Sunday , 26 March 2017
Home » Info Kesehatan » Ini Dampaknya Jika USG Terlalu Sering

Ini Dampaknya Jika USG Terlalu Sering

Ini Dampaknya Jika USG Terlalu Sering

Ini Dampaknya Jika USG Terlalu Sering

Ini Dampaknya Jika USG Terlalu Sering

Ini Dampaknya Jika USG Terlalu Sering – Zaman sekarang, melakukan Ultrasonografi (USG) selama masa kehamilan sudah menjadi hal yang rutin untuk dilakukan. Tidak perlu repot datang ke rumah sakit besar juga mahal untuk melakukan pemeriksaan dengan USG, bahkan sekarang bidan di desa juga sudah ada yang memilikinya. Melakukan pemeriksaan USG memang terbilang penting sebab sangat membantu petugas kesehatan guna mengetahui keadaan/kondisi janin yaitu letak janin, berat badan, pertumbuhan dan perkembangan organ tubuh janin, jumlah air ketuban sampai pada jenis kelamin janin. Berikut ialah yang dapat kita dapatkan dengan melakukan pemeriksaan USG:

1. Memastikan kehamilan (bisa dilakukan setelah usia kehamilan minimal enam minggu).

2. Bisa menentukan usia kehamilan dengan melihat langsung pada ukuran tubuh janin sehingga hasilnya lebih tepat daripada dengan perhitungan HPHT (hari pertama haid terakhir) yang kadang keliru sebab ibu hamil sendiri sering lupa kapan terakhir ia mendapat haid.

3. Mengamati pertumbuhan serta perkembangan janin.

4. Menentukan lokasi serta mengukur plasenta sehingga bisa diketahui jika terdapat masalah, misalnya plasenta yang menempel di dinding rahim terlalu rendah / sampai plasenta yang menutupi jalan lahir.

5. Mengukur jumlah cairan ketuban.

6. Dapat memeriksa kelainan yang bisa saja terjadi pada janin misalnya kelainan letak / posisi, atau ada cacat fisik seperti hidung sumbing, pembesaran kepala karena hydrocephalus, kelainan jantung, anensephali (ketiadaan tempurung kepala yang menutupi otak), sampai kelainan genetik seperti Down Syndrom.

7. Mengetahui jumlah pasti janin (misal tunggal / kembar).

8. Jika terjadi perdarahan saat kehamilan, dilakukan USG untuk memastikan keadaan janin atau memantau kemungkinan adanya ancaman keguguran.

9. Memeriksa kesehatan janin.
Dengan ultrasonografi, kita dapat segera mengetahui bila ada kemungkinan kelainan / kegawatdaruratan yang terjadi pada janin sehingga dapat segera mendapatkan penanganan serta perawatan yang sesuai.

Jadi, apa dampak dari melakukan USG yang terlalu sering?
Bahaya USG kehamilan terlalu sering umumnya masih menjadi perdebatan sebagian orang. Pada dasarnya, prinsip kerja ultrasonografi (USG) ialah dengan menggunakan gelombang suara yang bisa dipancarkan ke seluruh daerah rahim serta dipantulkan kembali ke media penerima untuk ditampilkan ke layar komputer sesuai dengan bentuk nyata yang ada di dalam rahim ibu. USG yang paling sederhana adalah USG 2D yang hanya menghasilkan gambaran janin dari sisi panjang, samping, dan lebarnya saja. Sekarang, USG semakin berkembang menjadi USG 3 D yang bisa menghasilkan gambar dengan ketebalan layaknya film 3Dimensi yang mana sangat mirip dengan keadaan janin di dalam rahim. Ada lagi USG 4 dimensi yang lebih canggih lagi sehingga kita dapat melihat langsung pergerakan janin.

Menurut penelitian sendiri, sebenarnya tidak terdapat bukti yang menunjukkan bahwa melakukan USG semasa kehamilan ialah berbahaya. USG sendiri merupakan alat yang memang sudah dirancang khusus untuk kehamilan. Efek samping yang disebabkan USG juga dapat dibagi menjadi dua, yaitu :
• efek termal yang langsung berdampak pada janin, serta
• efek nontermal yang disebabkan oleh efek mekanis yang berasal dari gelombang untrasonik.

Akan tetapi, kedua efek ini tidak memberikan bahaya pada janin ataupun ibu. Menurut para ahli, alat Ultrasonografi (USG) merupakan alat pemeriksaan yang aman dilakukan ketika kehamilan karena alat ini bekerja dengan memakai energi mekanik yang berasal dari gelombang suara. Dalam sebuah penelitian menunjukkan bahwa janin bisa mendengar gelombang suara yang dihasilkan oleh USG tapi suara ini tidak berbahaya untuk janin. Hanya saja, gelombang suara ini selanjutnya merangsang indera janin yang menyebabkan ia jadi sering bergerak selama proses pemeriksaan. Janin sendiri bisa menghindari gelombang ini sebab gelombang suara yang dihasilkan oleh USG sangat terlokalisasi. Janin bisa menghindarinya dengan hanya menggerakkan kepalanya. Menurut WHO (World Health Organization), gelombang suara ini baru bisa menimbulkan efek bahaya jika dilakukan sebanyak 400 kali. AJadi, USG sebenarnya tidak berbahaya bagi kehamilan akan tetapi tidak juga dianjurkan untuk sering dilakukan. Cukup 2 / 3 kali saja selama kehamilan, pengecualian pada kehamilan yang disertai dengan penyulit seperti gangguan kehamilan pertumbuhan, perdarahan dan perkembangan janin, ketuban pecah dini, dan penyulit lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates