitamin B-5) dan mineral seperti zat besi, kalium, seng, magnesium dan mangan.

Serat – Pare juga memiliki fungsi merangsang pencernaan dan memperlancar gerakan peristaltik makanan dalam usus sampai diekskresikan di tubuh. Dengan begitu, hal ini dapat membantu dalam pencegahan gangguan pencernaan dan sembelit.

Manfaat Pare Untuk Kulit dan Rambut
Sayur pare pahit merupakan pembersih darah alami, dan hal ini akan dapat membantu dalam meningkatkan penampilan kulit. Disamping manfaat untuk kulit dan kesehatan, pare juga efektif mengobati masalah rambut sehinga rambut dapat memiliki umur yang panjang. Berikut ini beberapa manfaat sayur pare untuk kulit dan rambut diantaranya daopat mencegah masala kulit, sebagai anti penuaan, membuat rambut berkilau, sebagai anti ketombe, dapat mengatasi kulit kepala yang kering dan gatal, mengatasi rambut berminyak, dan mengatasi rambut yang kasar dan kusut.
Efek Samping Pare

Sayur pare memang aman dikonsumsi, namun jika dikonsumsi dalam jangka pendek. Untuk keamanan dalam penggunaan jangka panjang (di atas 3 bulan) belum diketahui. Selain itu juga, informasi tentang keamanan dalam mengkonsumsi bagian lain dari pare dinilai belum cukup. Berikut dijabarkan beberapa tindakan pencegahan dan tindakan khusus dalam mengkonsumsi sayur pare, diantaranya termasuk untuk :

Ibu Hamil dan Menyusui – mengkonsumsi pare selama kehamilan kemungkinan tidak aman dan tidak dianjurkan. Bahan kimia tertentu didalam daging pare dan biji-bijiannya dapat merangsang menstruasi dan dapat menyebabkan aborsi pada hewan. Belum cukup penelitian tentang keamanan menggunakan pare selama kehamilan dan menyusui. Namun tetap untuk keamanan, lebih baik menghindari mengkonsumsi pare selama masa kehamilan.

Penderita Diabetes – pare bisa menurunkan kadar gula dalam darah, tapi hati-hati jika menggunakan pare untuk menurunkan kadar gula dalam darah, karena kandungan pare bisa membuat penurunan gula darah terlalu rendah. Tetap terus memonitor kadar gula darah secara rutin dan dengan lebih hati-hati.

Akan Menjalani Operasi Bedah – terdapat kekhawatiran bahwa pare dapat mengganggu kontrol gula darah selama dan setelah operasi. Maka dianjurkan untuk berhenti dahulu mengkonsumsi pare minimal 2 minggu sebelum jadwal operasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates