Friday , 26 May 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Tanda Bahaya Infeksi Nifas

Tanda Bahaya Infeksi Nifas

Tanda Bahaya Infeksi Nifas

Tanda Bahaya Infeksi Nifas

Tanda Bahaya Infeksi Nifas

Tanda Bahaya Infeksi Nifas – Suka citadan kebahagian yang anda rasakan ketika selesai menjalani proses persalinan, perjuangan dalam merawat tumbuh kembang kehamilan anda terbayar dengan kegembiraan melalui tangisan si kecil saat lahir ke dunia. Kehadiran bayi mungil menjadi pelengkap keluarga anda, masa – masa selanjutnya, anda akan terus mengikuti perkembangan bayi anda serta tentu saja selalu menjaga kesehatan bayi anda. DIsamping itu, kesehatan anda setelah persalinan sangat penting untuk diperhatikan, mengingat masalah – masalah pasca persalinan masih sangat mungkin terjadi. Masa pasca persalinan anda memasuki masa nifas yang dimulai setelah persalinan sampai saluran produksi kembali seperti anda sebelum hamil, masa nifas berlangsung selama 6 hingga 8 minggu. Dalam menjalani masa nifas, anda mungkin akan mengalami beberapa gangguan kondisi kesehatan seperti demam juga pendarahan, apakah hal tersebut normal terjadiselama nifas?

Beberapa saat setelah proses persalinan, organ reproduksi pada ibu hamil akan pulih dengan keadaan secara bertahap. Setelah melahirkan kondisi suhu tubuh akan naik mencapai 0,5 derajat celcius dari keadaan normal. Walaupun demikian suhu tubuh tidak akan melebihi 38 derajat celcius. Jika suhu tubuh lebih dari 38 derajat celcius diperkirakan telah terjadi infeksi. Pada saat melahirkan, luka yang terjadi pada area kewanitaan memungkinan mikroorganisme untuk masuk ke dalam tubuh dan hal tersebut akan menyebabkan infeksi pada masa nifas. Adapun beberapa jalan masuk kuman mikroorganisme ke dalam alat kandungan terdiri dari kuman yang berasal dari luar tubuh ibu sehingga disebut eksogen, lalu kuman mikroorganisme yang masuk dari dalam tubuh ibu sendiri / dikenal dengan istilah autogen sedangkan yang terakhir ialah kuman mikroorganisme yang masuk ke dalam tubuh ibu secara endogen yaitu dari jalan lahir.

Infeksi nifas yang dapat terjadi disebabkan oleh kuman di vagina yang masuk ke dalam rahim akibat kebersihan yang tidak terjaga pada area kewanitaan / kemungkinan alat alat yang tidak steril pada saat persalinan. Disamping itu persalinan yang tidak bersih seperti plasenta yang tertinggal di rahim akan menyebabkan pembusukan serta pertumbuhan mikroogrganisme di dalam rahim. Hal ini ditandai dengan demam yang tinggi, rasa nyeri pada bagian perut terutama di daerah rahim, timbulnya bau busuk pada lokhea serta darah berwarna kekuning-kuningan karena campuran nanah serta terjadinya kelumpuhan pada otot rahim.

Adapun faktor resiko terjadinya infeksi nifas disebabkan adanya penurunan daya tahan tubuh seperti kurangnya asupan nutrisi, kelelahan, adanya infeksi lain yang dimiliki ibu seperti TBC paru dan lain lain. Setelah itu factor resiko tinggi pada ibu yang megalami persalinan yang lama sehingga ketuban pun pecah dalam waktu yang lama. Faktor resiko selanjutnya ialah ibu yang mengalami operasi serta adanya sisa persalinan yang tertinggal seperti bekuan darah, ketuban, dan juga sisa ari-ari. Pencegahan infeksi nifas tidak hanya dengan menjaga kebersihan setelah persalinan akan tetapi ada juga beberapa langkah pencegahan yang dapat anda lakukan guna menghindari infeksi nifas.
Berikut merupakan cara yang bisa anda lakukan untuk menghindari infeksi pada masa nifas :

1. Perhatikan kondisi kesehatan selama kehamilan, lakukan pemeriksaan secara rutin setiap bulannya kepada bidan atau dokter kandungan.

2. Anda dapat mengkonsumsi makanan yang banyak menggandung zat besi guna menghindari anemia. Konsultasikan keluhan anda pada bidan atau dokter kandungan, apabila dibutuhkan anda akan diberikan tablet yang mengandung zat besi.

3. Pilihan anda dalam menentukan tenaga medis profesional yang akan menolong anda dalam proses persalinan, akan membantu anda dalam menjaga kesterilan proses persalinan anda.

4. Perhatikan asupan cairan anda, cukupi kebutuhan cairan dengan mengkonsumsi delapan gelas air mineral dalam satu hari.

5. Menjaga kebersihan area kewanitaan anda setelah persalinan guna menghindari infeksi yang berasal dari luar.

6. Perhatikan cara anda saat mencuci area kewanitaan anda (cebok). Alirkan air mengalir, dan cuci lah kemaluan anda dari arah depan ke belakang. Hal ini berguna untuk menghindari terbawanya kotoran dari arah belakang yang bisa mengakibatkan infeksi.
Semoga artikel ini dapat menambah informasi dan pengetahuan anda. Semoga bermanfaat.

About seli

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates