Monday , 24 July 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Anyang-anyangan Pada Saat Hamil, Berbahayakah ?

Anyang-anyangan Pada Saat Hamil, Berbahayakah ?

Anyang-anyangan Pada Saat Hamil, Berbahayakah ?

Anyang-anyangan Pada Saat Hamil, Berbahayakah ?

Anyang-anyangan Pada Saat Hamil, Berbahayakah ?

Anyang-anyangan Pada Saat Hamil, Berbahayakah ? – Masa kehamilan ialah salah satu masa yang sering dikatakan sebagai fase sempurnanya pada seorang perempuan. Namun, pada masa kehamilan pun seringkali membuat seorang perempuan kepayahan. Seiring dengan pertumbuhan pada janin yang ada di dalam rahimnya, ibu yang sedang mengandung juga akan turut merasakan perubahan dan juga gejala yang terjadi pada tubuhnya. Salah satunya adalah anyang-anyangan. Perlukah anyang-anyangan pada ibu hamil dikhawatirkan?

Anyang-anyangan ialah gejala yang selalu ditandai dengan meningkatnya frekuensi berkemih yang ditandai dengan rasa tidak tuntas saat selesai berkemih. Wanita dewasa yang normal dalam memproduksi urin adalah dengan volume sekitar 1500-2000 cc per 24 jam. Kandung kemih dapat menampung air kencing (urine) dengan jumlah kapasitas berkisar 400-500 cc, ini berarti wanita dewasa yang normal akan berkemih dalam kisaran setiap 3 hingga 4 jam sekali.

Secara umum, peningkatan pada frekuensi berkemih dapat disebabkan beberapa factor, antara lain banyaknya volume air yang telah dikonsumsi, jenis dari minuman yang dikonsumsi, adanya perubahan suhu, atau dikarenakan penyakit tertentu seperti kencing manis, infeksi pada saluran kemih, batu saluran kemih, dan lain-lain. Makin banyak jumlah asupan cairan yang telah diminum seseorang, makin akan semakin banyak pula produksi urinnya sehingga frekuensi saat berkemih secara otomatis akan jadi meningkat. Mengkonsumsi minuman yang bersifat diuretic (merangsang kencing), seperti teh, kopi, dan alkohol juga akan meningkatkan frekuensi saat berkemih. Pada suhu udara yang lebih dingin, ginjal akan mengekskresikan air yang lebih banyak, sehingga produksi urin menjadi meningkat dan sehingga akan meningkatkan frekuensi berkemih.

Anyang-anyangan adalaha gejala yang sering dirasakani pada ibu hamil. Bahkan anyang-anyangan sendiri ialah salah satu penanda pada kehamilan seseorang. Anyang-anyangan pada ibu hamil terjadi di akibatkan adanya perubahan fisiologis pada tubuh ibu hamil. Proses ini dapat terjadi dikarenakan beberapa faktor, antara lain perubahan hormonal dan tekanan pada rahim yang membesar pada rongga panggul pada kandung kemih.

Perubahan Hormon

Perubahan hormon adalah gejala yang tidak dapat dipungkiri lagi akan terjadi pada proses kehamilan. Perubahan umum yang terjadi adalah adanya peningkatan kadar hormon progesteron dan estrogen. Peningkatan kadar hormon ini akan meningkatkan suplai darah ke ginjal. Peningkatan suplai darah yang mengalir ke ginjal dapat menghasilkan jumlah urin menjadi lebih banyak, sehingga dapat mengakibatkan gejala anyang-anyangan

Desakan Rahim pada Kandung Kemih

Pada kehamilan trimester pertama (pada usia kehamilan 1-12 minggu), rahim yang letaknya di rongga pelvis (panggul) akan terus mengalami pembesaran yang secara progresif. Kondisi rahim yang membesar ini akan membuat kandung kemih yang terletak di depan rahim terdorong atau terdesak. Sehingga kapasitas penampungan urin akan menjadi lebih kecil dan akibatnya kencing menjadi lebih sering yang di kenal sebagai anyang-anyangan.

Di sisi lain, desakan pada rahim yang sangat parah dapat juga menyumbat saluran kencing yang akan menyebabkan urin tidak dapat di keluarkan (retensi urin). Pada kehamilan trimester kedua (usia kehamilan di atas 12 minggu) rahim akan membesar dan naik meninggalkan rongga panggul, akibatnya terjadi desakan pada kandung kemih akan berkurang. Hal ini menyebabkan gejala anyang-anyangan pada ibu hamil akan berkurang setelah melewati trimester pertama kehamilan.

Gejala anyang-anyangan biasanya akan memberat pada malam hari. Hal ini sangat mengganggu dan akan menimbulkan kelelahan pada ibu hamil karena akan sering terbangun pada malam hari untuk berkemih. Posisi berbaring saat tidur akan menyebabkan peningkatan pada volume darah dari perifer kembali ke jantung, yang akan meningkatkan volume darah ke ginjal. Akibatnya, volume urin yang dihasilkan oleh ginjal akan semakin bertambah dan frekuensi untuk berkemih semakin sering.

Kapan Anyang-anyangan Harus segera Diwaspadai?

Anyang-anyangan pada ibu hamil umum terjadi karena akibat perubahan pada fisiologis tubuh ibu hamil. Hal ini memang akan sangat mengganggu, namun tidak perlu khawatir dengan berlebihan karena gejala umumnya akan berkurang seiring dengan bertambahnya usia kehamilan. Anda perlu khawatir apabila anyang-anyangan disertai dengan gejala-gejala lain seperti urin berwarna merah bercampur darah saat berkemih, atau adanya rasa nyeri saat berkemih.

Urin yang bercampur darah atau rasa nyeri pada saat berkemih pada umumnya berhubungan dengan kelainan seperti infeksi saluran kemih atau batu saluran kemih. Infeksi saluran kemih pada kehamilan harus segera ditindak lanjuti secara serius karena dapat berakibat fatal bagi janin yang ada dikandung. Apabila tidak teratasi, infeksi dapat menyebar ke saluran reproduksi hingga ke rahim yang dapat meningkatkan risiko terjadinya ketuban pecah dini, persalinan prematur, bahkan dapat menyebabkan keguguran.

Batu saluran kemih pada saat hamil dapat memberikan rasa nyeri yang sangat mengganggu dan bahkan juga dapat mengganggu fungsi ginjal yang sangat membahayakan bagi ibu dan janin. Ibu hamil yang mendapati gejala ini harus berkonsultasi dengan dokter urologi dan ahli kandungan untuk evaluasi dan tatalaksana yang lebih lanjut.

Tips mengurangi Anyang-anyangan

1. Kurangi mengkonsumsi minuman yang siifatnya diuretik (merangsang berkemih) seperti teh dan kopi

Jangan mengurangi minum air putih. Tetap minumlah dengan sewajarnya sesuai dengan kebutuhan harian yang normal (minimal 2 liter air putih sehari). Ingat, mengurangi minum tidak untuk menghilangkan gejala anyang-anyangan, bahkan bisa dapat mengakibatkan dehidrasi yang membahayakan bagi Anda dan janin.

2. Memperbaiki posisi pada saat berkemih

Pada posisi berkemih yang normal, baik secara duduk maupun jongkok, seringkali seringkali membuat urin yang dikeluarkan tidak maksimal sehingga dapat menyebabkan perasaan ingin berkemih secara terus menerus. Posisi urinasi jika mengalami anyang-anyangan sebaiknya berkemih dengan cara posisi sedikit menungging ke depan untuk membantu mengosongkan urin pada kandung kemih lebih maksimal.

 

About ayu sari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates