Sunday , 22 October 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Cegah dan Hindari Pendarahan Setelah Melahirkan

Cegah dan Hindari Pendarahan Setelah Melahirkan

Cegah dan Hindari Pendarahan Setelah Melahirkan

Cegah dan Hindari Pendarahan Setelah Melahirkan

Cegah dan Hindari Pendarahan Setelah Melahirkan

Cegah dan Hindari Pendarahan Setelah Melahirkan – Pendarahan ialah salah satu hal yang sangat ditakuti para Ibu hamil. Terlebih lagi jika mengalami pendarahan setelah melahirkan, tentunya ini akan memunculkan rasa cemas. Ibu hamil harus selalu menjaga pola makan supaya nantinya dapat melahirkan dengan normal. Makanan yang dikonsumsi oleh ibu hamil pun akan mempengaruhi kesehatan janin. Ibu hamil harus lebih banyak mengonsumsi makanan yang mengandung sayuran serta buah-buahan agar nantinya bisa melahirkan dengan lancar. Pendarahan setelah melahirkan sebenarnya ialah hal yang biasa, asalkan darah yang keluar tidak lebih dari 500 ml. Setelah persalinan, seorang ibu akan mengalami masa yang disebut nifas. Nifas memang wajar dialami serta ini akan berlangsung selama 40 hari. Darah pada masa nifas tentunya beda dengan pendarahan.

Darah yang keluar saat nifas biasanya tidak berlebihan serta hanya berlangsung selama kurang lebih 40 hari. Namun ketika pendarahan terjadi, maka darah yang keluar tidak biasa sehingga harus cepat ditangani supaya tidak terjadi hal yang buruk. Pendarahan yang terjadi pada ibu setelah melahirkan paling banyak dialami saat melahirkan secara operasi caesar. Namun hal ini tidak menjadi patokan karena banyak juga ibu yang melahirkan secara normal kemudian mengalami pendarahan. Semua wanita tentunya ingin melahirkan bayi sehat, apalagi bila melahirkan secara normal. Untuk mencegah terjadinya pendarahan setelah melahirkan, para ibu sebaiknya perlu untuk lebih paham mengenai gejala yang terjadi sebelum terjadi pendarahan.

Gejala Awal Pendarahan Setelah Persalinan

1. Peningkatan Denyut Jantung
Setelah melahirkan, setiap ibu harus lebih banyak beristirat, khususnya bagi para ibu yang mempunyai fisik yang lemah. Gejala pendarahan pada ibu usai melahirkan biasanya ditandai dengan denyut jantung yang iramanya tidak teratur. Denyut jantung yang tidak stabil dapat menganggu istirahat seorang ibu setelah melahirkan bayinya. Saat seorang ibu yang baru saja melahirkan mengalami hal seperti itu, sebaiknya jangan terlalu lelah serta segera hubungi Dokter atau Rumah sakit terdekat guna diperiksa sebelum terjadi hal buruk seperti pendarahan yang berbahaya.

2. Penurunan Tekanan Darah
Kondisi seorang Ibu usai melahirkan pasti masih lemah. Tekanan darah yang semakin menurun pada Ibu usai melahirkan sebaiknya perlu diperhatikan. Bila tidak, ini bisa menjadi salah satu gejala seorang ibu yang akan mengalami pendarahan setelah persalinan. Sebaiknya seorang ibu perlu lebih rutin mengecek tekanan darah, terlebih lagi setelah melahirkan serta masih dalam kondisi pemulihan.

3. Nyeri Pada Daerah Sekitar Vagina
Hal ini umumnya terjadi pada seorang Ibu yang melahirkan secara normal atau pervaginam. Rasa nyeri ketika melahirkan tentunya tidak masalah sebab akan membuahkan rasa bahagia setelah sang bayi lahir dengan selamat juga sehat. Akan tetapi, saat akan mengalami pendarahan biasanya para ibu akan merasakan nyeri pada vagina dan area di sekitarnya. Pendarahan yang terjadi setelah melahirkan tentu akan mengakibatkan iritasi di daerah sekitar Vagina.

Penyebab Pendarahan Setelah Melahirkan

1. Melahirkan Bayi Yang Terlalu Besar
Ukuran bayi yang lebih besar ketika berada didalam kandungan tentu akan mengalami sedikit kesulitan ketika melahirkan. NAmuni ini tergantung besarnya pinggul Ibu. Bila memiliki pinggul yang besar, biasanya bayi akan lebih mudah lahir. Akan tetapi, perlu diketahui bahwa melahirkan bayi yang lebih besar mempunyai resiko pendarahan karena jalan lahir yang sobek lebih luas sehingga membuat darah lebih cepat keluar. Untuk itu, sebaiknya ibu hamil berusaha supaya bayi tidak besar ketika didalam kandungan.

2. Kegemukan / Obesitas
Obesitas ialah salah satu pemicu pendarahan pada ibu setelah melahirkan, baik secara normal ataupun caesar. Untuk mengatasinya, sebaiknya para ibu hamil perlu menjaga pola makan agar nantinya badan tidak terlalu besar setelah melahirkan. Meskipun badan membesar setelah melahirkan, tapi para Ibu perlu wasapada jika berat badan nantinya tidak proporsional.

3. Terlalu Banyak Mengonsumsi Obat-obatan
Obat-obatan sering menjadi pemicu pertama pendarahan setelah melahirkan. Terlebih bila terlalu banyak mengonsumsi obat-obatan saat masa hamil. Usahakan untuk tidak terlalu banyak mengonsumsi obat-obatan ketika hamil karena dampaknya akan muncul setelah anda melahirkan, seperti pendarahan. Apabila ada berbagai cara alami, sebaiknya gunakan cara yang lebih alami sehingga tidak memiliki efek buruk bagi Ibu serta janin.
.

About seli

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates