Monday , 24 July 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Penyebab Janin Terlilit Tali Pusar

Penyebab Janin Terlilit Tali Pusar

Penyebab Janin Terlilit Tali Pusar

Penyebab Janin Terlilit Tali Pusar

Penyebab Janin Terlilit Tali Pusar

Penyebab Janin Terlilit Tali Pusar – Semua ibu hamil sangat takut dengan kejadian apabila bayi yang ada dalam kandungan ternyata terlilit tali pusar. Beberapa kasus yang sering terjadi memang dapat menyebabkan bayi meninggal dalam kandungan / proses persalinan dengan resiko yang cukup tinggi. Biasanya ibu hamil sangat khawatir apabila tali pusar sampai melilit leher, maka bayi meninggal sebab tidak bisa bernafas. Namun sebenarnya bayi mendapatkan nutrisi serta oksigen dari tali pusat tersebut. Bayi tidak bernafas dalam kandungan serta baru akan bernafas saat mereka bisa menghirup udara. Ini berarti bayi baru bernafas ketika ia sudah lahir lahir. Jadi penyebab resiko kematian dikarenakan terlilit tali pusar memang bukan yang utama.

Berikut ini merupakan penyebab bayi terlilit tali pusar :

1. Tali Pusar Terlalu Panjang
Saat tali pusar yang dimiliki bayi terlalu panjang, maka beberapa gerakan bayi dalam kandungan dapat menyebabkan masalah ini. Gerakan bayi yang kuat dalam kandungan dapat meningkatkan ketegangan tali pusar. Akibatnya tali pusar yang meregang dapat membuat bayi terlilit. Umumnya hal ini dapat menyebabkan lilitan pada bagian leher bayi. Akan tetapi tali pusar yang panjang pun dapat menguntungkan karena dapat melindungi aliran darah dari ibu ke bayi. Tapi bila berlebihan juga dapat menyebabkan resiko kelahiran prematur.

2. Gerakan Bayi yang Kuat
Pada umumnya setiap bayi mempunyai ukuran tali pusat yang berbeda-beda. Tali pusar bekerja guna melindungi janin supaya selalu mendapatkan nutrisi dari ibu. Tali pusat berisi sebuah zat gelatin / jeli yang memiliki fungsi untuk melindungi pembuluh darah dalam tali pusar. Gelatin pun berfungsi untuk melindungi pembuluh darah tali pusar supaya tidak terkena tekanan yang berlebihan. Saat gerakan bayi normal maka tali pusar akan normal tapi jika gerakan berlebihan maka tali pusar juga dapat menjadi panjang. Jadi dorongan gerakan bayi yang kuat di dalam kandungan akan mendorong bayi terkena lilitan tali pusar. Ibu hamil perlu mengikuti semua perkembangan janin dari tahap awal hingga akhir kehamilan.

3. Bayi Turun ke Ruang Panggul
Pada trimester akhir kehamilan biasanya bayi akan mulai turun ke ruang panggul. Ketika masih dalam puncak rahim maka bayi mempunyai tali pusar yang mengikuti gerakan bayi. Apabila bayi masuk ruang panggul maka semua paket plasenta termasuk tali pusar pun akan dibawa turun oleh bayi. Posisi ketika itu biasanya air ketuban masih penuh sehingga bisa mendorong tali pusar melilit bayi, terutama pada bagian leher. Apabila hal ini terjadi maka biasanya tali pusar akan terbawa bayi sesuai dengan gerakan putaran dari ujung fundus sampai ke ruang panggul. Biasanya kondisi ini memang menjadi tanda-tanda bayi akan lahir dalam waktu dekat.

4. Kehamilan Kembar
Kehamilan kembar juga dapat menyebabkan resiko bayi terlilit tali pusar. Lilitan tali pusar dapat terjadi pada bayi itu sendiri / acak dengan kembarannya. Kondisi ini biasanya telah terdeteksi pada pertengahan kehamilan. Biasanya kehamilan kembar pun akan lahir pada waktu yang lebih awal sehingga posisi bayi turun ke ruang panggul juga akan lebih cepat. Kehamilan kembar dengan 1 kantung ketuban mempunyai resiko bayi terkena lilitan tali pusar yang lebih besar.

5. Ukuran Bayi Terlalu Besar
Ukuran bayi yang terlalu besar seperti pada ibu hamil yang mengalami diabetes gestasional juga mempunyai resiko tinggi bayi terlilit tali pusar.
Bayi dengan ukuran yang besar sebenarnya dipengaruhi oleh kadar gula yang tinggi semasa ibu sedang hamil. Kadar gula dalam darah ibu juga dapat melewati plasenta lalu kemudian diolah oleh pankreas janin untuk menghasilkan insulin. Hal inilah yang menyebabkan bayi bisa berukuran besar. Akibatnya gerakan serta berbagai dorongan posisi bayi inilah yang menyebabkan bayi terlilit tali pusar. Jadi semua ibu hamil perlu waspada dengan bahaya diabetes ketika hamil yang dapat menjadi penyebab bayi lahir prematur.

6. Ibu Hamil Kurang Nutrisi
Ibu hamil yang mengalami kekurangan nutrisi pun dapat menyebabkan bayi terlilit tali pusat. Apabila kekurangan nutrisi maka saat bayi bergerak, kemungkinan lilitan tidak dapat kembali seperti semula.

About seli

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates