Wednesday , 26 July 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Fakta Dari Penyakit Alzheimer Yang Wajib Anda Ketahui

Fakta Dari Penyakit Alzheimer Yang Wajib Anda Ketahui

Fakta Dari Penyakit Alzheimer Yang Wajib Anda Ketahui

Fakta Dari Penyakit Alzheimer Yang Wajib Anda Ketahui

Fakta Dari Penyakit Alzheimer Yang Wajib Anda Ketahui

Fakta Dari Penyakit Alzheimer Yang Wajib Anda Ketahui – Alzheimer adalah penyakit yang sangat identik dengan lansia. Apa sebenarnya penyakit Alzheimer itu dan hal apa saja yang menjadi fakta penyakit unik ini? Simak selengkapnya!

Apa itu Alzheimer?

Alzheimer adalah penyakit sindrom yang disebabkan oleh apoptosis (mekanisme organisme multisel dalam membuang sel mati yang sudah tidak dibutuhkan oleh tubuh) sel otak dalam waktu yang hampir bersamaan, sehingga otak terlihat mengerucut dan mengecil. Penyakit atau kelainan ini seringkali dikatakan sebagai penyakit orangtua.

Faktor resiko bagi pengidap alzheimer meningkat seiring pertambahan usia. Sejak di atas usia 60-an, seseorang memiliki resiko 5% mengidap penyakit alzheimer dan akan meningkat dua kali lipat setiap 5 tahun (10%, 20%, 40%, …). Meskipun dihubungkan dengan usia di atas 60 tahun, tetapi ada bukti bahwa penyakit ini juga dapat diderita oleh mereka yang berusia di bawah 60 tahun.

Alzheimer mempunyai beberapa klasifikasi yang tergantung pada penyebab dan gejalanya. Namun gejala yang paling umum muncul adalah gangguan daya ingat (seringkali terkait oleh hal-hal kecil, misalnya sering lupa tempat dimana meletakkan kunci, sering lupa nomor telepon yang dahulunya mudah diingat, dll), kesulitan melakukan pekerjaan rutin yang pernah secara langsung dapat dilakukan sendiri, kesulitan bicara dan bahasa, disorientasi (waktu, tempat, dan orang), sulit mengambil suatu keputusan, sulit berpikir abstrak, sering salah meletakkan barang-barang (tidak sesuai dengan tempat yang diharapkan), mood dan perilaku gampang berubah, perubahan pada kepribadiannya (biasanya menjadi “aneh”), dan hilangnya dorongan, minat serta inisiatif.

Orang-orang yang beresiko tinggi terkena penyakit ini biasanya sering terjadi pada penderita penyakit hipertensi (biasanya di atas usia 40), kencing manis (diabetes), kurangnya olahraga, kolesterol yang tinggi, dan lain-lain.

Yang Harus Anda ketahu…

Nah, berikut ini adalah beberapa fakta penting yang terkait dengan penyakit Alzheimer yang wajib anda ketahu.

1. Alzheimer pertama kali telah diidentifikasi lebih dari 100 tahun yang lalu

Telah berpuluh-puluh tahun kemudian Alzheimer ternyata diketahui sebagai penyebab utama demensia. Gejala utama dari demensia ialah kepikunan. Tapi pikun itu sendiri bukanlah demensia. Jenis penyakit Alzheimer yang sangat banyak diderita ialah Alzheimer Demensia (dementia lzheimer).

2. Alzheimer yang paling banyak diderita lansia, tetapi belum diketahui sebab pastinya

penyebab dari fakta ini masih menjadi misteri. Namun demikian, ada beberapa penelitian khusus yang mengindikasikan bahwa Alzheimer terkait dengan serangkaian perubahan di dalam otak yang terkait dengan usia, misalnya: atrofi, peradangan, dan proses munculnya molekul-molekul yang tidak stabil.

3. Alzheimer yang diderita di usia sebelum 60 biasanya bersifat genetis

Orang-orang yang menderit Alzheimer sebelum usianya 60 tahun biasanya disebabkan oleh salah satu dari tiga mutasi genetis. Yang diderita oleh 5% penderita Alzheimer di dunia.

4. Kurang tidur dapat meningkatkan resiko mengidap Alzheimer

Menurut sebuah studi yang baru-baru ini, Amiloid adalah protein yang dapat “merampas” memori, protein ini akan semakin menumpuk di otak bila anda kurang tidur (amiloidosis). Protein jenis ini dapat meyerang memori jangka panjang yang ada di dalam otak dan memicu terjadinya Alzheimer.

5. Semakin sedikit waktu yang di habiskan untuk bersekolah, maka semakin besar resiko mengidap Alzheimer

Wow, benarkah begitu? Orang yang menghabiskan masa sekolah yang lebih sedikit akan memiliki resiko mengidap Alzheimer lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang bersekolah lebih lama (bersekolah hingga ke jenjang sekolah lebih tinggi). Hal ini disebabkan karena dengan bersekolah (belajar secara tersistem) dapat meningkatkan jumlah koneksi syaraf otak hingga berkali-kali lipat.

6. Resiko terkena Alzheimer lebih besar muncul pada mereka yang memiliki riwayat keluarga mengidap penyakit tersebut

Karena penyakit Alzheimer ini bersifat genetis (diwariskan), maka mereka yang memiliki riwayat keluarga terkena penyakit Alzheimer akan memiliki resiko lebih besar daripada yang tidak.

7. Penderita “down syndrome” memiliki resiko tinggi terkena penyakit Alzheimer

Penderita Sindrom Down (kelainan genetik yang terjadi pada kromosom 21 pada berkas q22 gen SLC5A3), berdampak pada mereka yang keterbelakangan pertumbuhan fisik dan mental akan memiliki resiko tinggi mengidap penyakit ini; mungkin di karenakan mereka memiliki ekstra kromosom 21, dan gen ini tampaknya terlibat dalam produksi amiloid.

8. Depresi dapat menjadi pertanda Alzheimer

Sebenarnya tidak bersifat secara langsung yang lazim ditemui. Gejala-gejala pada Alzheimer seperti mudah lupa dapat menyebabkan depresi dan sikap apatis.

9. Tidak semua gejala yang mirip dengan ciri Alzheimer menunjukkan positif Alzheimer

Uniknya, orang-orang dengan gejala yang mirip Alzheimer tidak bisa langsung divonis menderita penyakit Alzheimer. Seringkali seperti depresi, kecemasan, penyalahgunaan obat, efek samping obat, dan kelainan lainnya dapat menunjukkan gejal yang  hampir mirip. Oleh karena itu diagnosa Alzheimer tidak dapat di dilakukan secara instan dan gegabah.

10. Banyak cara untuk dapat mendiagnosa Alzheimer

Oleh karena fakta pada nomer 9, dokter mungkin akan melakukan diagnosa dari berbagai sisi, dengan memulai dari riwayat kesehatan, riwayat kesehatan keluarga, riwayat psikologis, tes kognitif, tes fisik, bahkan hingga tes darah dan pemindaian (scan) kepala.

11. Diagnosa dengan melibatkan orang lain

Kadang dokter juga akan menanyai pada keluarga, teman, atau siapapun yang dekat dengan anda untuk mengetahui perubahan-perubahan yang ada pada perilaku penderita yang mungkin mereka lihat.

12. Kegiatan rekreatif dan kreatif bisa mengurangi resiko mengidap Alzheimer

Ingin jauh dari resiko terkena Alzheimer? Aktivitas rekreatif yang secara mental dan sosial dapat merangsang daya kreasi anda dapat membantu menjauhkan anda dari penyakit ini.

misalnya dengan: bermain musik, membaca, belajar bahasa lain, bermain games yang dapat merangsang daya pikir, dan sejenisnya.

About ayu sari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates