Wednesday , 29 March 2017
Home » Info Kesehatan » Pahami Penyebab Preeklamsia

Pahami Penyebab Preeklamsia

Pahami Penyebab

Pahami Penyebab Preeklamsia

Pahami Penyebab Preeklamsia

Pahami Penyebab Preeklamsia – Preeklamsia ialah sebuah komplikasi pada kehamilan yang ditandai oleh tekanan darah tinggi (hipertensi) serta tanda-tanda kerusakan organ, contohnya kerusakan ginjal yang ditunjukkan oleh tingginya kadar protein pada urine nya (proteinuria). Gejala preeklamsia biasanya muncul ketika usia kehamilan memasuki minggu ke-20 atau lebih (paling sering pada usia kehamilan 24 hingga 26 minggu) sampai tak lama setelah bayi lahir. Preeklamsia yang tidak disadari oleh ibu hamil dapat berkembang menjadi eklamsia, kondisi medis serius yang mengancam keselamatan ibu hamil serta janinnya. Pada tahun 2014 preeklamsia serta eklamsia menjadi penyebab kematian ketika masa kehamilan nomor tiga tertinggi di dunia, dengan menyumbang 14 % dari total kematian ketika kehamilan seluruh dunia, menurut lembaga kesehatan intenasional.

Penyebab Preeklamsia
Hingga saat ini masih belum diketahui penyebab utama dari preeklamsia. Akan tetapi beberapa ahli percaya jika preeklamsia mulai berkembang dari plasenta. Plasenta merupakan organ yang menghubungkan suplai darah ibu hamil dengan suplai darah janin yang dikandungnya, serta nutrisi selama janin di dalam kandungan diberikan melalui plasenta.
Pada wanita yang mengalami preeklamsia, pertumbuhan serta perkembangan pembuluh darah plasenta terganggu, sehingga lorong pembuluh lebih sempit dari yang seharusnya dan melakukan reaksi berbeda terhadap rangsangan setiap hormon. Kondisi itu menyebabkan berkurangnya jumlah darah yang dapat dialirkan.
Beberapa ahli lainnya menduga bahwa kurangnya gizi, faktor keturunan, tingginya kandungan lemak tubuh, serta kurangnya aliran darah ke rahim menjadi penyebab terjadinya preeklamsia.

Terdapat beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko wanita mengalami preeklamsia, yakni:

1. Kehamilan pertama.
Risiko terkena preeklamsia paling tinggi ialah saat seseorang hamil pertama kalinya.

2. Pernah mengalami preeklamsia ketika kehamilan sebelumnya.

3. Sedang mengidap beberapa penyakit tertentu, seperti diabetes, lupus, sindrom antifosfolipid, hipertensi, atau penyakit ginjal.

4. Janin lebih dari satu.
Preeklamsia biasanya diidap oleh wanita yang sedang mengandung dua janin atau lebih.

5. Hamil setelah berganti pasangan.
Kehamilan pertama namun dengan pasangan yang baru meningkatkan risiko preeklamsia lebih tinggi dibanding kehamilan kedua / ketiga tanpa berganti pasangan.

6. Hamil setelah jeda 10 tahun atau dengan kehamilan sebelumnya.

7. Faktor usia.
Wanita hamil di atas usia 40 tahun memiliki risiko preeklamsia lebih tinggi.

8. Obesitas saat hamil.
Wanita Asia dengan indeks massa tubuh 25 / lebih ketika hamil bisa meningkatkan risiko preeklamsia.

9. Faktor keturunan.
Risiko mengidap preeklamsia lebih besar bila ada anggota keluarga yang pernah terkena preeklamsia.

Pengobatan dan Pencegahan Preeklamsia
Jika hasil diagnosis menyatakan bahwa Anda berisiko tinggi untuk terkena preeklamsia, biasanya dokter akan meminta Anda untuk mengonsumsi parasetamol dosis rendah. Parasetamol dosis rendah diduga bisa menurunkan risiko terkena preeklamsia. Wanita yang kekurangan asupan kalsium sebelum serta saat kehamilan pun akan disarankan mengonsumsi suplemen kalsium untuk mencegah terjadinya preeklampsia. Namun wanita hamil sebaiknya tidak mengonsumsi obat, vitamin, atau suplemen apa pun jika tanpa konsultasi dengan dokter kandungan terlebih dulu.

Pada dasarnya, hanya proses kelahiranlah yang dapat menyembuhkan preeklamsia. Apabila preeklamsia muncul saat usia janin belum cukup untuk dilahirkan, dokter kandungan akan memantau kondisi tubuh Anda juga sang calon bayi dengan seksama sampai usia janin sudah cukup untuk dilahirkan. Dokter pun akan meminta Anda menjalani analisis darah ultrasonografi serta NST lebih sering. Saat preeklamsia semakin parah, wanita hamil akan disarankan untuk rawat inap di rumah sakit hingga janin siap dilahirkan. Dokter akan menjalankan tes NST rutin guna memantau kesehatan janin.

Jika preeklamsia muncul saat usia janin sudah cukup untuk dilahirkan, biasanya dokter akan menyarankan tindakan induksi / operasi sesar untuk mengeluarkan bayi sesegera mungkin. Langkah ini diambil supaya preeklamsia tidak berkembang menjadi lebih parah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates