Wednesday , 24 May 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Tips Menghindari Penyakit DBD

Tips Menghindari Penyakit DBD

Tips Menghindari Penyakit DBD

Tips Menghindari Penyakit DBD

Tips Menghindari Penyakit DBD

Tips Menghindari Penyakit DBD – Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) atau disebut Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) merupakan penyakit yang diakibatkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk jenis Aedes aegypti serta Aedes albopictus, dimana penyakit ini menyebabkan gangguan pada pembuluh darah kapiler serta pada sistem pembekuan darah, dengan demikian mengakibatkan penderitanya mengalami perdarahan.Penyakit ini banyak ditemukan didaerah tropis misalnya di negara Asia Tenggara, negara India, Brazil, Amerika termasuk di seluruh pelosok negara Indonesia, kecuali di tempat dengan ketinggian lebih dari 1000 m di atas permukaan air laut.

Untuk mengetahui lebih lanjut terkait DBD, mari ketahui tanda dan gejala penyakit demam berdarah dengue, sebagai berikut:
1. Masa tunas atau masa inkubasi penyakit DBD selama 3 – 15 hari sejak seseorang SUDAH terserang virus dengue.

2. Demam tinggi secara mendadak 2 sampai 7 hari (denga suhu 38 – 40°Celsius).

3. Hasil pemeriksaan uji torniquet, terdapat adanya jentik (puspura) perdarahan.

4. Terdapat bentuk perdarahan pada kelopak mata di bagian dalam (konjungtiva), mengalami Mimisan (Epitaksis), mengalami Buang air besar dengan kotoran (Peaces) yang berupa lendir bercampur darah (Melena), dan yang lain-lainnya.

5. Akan terjadi pembesaran hati (Hepatomegali).

6. Tekanan darah menjadi menurun dengan demikian menyebabkan syok.

7. Hasil pemeriksaan laboratorium (darah) pada hari ke 3 sampai 7 akan terjadi penurunan trombosit dibawah 100.000 per mm3 (Trombositopeni), akan terjadi peningkatan nilai Hematokrit diatas 20 persen dari nilai normal atau Hemokonsentrasi.

8. Akan timbulnya beberapa gejala klinik yang disertai seperti mual, muntah, menurunnya nafsu makan (anoreksia), mengalami sakit perut, diare, menggigil, kejang dan juga sakit kepala.

9. Akan mengalami perdarahan pada hidung atau mimisan dan gusi.

10. Demam yang dirasakan oleh penderita akan menyebabkan keluhan pegal atau sakit pada persendian.

11. Munculnya bintik – bintik merah pada kulit sebagai akibat pecahnya pembuluh darah.

Penyebaran penyakit demam berdarah dengue ditularkan melalui gigitan nyamuk jenis Aedes aegypti serta Aedes albopictus, dengan demikian pada wilayah yang sudah diketahui terdapat serangan penyakit DBD besar kemungkinan ada penderita lainnya bahkan yang dapat menyebabkan wabah yang luar biasa untuk lingkungan atau penduduk disekitarnya.

Fokus untuk pengobatan pada penderita penyakit demam berdarah dengue adalah mengatasi perdarahan, dapat mencegah atau mengatasi keadaan syok atau presyok, yakni dengan mengusahakan supaya penderita banyak minum sekitar 1,5 hingga 2 liter air dalam 24 jam (air teh serta gula sirup ataupun susu).

Dengan penambahan cairan tubuh melalui infus atau intravena mungkin dibutuhkan untuk mencegah dehidrasi serta hemokonsentrasi secara berlebihan. Transfusi platelet dapat dilakukan jika jumlah platelet dapat menurun drastis.

Lakukanlah kompress dingin, tidak perlu dengan menggunakan es sebab bisa berdampak syok. Bahkan beberapa tim medis menganjurkan kompres bisa dilakukan dengan alkohol. Pengobatan alternatif yang secara umum dikenal yaitu dengan minum jus jambu biji bangkok, akan tetapi khasiatnya belum pernah dibuktikan secara medis, namun jambu biji kenyataannya bisa mengembalikan cairan intravena serta dapat meningkatkan nilai trombosit darah.

Adapun untuk melakukan Pencegahan Penyakit Demam Berdarah, diantaranya:
Pencegahan dapat dilakukan dengan menghindari gigitan nyamuk pada waktu pagi hingga sore, sebab nyamuk aedes aktif di waktu siang hari bukan malam hari. Misalnya dengan menghindarkan berada di lokasi yang banyak nyamuknya pada siang hari, terutama di daerah yang terdapat penderita demam berdarah denguenya. Beberapa cara yang sangat efektif dalam mencegah penyakit DBD dengan melalui metode pengontrolan ataupun pengendalian vektornya diantaranya :

1. Lakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), lakukan pengelolaan sampah padat serta modifikasi tempat. Hindari tempat perkembangbiakan nyamuk seperti lubang yang dapat menampung air.

2. Lakukan Pemeliharaan ikan pemakan jentik di rumah (ikan adu atau ikan cupang) di tempat air kolam, serta bakteri (Bt.H-14).

3. Melakukan pengasapan atau fogging (dengan menggunakan malathion serta fenthion).

4. Memberikan bubuk abate atau temephos di tempat-tempat penampungan air misalnya, gentong air, vas bunga, kolam, dan lain-lainnya.

About yanti nurjayanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates