Tuesday , 24 October 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Waspadai Pendarahan ketika Hamil

Waspadai Pendarahan ketika Hamil

Waspadai Pendarahan ketika Hamil

Waspadai Pendarahan ketika Hamil

Waspadai Pendarahan ketika Hamil

Waspadai Pendarahan ketika Hamil – Siapa yang tidak khawatir jika ketika hamil tiba-tiba ibu mengalami pendarahan? Tentu setiap ibu hamil akan menyangka bahwa itu ialah pertanda yang berbahaya. Pendarahan saat hamil selalu dihubungkan dengan pertanda keguguran padahal ada berbagai macam pendarahan ketika ibu hamil serta tidak selamanya merupakan pertanda keguguran.
Penelitian yang dilakukan menunjukan bahwa ibu hamil mengalami sekitar 20-30% pendarahan. Meskipun presentase terbesar 50% menandakan bahwa pendarahaan saat hamil ialah salah satu pertanda keguguran namun masih ada penyebab lainnya yang dapat menyebabkan ibu hamil mengalami pendarahan ketika hamil.

Berikut ini ialah beberapa penyebab ibu hamil mengalami pendarahan ketika hamil :

1. Kehamilan diluar kandungan
Janin yang tumbuh serta berkembang di luar rahim / disebut kehamilan di luar kandungan akan mengakibatkan ibu mengalami keguguran. Kasus ini banyak yang disebabkan karena janin tumbuh pada tuba falopi atau saluran telur. Walaupun beberapa penyebab lainnya bisa berhubungan dengan ibu hamil yang mengalami serviks ovarium. Inilah yang menyebabkan ibu hamil mengalami pendarahan ketika hamil meski angka kejadiannya hanya 1 dari 60 kehamilan yang mengalami kondisi kehamilan di luar kandungan.

2. Hamil Anggur
Pendarahan yang terjadi pada ibu hamil bisa disebabkan oleh hamil anggur. Hamil anggur memang langka terjadi namun hamil yang disebabkan karena sel telur yang dibuahi tidak mengandung DNA serta tidak menjadi janin ini bisa terjadi pada kehamilan. Bahkan hamil anggur ini sama seperti kehamilan pada umumnya menumbuhkan plasenta serta menunjukan tanda-tanda adanya kehamilan. Biasanya ditandai dengan terjadinya pendarahan yang terjadi pada ibu hamil.

3. Pemisahan Plasenta
Pendarahan yang terjadi pada ibu hamil pada trimester dua kehamilan bisa disebabkan oleh terjadinya pelepasan plasenta dari dinding rahim sebelum persalinan. Bahkan hal ini sering terjadi pada ibu hamil yang usia kehamilannya memasuki 12 minggu sebelum kelahiran, walaupun demikian, ibu hamil yang mengalami kondisi seperti ini hanya 1% dari seluruh wanita yang sedang hamil.

4. Plasenta Previa
Plasenta previa terletak sangat rendah pada rahim serta menutupi leher rahim. Ini yang bisa mengakibatkan kondisi yang membutuhkan penanganan cepat. Walaupun kondisi plasenta previa hanya mungkin terjadi pada satu kehamilan dari 200 kehamilan yang terjadi namun pendarahan yang dialami oleh penderita plasenta previa akan diasakan sakit serta menganggu kondisi ibu hamil.

5. Kelahiran prematur
Ibu hamil yang mengalami pendarahan bisa menjadi pertanda akan terjadinya kelahiran prematur. Pendarahan pada waktu beberapa minggu sebelum memasuki usia persalinan harus segera dilakukan tindakan medis sehingga tidak akan membahayakan janin juga kesehatan ibu.

Pendarahan di usia kehamilan muda

Kehamilan muda merupakan usia kehamilan mulai dari 1 hingga 3 bulan. Pada usia kehamilan muda, ibu hamil akan mengalami perubahan fisik serta psikis sehingga beberapa perubahan harus diamati apakah perubahan yang biasa terjadi ketika hamil / perubahan tidak normal yang harus diwaspadai. Ibu yang mengalami sedikit pendarahan pada usia kehamilan muda memang sering kali terjadi, bahkan risiko komplikasi yang terjadi pada ibu hamil muda yang mengalami pendarahan hanya terjadi 5% saja.

Pendarahan yang terjadi pada awal kehamilan lebih sedikit dibandingkan dengan saat sedang haid. Pendarahan yang terjadi hanya berupa flek yang berwarna merah sampai cokelat. Penyebabnya terjadi pendarahan ringan pada usia kehamilan muda dikarenakan implantasi yakni kondisi sel telur yang dibuahi akan mulai menempel pada lapisan rahim. Kondisi inilah yang mengakibatkan pendarahan ringan terjadi beberapa hari pada ibu hamil.

Penyebab ibu mengalami pendarahan ketika usia kehamilan masih muda dapat pula disebabkan oleh polip serviks dimana terjadi pertumbuhan daging yang tidak membahayakan pada mulut rahim sertaseringkali mengalami pendarahan pada masa kehamilan yang disebabkan kandungan hormon estrogen meningkat. Penambahan jumlah pembuluh darah pada jaringan rahim bisa memicu terjadinya pendarahan. Walaupun dinilai wajar terjadi saat anda mengalami pendarahan pada usia kehamilan muda yang ditandai dengan flek merah sampai hitam namun sebaiknya perlu diwaspadai dengan berkonsultasi dengan dokter dan bidan. Apalagi jika anda mengalami pendarahan yang hebat yang disertai dengan kram perut serta keluarnya darah beku / jaringan fetus.

About seli

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates