Wednesday , 29 March 2017
Home » Info Kesehatan » Dampak Perkawinan Usia Dini

Dampak Perkawinan Usia Dini

Dampak Perkawinan Usia Dini

Dampak Perkawinan Usia Dini

Dampak Perkawinan Usia Dini

Dampak Perkawinan Usia Dini – Perkawinan dalam usia muda adalah salah satu factor yang dapat menyebabkan keganansan mulut rahim. Kanker serviks merupakan kanker yang dapat menyerang bagian ujung bawah rahim yang menonjol ke bagian vagina. Kanker serviks adalah kanker yang berasal dari leher rahim maupun mulut rahim yang tumbuh serta berkembang dari serviks, bisa menembus keluar serviks dengan demikian tumbuh diluar serviks bahkan akan terus tumbuh sampai dinding panggul. Remaja tahap awal akan beresiko paling besar untuk menghadapi masalah dalam masa hamil serta melahirkan anak, BBLR, kematian bayi dan juga abortus, remaja tahap awal akan cenderung memulai perawatan prenatal lebih lambat dari pada remaja berusia lebih tua dan juga wanita dewasa, mereka mempunyai resiko tinggi.

Pada saat remaja alat reproduksinya belum matang dalam melakukan fungsinya. Rahim atau uterus baru siap melakukan fungsinya setelah usia 20 tahun, sebab pada masa ini fungsi hormonal akan melewati masa yang maksimal. Pada usia 14 sampai 18 tahun, perkembangan otot-otot rahim belum cukup bagus kekuatan dan kontraksinya dengan demikian jika terjadi kehamilan rahim bisa rupture (robek). Pada usia 14 sampai 19 tahun, system hormonal belum stabil, kehamilan menjadi tidak stabil mudah terjadi pendarahan dan akan terjadilah abortus atau kematian janin. Usia kehamilan yang terlalu dini dari persalinan akan memperpanjang rentang usia reproduksi aktif. Hal ini bisa mengakibatkan resiko kanker leher rahim di kemudian hari.

Beberapa  resiko yang dapat timbul dari kehamilan diusia dini diantaranya:

1.  Kurangnya perawatan senam hamil dan sebelum melahirkan
Gadis remaja yang hamil sangat berisiko untuk mengalami kekurangan dalam perawatan selama hamil dan sebelum melahirkan. Sebab perawatan ini sangat penting terutama pada bulan-bulan awal kehamilan, perawatan ini dapat berguna untuk memantau keadaan medis ibu serta bayi dan pertumbuhannya, dengan demikian jika ada komplikasi bias segera ditangani dengan cepat.

2. Tekanan darah tinggi
Remaja hamil mempunyai resiko mengalami hipertensi atau disebut dengan pregnancy-induced hypertension, jika dibandingkan dengan perempuan yang hamil di usia matang. Kondisi ini dapat memicu terjadinya pre-eklamsi, yakni kondisi medis yang berbahaya yang mengabungkan hipertensi dengan kelebihan protein dalam urine.

3. Kelahiran premature
Kehamilan yang normal akan berlangsung selama 38-40 minggu, dengan demikian apabila lahir sebelum usia tersebut disebut dengan kelahiran premature. Apabila ibu yang hamil tidak mendapatkan perawatan yang cukup ataupun mengalami kondisi tertentu. Maka bisa memicu kelahiran pre-mature yang beresiko pada bayi seperti akan mengalami gangguan pernafasan, system pencernaannya yang belum sempurna atau gangguan organ lainnya.

4. BBLR
Apabila kelahiran secara premature atau tidak mendapatkan gizi yang cukup selama hamil, maka ada kemungkinan bayi yang lahir mempunyai berat badan bayi yang rendah. Bayi yang mempunyai BBLR biasanya sekitar 1.500-2.500 gr, sedangkan apabila dibawah 1.500 gr maka tergolong Berat badan yang sangat rendah. Hal ini menimbulkan berbagai komplikasi yang bisa membahayakan sang bayi.

5.  Resiko tertular Penyakit Menular Seksual (PMS)
Remaja yang melakukan hubungan seks mempunyai resiko tertular penyakit seksual misalnya chlamydia dan HIV. Hal ini sangat penting untuk diwaspadai karena PMS dapat menyebabkan gangguan pada serviks atau mulut rahim atau menginfeksi rahim serta janin yang sedang dikandung.

6. Depresi Pasca Melahirkan
Kehamilan yang terjadi ketika remaja bisa beresiko tinggi untuk mengalami depresi pasca melahirkan. Para gadis ini dapat merasa down dan sedih  setelah melahirkan bayinya. Depresi dapat menganggu pertumbuhan bayi yang baru lahir dan juga perkembangan remaja tersebut.

7. Timbul Perasaan sendiri dan Terasing.
Remaja yang hamil cenderung akan mempunyai pikiran takut, terisolasi maupun merasa sendiri. Kondisi ini akan mempengaruhi perkembangan jiwanya serta janin yang ada di dalam kandungannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates