Monday , 24 July 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Sekilas Mengenai Prosedur Bayi Tabung

Sekilas Mengenai Prosedur Bayi Tabung

Sekilas Mengenai Prosedur Bayi Tabung

Sekilas Mengenai Prosedur Bayi Tabung

Sekilas Mengenai Prosedur Bayi Tabung

Sekilas Mengenai Prosedur Bayi Tabung – Pasangan suami istri yang kesulitan memiliki buah hati, sebaiknya tidak berkecil hati. Metode bayi tabung ialah salah satu cara yang bisa ditempuh. Secara medis proses bayi tabung disebut juga In vitro fertilization (IVF). Kehamilan yang terjadi diawali dengan sel telur atau ovum dibuahi oleh sperma di luar tubuh yakni di dalam sebuah tabung.

Serangkaian Prosedur

Pada umumnya prosedur bayi tabung dilakukan setelah tindakan bedah, konsumsi obat-obatan / inseminasi buatan tidak mampu untuk mengatasi masalah ketidaksuburan.

Metode bayi tabung sendiri terdiri dari serangkaian prosedur, antara lain :

  • Merangsang tubuh wanita dengan suntik hormon guna memproduksi beberapa sel telur secara sekaligus.
  • Pengujian melalui tes darah / ultrasound guna menentukan kesiapan pengambilan sel telur. Sebelumnya, pihak wanita pun akan diberikan suntikan yang akan membantu mematangkan sel telur yang berkembang serta memulai proses ovulasi.
  • Selama prosedur pengambilan sel telur atau ovum, dokter akan mencari folikel di dalam rahim dengan menggunakan metode USG. Ovum kemudian akan diambil dengan menggunakan jarum khusus yang mempunyai rongga. Prosedur ini berlangsung sekitar 30 menit sampai satu jam. Sebagian wanita diberikan obat penahan nyeri sebelum dilakukan prosedur tersebut, akan tetapi bisa juga diberikan obat penenang ringan hingga dibius total.
  • Ovum segera dipertemukan dengan sperma pasangan, yang harus diambil di hari yang sama. Lalu disimpan di dalam klinik guna memastikan perkembangannya maksimal.
  • Setelah embrio hasil pembuahan ovum serta sperma tersebut dianggap cukup matang, maka embrio bisa dimasukkan ke dalam rahim. Dokter akan memasukkan alat seperti tabung penyalur yang disebut kateter ke dalam vagina hingga sampai ke dalam Rahim wnaita. Untuk memperbesar kemungkinan untuk hamil, 3 embrio umumnya ditransfer sekaligus .
  • 2 minggu setelah transfer embrio, maka pihak wanita biasanya diminta untuk melakukan tes kehamilan.

Kondisi yang Membutuhkan Proses Bayi Tabung

Sebagian wanita berusia lebih dari 40 tahun, disarankan menggunakan metode ini sebagai metode untuk mengatasi ketidaksuburan . Disamping itu, beberapa kondisi yang kemungkinan disarankan untuk menggunakan prosedur bayi tabung, seperti :

  • Gangguan pada tuba falopi / rahim berupa kerusakan / sumbatan jalur sel telur.
  • Gangguan pembuahan yang membuat produksi sel telur minimal.
  • Produksi sperma dengan kuantitas yang sedikit.
  • Masalah sistem kekebalan tubuh yang mengganggu ovum / sperma.
  • Sperma yang tidak bisa melewati cairan leher rahim.
  • Alasan dari masalah ketidaksuburan yang belum diketahui.
  • Memiliki risiko penyakit keturunan. Dengan metode IVF, ovum yang sudah dibuahi dapat diskrining kode genetiknya guna mencari masalah genetik tertentu. Setelah embrio dinyatakan tidak memiliki risiko penyakit yang dapat diturunkan, baru akan ditanam pada rahim.

Mempertimbangkan Risiko

Proses bayi tabung tetap mempunyai risiko yang harus dipertimbangkan oleh pasangan suami istri. Salah satu risiko yakni saat prosedur pengambilan ovum, mungkin terjadi infeksi, pendarahan / menyebabkan gangguan pada usus atau organ lain.

Ada juga risiko dari obat-obatan yang digunakan untuk menstimulasi ovarium yakni sindrom hiperstimulasi ovarium. Efek yang dirasakan sangat beragam, mulai dari kram, kembung / nyeri ringan, penambahan berat badan samapi rasa sakit yang tak tertahankan pada perut.  Efek yang berat harus ditangani di rumah sakit meskipun biasanya gejala hilang saat siklus ovarium selesai.

Disamping itu, masih terdapat beberapa risiko lain dari prosedur bayi tabung, antara lain:

  • Risiko keguguran.
  • Kehamilan kembar, bila embrio yang ditanamkan ke dalam rahim lebih dari satu.
  • Kelahiran prematur serta bayi berat lahir rendah.
  • Kehamilan ektopik / di luar rahim.
  • Bayi lahir dengan kecacatan fisik.
  • Stres sebab prosedur bayi tabung dapat menguras tenaga, emosi serta keuangan.
  • Faktor penentu keberhasilan

Terdapat beberapa faktor yang turut menentukan keberhasilan prosedur bayi tabung. Usia wanita ialah salah satu faktor utama. Usia optimal dari wanita untuk keberhasilan proses bayi tabung  yakni sekitar 23 sampai 39 tahun. Disamping itu, faktor lain yang bisa memengaruhi prosedur bayi tabung seperti asupan alkohol dan kafein, berat badan, kebiasaan merokok, tingkat stres, riwayat kehamilan sebelumnya, kualitas embrio serta jumlah embrio yang ditanamkan.

 

About seli

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates