Thursday , 27 July 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Tips Mengenali Kontraksi Awal yang Dianggap Wajar Pada Ibu Hamil

Tips Mengenali Kontraksi Awal yang Dianggap Wajar Pada Ibu Hamil

Tips Mengenali Kontraksi Awal Yang Dianggap Wajar Pada Ibu Hamil

Tips Mengenali Kontraksi Awal Yang Dianggap Wajar Pada Ibu Hamil

Tips Mengenali Kontraksi Awal Yang Dianggap Wajar Pada Ibu Hamil

Tips Mengenali Kontraksi Awal Yang Dianggap Wajar Pada Ibu Hamil – Adapun salah satu dari hal-hal yang dapat dikatakan sebagai suatu hal yang paling sangat istimewa yang akan dirasakan oleh setiap ibu yang kini tengah berbadan dua (hamil) yaitu dengan dapat merasakan yang namanya kontraksi (his). Rasa nyeri dan juga prasaan tegang yang akan dirasakan pada perut ini sebenarnya dapat terjadi pada trisemester berapa saja. Namun adapula kontraksi yang dapat dikatakan normal dan ada juga kontraksi yang wajar terjadi, sehingga diperlukannya kewaspadaan. Kontraksi memang dapat terjadi pada awal-awal kehamilan, trisemester kedua, dan trisemster ketiga.

Namun kontraksi ini pada umumnya memang yang akan terjadi pada saat menjelang persalinan, dan untuk kontraksi diawal kehamilan bisa dikatakan wajar dan juga tidak wajar. Hal ini yang perlu para bunda ketahui

Kontraksi Diawal Kehmailan Yang Wajar

kontraksi awal yang wajar terjadi bila :

1. Terjadinya kontraksi yang sesekali ataupun dengan frekuensi yang jarang. Rahim yang berkontraksi dapat menandakan bahwa reseptor oksitosin yang terdapat dalam rahim ibu sudah akan mulai terbentuk. Oksitosin itu sendiri merupakan hormon yang akan bertanggung jawab untuk merangsang kontraksi pada rahim pada saat proses persalinan terjadi. Dan ketika reseptor tersebut sudah mulai terbentuk, maka rahim ibu akan mudah untuk merangsang.

2. Durasi kontraksi yang tidak berlangsung secara lama atau sekitar 10 detik.

3. Terdapat kontraksi yang tidak menimbulkan rasa sakit, maupun nyeri, contohnya seperti kontraksi yang terjadi pada awal kehamilan. Ada yang dikatakan sebagai kontraksi wajar ialah kontraksi yang dapat terjadi setelah sebelumnya ibu yang banyak berjalan ataupun melakukan suatu pekerjaan. Kontraksi ini akan muncul dikarenakan rahim ibu mulai merasakan rangsangan akibat kelelahan.

kontraksi yang perlu diwaspadai bila:

Frekuensi ataupun durasi kontraksi yang dirasakan sekitar 1-2 menit. Hal ini juga bisa menjadi suatu penyebab dari pertanda adanya sesuatu yang bersifat patologis.

penyebab kontraksi diawal kehamilan:

1. Terdapat infeksi yang dirasakan oleh ibu hamil, dan infeksi ini akan mengeluarkan suatu hormon yang disebut dengan hormon prostaglandin yang dapat menimbulkan demam dan juga merangsang kontraksi.

2. Adanya gangguan yang terjadi pada janin, misalnya seperti gangguan kromosom. Maka tubuh akan memberikan sinyal bahwasanya janin sedang mengalami kondisi yang tidak baik.

hal yang perlu dilakukan

Untuk mengetahui lebih pasti tentang penyebab terjadinya kontraksi yang disebabkan karena masalah patologis, tentunya harus melakukan pemeriksaan yang lebih lanjut dengan dokter. Dan dokter akan melihat serta menghitung sebarapa seringnya ibu mengalami kontraksi. Oleh karena itu untuk memastikan ada atau tidaknya masalah yang terjadi pada janin dapat dilakukan tes darah pada ibu hamil. Dan kalaupun ada masalah yang terjadi pada janin, seperti inkompetensi serviks atau juga rahim ibu yang tidak kuat menahan janin, maka akan dilakukan penguatan dengan menggunakan obat ataupun operasi.

Bahayakah bila ibu hamil mengalami kontraksi diawal

Sebagian ibu hamil merasakan kontraksi pada awal kehamilan ataupun pada trimester berapapun. Namun ada juga ibu hamil yang tidak merasakan kontraksi disepanjang kehamilannya. Dan bila tidak ada kontraksi pada awal kehamilan atau dipertengahan kehamilan, maka hal ini dianggap wajar. Akan tetapi kontraksi justru sangat diperlukan pada saat menjelang persalinan. Dan bila tidak ada kontraksi, maka ada resiko kehamilan sewaktu-waktu karena kontraksi ini merupakan pertanda, reseptor hormon oksitosin terbentuk dan bekerja.

Dan jika tidak adanya kontraksi, berarti reseptor homron tidak terbentuk dan tidak bekerja. Hal ini kemungkinan terjadi yang mana hingga saat ini belum diketahui penyebabnya secara pasti, namun ada beberapa diantaranya di saran oleh Dokter Untuk Mempercepat Proses Persalinan yang dapat dilakukan. Namun kondisi yang terjadi seperti ini masih dapat dirangsang dengan menggunakan obat dalam bentuk infus. dan jika kontraksi masih tetap tidak ada, yang berarti induksi klinis telah gagal, dan persalinan harus segera dilakukan melalui jalan operasi. Penundaan yang terjadi dalam tindakan operasi juga dapat meningkatkan resiko janin mengalami hipoksia ataupun kekurangan oksigen.

About ayu sari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates