Thursday , 30 March 2017
Home » Info Kesehatan » Endometriosis dan Kehamilan

Endometriosis dan Kehamilan

Endometriosis dan Kehamilan

Endometriosis dan Kehamilan

Endometriosis dan Kehamilan

Endometriosis dan Kehamilan – Endometriosis adalah sebuah kondisi kelainan yang ada pada lapisan yang berfungsi melindungi rongga kehamilan (endometrium). Dalam kondisi normal ialah endometrium seharusnya berada pada rongga rahim, akan tetapi pada kasus endometriosis, endmetrium tumbuh pada jaringan di luar rahim. Endometriosis sering kali terjadi pada organ-organ seperti indung telur, pada usus, kandung kemih serta dalam kondisi tertentu terjadi di seluruh daerah panggul. Walaupun endometriosis tidak termasuk ke dalam golongan penyakit yang bisa mematikan, akan tetapi jangan pernah dianggap remeh, karena penyakit ini dapat mengganggu kesuburan wanita serta bisa menimbulkan rasa sakit yang luar biasa. Apabila endometriosis ini sampai menyebar hingga ke otak juga paru-paru, penderita yang mengidap endometriosis bisa mengalami pengempisan paru-paru serta mengalami kejang setiap kali haid. Sakit saat datang bulan yang tidak normal adalah keluhan yang sering terjadi dan dirasakan oleh penderita endometriosis. Tanda umum lainnya ialah sulitnya mendapat keturunan. Hal ini disebabkan oleh karena endometriosis bisa merusak struktur organ reproduksi wanita juga mengurangi sistem kekebalan tubuh untuk menyerang sperma yang masuk ke dalam rahim.

Endometriosis tidak digolongkan ke dalam penyakit kanker, walaupun jaringannya tumbuh secara tidak normal. Ketidak normalan endometriosis bukan disebabkan oleh sifat jaringannya, namun disebabkan oleh letaknya yang berada di luar rahim wanita. Pada wanita yang tidak sedang hamil, haid akan membuang endometrium serta pada saat kehamilan, jaringan endometrium menjadi salah satu bahan makananan bagi sang janin.
Endometriosis bisa menyebabkan tidak berfungsinya beberapa organ reporoduksi wanita, biasanya bisa mengganggu dari saluran telur, indung telur serta mengganggu yang lainnya. Endometriosis bisa menyebabkan sulitnya proses pembuahan atau fertilisasi, sehingga janin akan sulit terbentuk. Inilah salah satu penyebab penderita endometriosis akan sulit untuk mendapatkan anak. Lalu, apabila terjadi kehamilan, maka dikhawatirkan akan terjadinya kehamilan ektopik (kehamilan di luar kandungan) menjadi berpeluang lebih besar.

1. Gejala yang dirasakan oleh penderita endometriosis
Endometriosis memiliki gejala yang khas antara lain:
• Pada sat menstruasi, perut akan mulai terasa nyeri, kadang diikuti oleh kram di otot perut
• Jika akan duduk, sakit akan terasa menjalar sampai ke pinggang
• Bagian panggul akan terasa nyeri, di daerah belakang serta samping panggul
• Jika pernah menderita sakit maag, maka gejala endomteriosis akan mirip ketika sakit perut ketika mengalami maag
• Ketika buang air besar, terasa sakit pada daerah anus dan sekitarnya
• Ada kecenderungan vagina seperti menebal
• Sebelum datang siklus haid, akan di dahului oleh munculnya bercak merah
• Pada saat berhubungan seksual, akan terasa sakit
• Pada saat menstruasi berlangsung, jumlah darah yang keluar lebih berlimpah

2. Faktor Resiko
Pada umumnya penyakit endometriosis memang membutuhkan waktu untuk berkembang, bahkan pada beberapa penderita membutuhkan waktu sampai bertahun-tahun. Beberapa wanita pun dapat mengenali endometriosis menjelang waktu menopause.
Berikut ini ialah beberapa resiko tinggi terkena endometriosis.

• Perempuan yang melewati proses persalinan, baik secara normal maupun operasi Caesar
• Perempuan yang memiliki riwayat keluarga yang menderita endometriosis
• Penyakit tertentu yang dapat menyebabkan darah menstruasi tidak bisa keluar dari tubuh
• Perempuan yang pernah mengalami infeksi panggul
• Perempuan yang pernah mengalami kelainan organ Rahim
• Perempuan yang tidak memiliki anak
• Perempuan yang mengalami periode mentruasi lebih dari 7 hari
• Perempuan yang memiliki siklus menstruasi kurang dari 27 hari

3. Pengobatan
Apabila endometriosis terjadi akibat adanya gangguan hormonal, maka hal ini bisa disembuhkan dengan menggunakan obat-obatan untuk mengatur produksi hormon. Bila endometrisosis terjadi dan menjalar dalam bentuk kista, penyembuhan bisa dilakukan dengan operasi laparoskopi diikuti dengan terapi hormonal. Apabila operasi berjalan dengan baik, maka perempuan yang mengalami endometriosis ringan sebelumnya kemungkinan besar akan kembali bisa hamil kembali, namun ada pula beberapa kasus perempuan yang menderita endometriosis bisa hamil tanpa dilakukan operasi terlebih dulu, kemudian gejala endometriosisnya bisa berkurang. Jadi, jangan terlalu cemas bila anda mengalami endomteriosis. Peluang masih terbuka lebar untuk anda bisa hamil dan mendapatkan buah hati, selama anda dapat menerapkan pola hidup sehat, berpikiran positif serta melakukan terapi / pengobatan sesuai dengan petunjuk teknis dari dokter anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates