Sunday , 22 October 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » 12 Bahaya Memakai Celana Ketat Bagi Kesehatan

12 Bahaya Memakai Celana Ketat Bagi Kesehatan

12 Bahaya Memakai Celana Ketat Bagi Kesehatan

12 Bahaya Memakai Celana Ketat Bagi Kesehatan

12 Bahaya Memakai Celana Ketat Bagi Kesehatan

12 Bahaya Memakai Celana Ketat Bagi Kesehatan – Pakaian adalah hal penting yang dikenakan dan dipakai oleh manusia untuk melindungi tubuh mereka. Selain sebagai pelindung tubuh, pakaian juga memiliki fungsi untuk mempercantik tampilan pria maupun wanita. Itulah sebabnya mengapa saat ini sangat banyak trend pakaian bermunculan untuk membuat tampilan seseorang terlihat lebih mempesona.

Bahkan, kebanyakan orang rela menggunakan pakaian yang kurang nyaman agar terlihat lebih cantik atau tampan, termasuk memakai celana ketat seperti skinny jeans atau legging yang terkadang menyiksa ketika ingin melepaskannya. Konsumen celana ketat makin banyak, terlihat dari hampir setiap orang memiliki pakaian tersebut setidaknya minimal satu buah pakaian.

Sepintas, seseorang yang menggunakan celana ketat memang terlihat menarik dan keren karena membentuk lekukan bagian-bagian tubuh. Selain daripada itu, celana ketat juga sangat simpel dan tidak ribet ketika dikenakan jika dibandingkan dengan rok. Sayangnya, dibalik semua itu, ternyata terdapat beberapa ancaman berbahaya. Apalagi kalau celana ketat ini dipakai oleh orang yang memiliki aktifitas padat dan banyak gerak, tentunya lebih beresiko lagi. Berikut dijabarkan bahaya menggunakan celana ketat untuk pria dan wanita itu, antara lain:

1. Iritasi dan Jamur

Di Indonesia, sebenarnya kurang baik jika memakai celana ketat karena iklim indonesia yang tropis. Ini terjadi karena kulit sulit bernafas kalau memakai celana ketat mengakibatkan kulit menjadi lembab karena banyaknya cairan keringat yang keluar dan dapat menimbulkan iritasi dan jamur. Dengan kondisi seperti ini, jamur memang akan lebih mudah untuk berkembang.

Jika hal ini terjadi, dapat berakibat gatal-gatal pada kulit, biasanya pada bagian pinggul hinggga paha. Jamur yang sering tumbuh di bagian-bagian tersebutpun ada banyak macamnya, seperti jamur kurap yang memiliki gejala menonjol merah dan gatal, jamur panu yang menimbulkan bercak putih dan coklat, dan jamur kandida yang menyebabkan gatal dan basah.

2. Meninggalkan Bekas Hitam

Celana ketat berpengaruh besar terhadap kondisi kulit di sela-sela paha. Awalnya bisa terjadi radang ringan. Namun jika prosesnya lama, maka akan timbul bercak hitam di pangkal paha. Namun jika seseorang telah berhenti menggunakan celana ketat dan sebelumnya mendapatkan bekas hitam, maka warna hitam tersebut bisa berkurang atau sama sekali hilang. Tapi proses menghilangkan bekas hitam tidaklah mudah dan tidak membutuhkan waktu yang lama.

3. Mengalami Kemandulan

Terlalu sering memakai celana ketat bisa menyebabkan kemandulan hingga dapat menimbulkan gangguan organ reproduksi pada wanita. Hal tersebut dapat terjadi dikarenakan jamur yang tumbuh di sekitar organ reproduksi atau organ intim dapat mempengaruhi produktivitas sel telur dan kemudian menyebabkan kemandulan. Tak hanya itu, gatal-gatal, keputihan, dan flek di area vagina hingga iritasi jua bisa terjadi pada wanita. Maka sebab dari itu, alangkah lebih baiknya wanita mengenakan rok saat berpakaian agar kemandulan tidak terjadi.

4. Menurunnya Produksi Sperma

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa memakai celana ketat dalam jangka waktu yang lama dapat membuat menurunnya produksi sperma secara drastis. Untuk para pria, memakai celana ketat membuat produksi sperma menurun dari yang harusnya memproduksi kurang lebih 60 juta/ mililiter, menjadi 20 juta/ mililiter kalau pemakaiannya dilakukan secara sering dan rutin.

Hal tersebut dikarenakan keringat yang dihasilkan oleh suhu disekitar alat reproduksi meningkat atau lebih tinggi. Suhu ini terjadi akibat adanya tekanan dari celana tersebut, dan kemudian menyebabkan keringat tidak bisa keluar dan area sekitar organ intim pria menjadi lembab. Hal ini terjadi dikarenakan proses matangnya sperma membutuhkan suhu sekitar 1 sampai 2 derajat lebih rendah dari suhu tubuh supaya bisa bekerja dengan baik.

5. Menyebabkan Penyakit Paresthesia

Paresthesia merupakan penyakit yang dapat membuat penderitanya merasa kesemutan dan rasa kepanasan seperti rasa terbakar. Dan ini merupakan akibat dari penggunaan celana ketat sehingga dapat membuat aliran darah menjadi tidak lancar. Akibatnya kesemutan akan dialami, termasuk pada bagian pinggul dan paha yang sering terserang penyakit ini, yang disebabkan karena terlalu sering memakai celanan ketat.

6. Menimbulkan Penyumbatan Sirkulasi Darah

Pemakaian celana ketat dapat menimbulkan sumbatan pada sirkulasi darah karena pembuluh darah yang tertekan di sekitar paha, selangkangan serta organ intim. Umumnya, sirkulasi buruk ini sering disebut varises. Varises tak hanya terjadi karena menggunakan sepatu hak tinggi saja, tapi memakai celana ketat juga bisa menjadi penyebabnya. Dan karenanya pembuluh darah akan membeku karena gangguan gerakan dibatasi celana ketat. Selain varises, memakai celana ketat juga dapat menimbulkan pembengkakan.

7. Menginfeksi Saluran Kemih

Memakai celana ketat termasuk yaitu celana panjang ketat dan celana dalam ketat yang tidak pas di sekitar pangkal paha, akan membahayakan kesehatan penggunanya, dan jika digunakan dalam waktu lama dapat mengakibatkan infeksi saluran kemih. Jika hal tersebut terjadi, maka kandung kemih mengalami kelemahan atau juga bisa membuat kandung kemih menjadi terlalu aktif. Selain daripada itu, banyak juga kasus yang terjadi bahwa testis pria akan lebih rentan terkilir kalau sering menggunakan celana ketat.

8. Merusak Kulit

Ketika seseorang memakai celana ketat, maka kulit menjadi lebih sering bergesekan dengan celana. Jika itu terjadi, maka kulit akan rentan mengalami kerusakan hingga dapat menyebabkan masalah serius seperti infeksi pada kulit dan ruam. Infeksi ini biasanya terjadi di sekitar paha karena celana ketat akan membuat makin ketat pemakainya dibagian sekitar paha. Apalagi kalau bahan celana ketat yang digunakan itu berasal dari bahan kasar, tentu lebih membahayakan lagi karena akan membuat gesekan yang lebih besar.

9. Mengalami Masalah Pada Saraf

Jika seseorang memakai celana ketat dalam jangka waktu yang panjang, maka bisa menyebabkan penyakit neuritis dari syaraf paha luar atau sering dikenal dengan sindrom Bernhardt yang dapat membuat seseorang mengalami mati rasa, nyeri sampai kesemutan. Bahkan, para ahli kesehatan sudah sering berulang kali memberikan peringatan pada wanita bahwa dirinya bisa lebih rentan menderita gangguan saraf kalau menggunakan celana ketat. Tapi apabila dilanggar, maka dapat menyebabkan deformasi kerusakan syaraf dan tubuh.

10. Mengganggu Usus

Memakai celana yang terlalu ketat bisa mengganggu mobilitas usus, hal ini diungkapkan menurut dr. Octaviano Bessa yang merupakan seorang internis dari Stamford Connecticut. Hal tersebutlah yang biasanya membuat seseorang merasa kurang nyaman dan mengalami sakit di perut setelah dua hingga tiga jam setelah makan. Sayangnya kebanyakan masyarakat belum menyadari bahwa hal ini bisa terjadi disebabkan oleh celana ketat yang digunakan.

11. Sesak Nafas

Celana ketat bisa membuat kita sesak karena sirkulasi darah tidak berjalan dengan lancar, selain itu efek lain yang berbahaya jika dilakukan adalah sampai pingsan. Karena sesak napas juga bisa membuat pingsan.

12. Menyusahkan diri sendiri

Memakai celana ketat sudah pasti akan menyusahkan diri sendiri, termasuk didalamnya karena berbagai penyakit yang akan dialami. Selain daripada itu berkeringat akan membuat anda tidak nyaman dengan kondisi yang sedang dialami saat ini.

Dapat kita simpulkan bahaya memakai celana ketat tidak hanya terjadi pada pria, melainkan juga wanita. Bahkan kalau cuaca semakin panas, tidak bisa dikesampingkan bahwa bahayanya akan semakin menjadi bertambah buruk.

About puji astuti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates