Friday , 26 May 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Kenali dan Waspadai Bayi Kuning

Kenali dan Waspadai Bayi Kuning

Kenali dan Waspadai Bayi Kuning

Kenali dan Waspadai Bayi Kuning

Kenali dan Waspadai Bayi Kuning

Kenali dan Waspadai Bayi Kuning – Pigmen bernama bilirubin adalah faktor penyebab terjadinya bayi kuning (ikterus) yang harus di kenali dan waspadai. Sebenarnya, setiap orang memiliki bilirubin di dalam sel darah merahnya. Dalam setiap jangka waktu tertentu sel darah merah akan mati dan menguraikan sel-selnya menjadi bilirubin. Yang bertugas menguraikan bilirubin tersebut adalah hati, dan kemudian dibuang lewat BAB. Pada saat bayi masih dalam kandungan, hati sang ibulah yang mengambil tugas untuk menguraikan bilirubin dalam sel darah merah bayi. Ketika bayi lahir, perkembangan hatinya masih belum sempurna sehingga belum bisa menjalankan fungsinya dengan baik. Akibatnya terjadi penumpukan bilirubin yang kemudian akan menyebabkan timbulnya warna kuning pada kulit bayi.

Sebagian lainnya bayi ikterus (kuning) terjadi karena ketidak-cocokan golongan darah anatara ibu dan bayi. Peningkatan kadar bilirubin dapat terjadi karena pembentukan yang berlebih atau adanya gangguan pengeluarannya. Ikterus (kuning) pada bayi baru lahir dapat merupakan bentuk fisiologik dan patologik. Yang bersifat patologik dikenal juga sebagai  hyperbilirubinemia, hal ini dapat mengakibatkan gangguan saraf pusat atau bahkan kematian. Sampai saat ini ikterus masih menjadi masalah pada bayi baru lahir, terjadi sekitar 25% – 50% pada bayi lahir cukup bulan dan lebih tinggi lagi terjadi pada bayi lahir kurang bulan (premature).

Pemeriksaan terdapatnya ikterus pada bayi muda dapat dilakukan di rumah dan pada saat kunjungan neonatal. Untuk pemeriksaan gejala kuning di rumah ialah dengan membawa bayi ke dalam ruangan dengan penerangan yang jelas atau dengan menggunakan lampu fluorescent. Apabila kulit bayi tergolong putih, cobalah tekan jari anda secara perlahan-perlahan ke bagian dahi, dada, telapak tangan dan telapak kaki bayi, kemudian angkat tangan anda dan perhatikan adakah semburat warna kuning pada bagian tubuh bayi yang anda tekan tadi. Jika kulit bayi tergolong hitam, untuk yang paling jelasnya bisa diteliti pada gusi atau bagian putih di area mata. Sedangkan pemeriksaan pada saat di klinik, dokter anak akan memeriksa kesehatannya.
Kadar bilirubin baru bergerak pada hari ke 3 atau ke 5 setelah kelahiran. Jadi apakah tingkat bilirubin pada bayi anda normal atau tidak,  baru akan diketahui 3 atau 5 hari setelah kelahirannya. Untuk mengetahuinya, perlu dilakukan pemeriksaan darah. Bayi akan diambil darahnya sedikit, biasanya darah diambil di ujung jari kaki, kemudian akan diteliti dan diperiksa di laboratorium.
Penting sekali untuk mengetahui kapan ikterus timbul, kapan menghilang dan sampai bagian tubuh mana warna kuning terlihat. Dari ketiga hal tersebut harus diketahui dengan pasti untuk dapat mengklasifikasikan ikterus secara benar. Pada kasus ketidakcocokan golongan darah anatar ibu dan bayi, ikterus timbul sebelum bayi berumur 3 hari.
Klasifikasi Ikterus

Untuk klasifikasi ikterus dilihat dari gejala-gejalanya yaitu:

1.    Ikterus Fisiologis (ringan)

  • Timbul kuning pada bayi umur lebih dari 24 jam sampai bayi berumur kurang dari 14 hari
  • Kuning tidak sampai telapak tangan ataupun telapak kaki bayi

Ikterus fisiologis tidak berbahaya, untuk penanganannya bayi bisa dijemur setiap pagi antara jam 7 sampai jam 9 pagi selama 30 menit sampai 1 jam. Tingkatkan frekuensi dalam pemberian ASI, minimal 8 sampai 12 kali sehari. Jika dirasa sudah cukup menyusuinya, perlu juga diperhatikan apakah bayi benar-benar menghisap atau hanya mengempeng saja. Bila dirasakan ada masalah dalam menyusui bayi segeralah lakukan konsultasi di klinik laktasi terdekat. Bila gejala masih tampak hingga lebih 14 hari segera periksakan ke dokter.
2.    Ikterus Patologis (berat)

  • Timbul kuning pada hari pertama ( kurang dari 24 jam) setelah bayi lahir atau kuning ditemukan pada umur lebih dari 14 hari
  • Kuning sampai telapak tangan atau telapak kaki
  • Tinja berwarna pucat

Pada ikterus patologis jika tidak segera ditangani, kadar bilirubin dapat terus meningkat sehingga dapat meracuni otak, terjadinya kerusakan saraf yang dapat menyebabkan cacat pada bayi seperti tuli, pertumbuhan terhambat, kelumpuhan otak besar atau bahkan dapat menyebabkan kematian. Jika bayi mengalami salah satu gejala tersebut segera periksakan bayi ke dokter.

About novi iin safitriani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates