Wednesday , 29 March 2017
Home » Info Kesehatan » Gawatkah Infeksi Pada Masa Kehamilan

Gawatkah Infeksi Pada Masa Kehamilan

Gawatkah Infeksi Pada Masa Kehamilan

Gawatkah Infeksi Pada Masa Kehamilan

Gawatkah Infeksi Pada Masa Kehamilan

Gawatkah Infeksi Pada Masa Kehamilan – Masa kehamilan merupakan masa-masa yang rentan baik bagi ibu hamil ataupun bagi janinnya. Banyak penyesuaian yang perlu dilakukan supaya ibu hamil dapat melewati masa kehamilannya dengan baik serta melahirkan bayi yang sehat. Salah satunya ialah memastikan tubuh bebas dari infeksi serta penyakit yang dapat membahayakan janin.
Bagi sebagian wanita, terkadang kehamilan dapat membuat tubuh mereka menjadi lebih rentan terkena infeksi. Tidak hanya itu, kondisi tubuh mereka saat hamil pun cenderung memicu infeksi yang mereka derita menjadi lebih berat bila tidak segera ditangani. Berikut ini ialah beberapa infeksi umum yang bisa menyerang wanita pada masa kehamilan.

1. Infeksi Saluran Kemih
Infeksi saluran kemih (ISK) terjadi saat bakteri menyerang bagian tertentu dari sistem saluran kemih yang terdiri dari ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra. ISK bisa dibagi menjadi dua bagian, yaitu ISK bawah dan atas. ISK bawah ialah infeksi yang terjadi pada uretra serta kandung kemih. Gejala dari kondisi ini meliputi rasa selalu ingin buang air kecil, nyeri / perih saat buang air kecil, warna urin yang keruh, dan juga bau urin yang menyengat. Sedangkan ISK atas ialah infeksi yang terjadi pada ureter juga ginjal. Gejala dari kondisi ISK ini meliputi nyeri pada bagian selangkangan, mual, serta demam.
ISK biasa terjadi selama masa kehamilan, hal ini terjadi karena hormon kehamilan menimbulkan perubahan pada saluran kemih serta membuat Anda lebih rentan untuk terkena infeksi. Jika tidak segera diobati, infeksi ini bisa menimbulkan infeksi pada ginjal serta berakhir dengan kelahiran prematur.

2. Vaginosis Bakteri
Bacterial Vaginosis (BV) / vaginosis bakteri terjadi karena terganggunya keseimbangan bakteri yang ada di vagina. Meski tidak menimbulkan rasa sakit ataupun gatal, BV dapat menyebabkan keputihan serta aroma vagina yang tidak sedap bagi wanita yang menderitanya.
BV pada umumnya tidak berbahaya, akan tetapi jika dialami oleh wanita yang sedang hamil, infeksi ini berisiko untuk menimbulkan komplikasi pada kehamilan, seperti keguguran / kelahiran prematur. Bagaimanapun bila vagina mengeluarkan cairan dalam jumlah yang banyak, sebaiknya segera periksakan diri anda ke dokter kandungan.

3. Infeksi Jamur
Infeksi jamur vaginitis muncul saat kondisi alami vagina terganggu oleh faktor internal / eksternal sehingga memicu pertumbuhan jamur mikroskopis secara berlebih. Infeksi jamur sering terjadi pada wanita hamil dikarenakan adanya perubahan hormon yang berdampak bagi kondisi vagina. Wanita yang menderita infeksi jamur biasanya mengalami keputihan yang disertai gatal-gatal.

4. Toksoplasma
Infeksi toksoplasma ditularkan melalui kotoran dari hewan peliharaan, terutama kucing. Sebagian besar wanita sudah memiliki virus tokso di dalam dirinya sebelum kehamilan serta karenanya telah membangun antibodi untuk melawan virus itu. Namun ada beberapa wanita yang belum mempunyai kekebalan tubuh terhadap virus ini. Infeksi toksoplasma ketika hamil berpotensi untuk menyebabkan kebutaan serta kerusakan pada otak bayi. Oleh sebab itu, hindari penanganan kotoran hewan ketika hamil dan selalu pastikan makanan yang Anda makan sudah dimasak sampai matang.

5. Infeksi Streptokokus Grup B
Tiga dari sepuluh orang mempunyai bakteri streptokokus Grup B (SGB) di dalam tubuhnya. Pada umumnya, bakteri ini tidak berbahaya serta tidak menimbulkan penyakit, demikian pula pada masa kehamilan. Meskipun begitu, pada beberapa kasus kehamilan, SGB bisa menyebabkan infeksi pada bayi sebelum / pada saat persalinan sedang berlangsung.

Apabila di kehamilan sebelumnya bayi Anda terinfeksi oleh bakteri SGB, konsumsilah antibiotik guna mencegah janin Anda yang sekarang terkena infeksi juga. Apabila Anda menderita infeksi kandung kemih dengan bakteri SGB, antibiotik pun perlu diberikan saat persalinan. Bayi Anda pun berisiko lebih besar untuk terkena infeksi SGB bila Anda mengalami melahirkan secara prematur, demam selama proses bersalin atau air ketuban pecah sebelum waktunya.

Selalu konsultasikan masalah kesehatan anda selama hamil dengan bidan atau dokter spesialis kandungan. Jaga kebersihan diri dan lingkungan untuk mencegah berbagai penyakit dating, juga sertai dengan mengonsumsi makanan yang bergizi dan cukup nutrisi nya.
Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates