Monday , 23 October 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Mengenal Lebih Dekat Penyakit Vertigo

Mengenal Lebih Dekat Penyakit Vertigo

Mengenal Lebih Dekat Penyakit Vertigo

Mengenal Lebih Dekat Penyakit Vertigo

Mengenal Lebih Dekat Penyakit Vertigo

Mengenal Lebih Dekat Penyakit Vertigo – Vertigo berasal dari kata vertō yang dalam bahasa latin berarti gerakan berputar. Vertigo merupakan suatu bentuk sakit kepala yang membuat pengidapnya merasakan sensasi gerakan berputar atau melayang yang tidak semestinya. Pada umumnya vertigo disebabkan oleh adanya gangguan pada system vestibular.

Selain adanya sensasi berputar atau melayang, vertigo juga sering disertai dengan beberapa gejala seperti; mual, muntah dan tidak mampu menjaga keseimbangan tubuhnya sendiri. Hal ini akan menyebabkan si penderita mengalami kesulitan untuk berdiri maupun berjalan.

A. Vertigo terbagi menjadi tiga:

1.    Vertigo objektif
Pada jenis vertigo ini si penderita merasa benda-benda disekitarnya menjadi bergerak dan berputar.

2.    Vertigo subjektif
Dimana si penderita merasa tubuhnya seperti bergerak atau berputar padahal mereka sedang dalam keadaan diam.

3.    Pseudovertigo
Pada pseudovertigo si pasien merasakan sensasi gerakan berputar di bagian dalam kepalanya.

Vertigo lebih sering terjadi karena adanya gangguan keseimbangan pada bagian sentral ataupun perifer telinga. Sering kali vertigo terjadi selama beberapa saat lalu dapat hilang begitu saja. ada juga kasus vertigo yang berlangsung selama berjam-jam atau bahkan berhari-hari lamanya. Pada umumnya untuk kasus seperti itu terjadi dikarenakan adanya cedera pada bagian kepala.

Gelombang suara masuk dari telinga luar kemudian ke gendang telinga. Dari saluran telinga, suara akan dirubah menjadi getaran yang kemudian getaran masuk ke tiga tulang kecil, yakni inkus, maleus dan stapes. Kemudian getaran masuk ke koklea dan menuju ke saraf vestibular yang nantinya akan membawa sinyal ke otak kita. Ada beberapa penyebab yang berbeda terjadinya vertigo. Penyebab utama munculnya vertigo adalah adanya gangguan pada otak maupun sumsum tulang belakang. Sementara untuk vertigo perifer sering kali disebabkan oleh karena adanya masalah pada bagian dalam telinga.

B. Anatomi Telinga

Vertigo perifer dapat juga terjadi karena peradangan pada bagian dalam telinga, adanya kristal atau batu di bagian dalam telinga, atau terjadi karena adanya iritasi pada rambut kecil di dalam kanalis semisirkularis. Hal ini disebut juga dengan benign paroxysmal positional vertigo (BPPV).

Penyakit Meniere juga berkaitan dengan munculnya penyakit vertigo karena disebabkan oleh adanya gangguan pendengaran serta tinnitus. Hal ini terjadi akibat adanya penumpukan cairan di bagian dalam telinga. Penyebab penumpukan cairan di bagian dalam telinga masih belum diketahui.

Adanya cedera pada bagian kepala juga dapat menyebabkan terjadinya kerusakan pada bagian dalam telinga dan ini akan menyebabkan vertigo. Jarang sekali masalah seperti; multiple sclerosis (MS), tumor ataupun stroke yang dapat menyebabkan munculnya vertigo. Beberapa kasus migraine yang biasa disebut migraine arteri basilar dapat juga mengembangkan terjadinya vertigo.

Untuk penggunaan obat tertentu, seperti obat anti kejang, obat tekanan darah, antidepresan ataupun aspirin juga dapat menyebabkan munculnya vertigo. Beberapa hal yang dapat menyebabkan stroke, seperti; tekanan darah tinggi, penyakit jantung, dan kebiasaan merokok juga dapat meningkatkan resiko untuk terserang vertigo. Konsumsi alkohol juga dapat menyebabkan vertigo.

Pemeriksaan fisik terhadap penderita vertigo sering menunjukkan tanda-tanda seperti adaya gerakan mata yang abnormal. Gerakan mata yang abnormal disebut juga nystagmus. Pada beberapa pasien vertigo juga mengalami ketidakseimbangan tubuh. Jika ketidakseimbangan pada tubuh berlangsung selama beberapa waktu atau vertigo sering disertai dengan kelemahan pada satu sisi tubuh, nantinya dapat memicu terjadinya stroke ataupun gangguan pada saraf lainnya.

Beberapa kasus vertigo mungkin memerlukan pemeriksaan melalui MRI atau CT-scan brain atau bagian dalam telinga. Hal ini dilakukan untuk memastikan apakah hal tersebut benar-benar vertigo atau gejala stroke.

C. Memeriksa Pendengaran

Jika terjadi gangguan pendengaran, maka anda dapat melakukan pemeriksaan audiometri, electronystagmography, atau pemeriksaan dengan menggunakan listrik juga dapat membantu untuk membedakan antara vertigo perifer dan sentral vertigo.

Ada beberapa obat-obatan yang dapat membantu mengurangi gejala vertigo. Akan tetapi obat-obatan seperti ini tidak direkomendasikan untuk digunakan dalam jangka waktu yang lama. Umumnya dokter akan memberikan obat meclizine untuk mengurangi gejala vertigo yang muncul. Obat jenis valium seperti benzodiazepine atau diazepam juga dapat mengurangi gejala yang muncul pada vertigo. Namun pada pengguanaan obat seperti ini dapat memberikan efek samping berupa rasa kantuk yang sangat berat.

Sebenarnya, tanpa menggunakan obat-obatan tertentu vertigo dapat hilang dengan sendirinya. Ada baiknya untuk tetap menjaga tekanan darah, kolesterol, berat badan, kadar gula darah, dan mengurangi asupan garam untuk mengurangi resiko terjadinya penyakit vertigo.

Sering kali vertigo terjadi secara tiba-tiba dan hilang dengan sendirinya. Sulit sekali untuk dapat memprediksi secara tepat siapa saja orang yang sangat beresiko mengalami vertigo. Melakukan pola hidup sehat, menjaga pola makan serta rutin olahraga juga dapat mengurangi resiko terjadinya vertigo.

About novi iin safitriani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates