Friday , 21 July 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Kenali Faktor-Faktor Penyebab Mimisan

Kenali Faktor-Faktor Penyebab Mimisan

Kenali Faktor-Faktor Penyebab Mimisan

Kenali Faktor-Faktor Penyebab Mimisan

Kenali Faktor-Faktor Penyebab Mimisan

Kenali Faktor-Faktor Penyebab Mimisan – Mimisan ialah terjadinya pendarahan dari hidung. Jadi darah keluar dari hidung, baik dari salah satu lubang hidung ataupun kedua lubang hidung. Mimisan bisa terjadi pada anak-anak maupun orang dewasa dengan berbagai sebab. Anak-anak yang sering mengalami mimisan biasanya akan berlanjut pada saat dewasa. Hal ini dapat disebabkan karena pembuluh darah yang banyak.

Faktor-Faktor Penyebab Mimisan Diantaranya:

1. Trauma atau adanya kejadian yang menyebabkan terjadinya mimisan misalnya seperti; terbentur, jatuh, terpukul, atau membuang ingus terlalu keras.

Anak-anak biasanya memang sering terjatuh saat bermain bersama teman-teman mereka. Pada saat jatuh tersebut maka bisa terkena pada bagian hidung atau pembuluh darah yang akhirnya akan menyebabkan mimisan. Anak-anak juga bisa mengalami mimisan karena terbentur saat bermain, misalnya terbentur dengan sesama teman main atau terbentuk tembok atau dapat juga terbentur benda keras lainnya karena kurang berhati-hati.

Penyebab lainnya adalah saat anak membuang ingus terlalu keras. Anak-anak cenderung lebih sering menderita pilek atau flu karena sering minum es ataupun jajanan yang kurang sehat sehingga menyebabkan daya tahan tubuh mereka lemah. Ingusan yang dialami kemudian tidak dikeluarkan dengan benar atau bahkan ada yang terlalu keras saat mengeluarkannya, hal ini dapat menyebabkan anak mengalami mimisan karena terjadi luka pada saat membuang ingus terlalu keras.

2.  Polusi udara seperti asap kendaraan bermotor, asap kebakaran dan asap rokok

Polusi udara bersifat iritatif sehingga dapat menyebabkan permukaan selaput lendir robek dan terjadilah mimisan. Hal ini dapat dialami oleh anak-anak yang memang terpapar polusi asap tersebut. Asap kendaraan bermotor menjadi penyebab yang dapat membuat anak-anak menjadi mimisan. Di daerah dekat hutan, asap kebakaran hutan yang menyebabkan polusi udara dapat mengakibatkan mimisan. Selain itu ada juga penyebab mimisan berupa asap rokok yang kita temui di banyak tempat.

3. Tidak sengaja melukai dinding hidung

Anak-anak bisa jadi sering bermain-main dengan hidung mereka dengan berusaha mengeluarkan kotoran dari hidung. Pada saat mengorek hidung tidak sengaja bisa melukai dinding hidung tersebut, kemudian terjadi mimisan.

4. Udara yang kering dan dingin

Udara yang kering dan dingin dapat juga menyebabkan munculnya mimisan. Hal ini biasa dialami oleh anak-anak ataupun orang dewasa yang memang mudah terkena mimisan. Faktor cuaca ini merupakan salah satu factor mimisan yang sulit dihindari, kita bisa melihatnya saat seseorang tiba-tiba mengalami mimisan padahal ia dalam keadaan biasa atau terlihat sehat. Jadi bagi yang memang mudah mimisan maka cuaca juga harus diperhatikan sehingga dapat melakukan persiapan terlebih dahulu. Misalnya dengan menyediakan sapu tangan atau obat untuk meredakan mimisan yang mungkin terjadi secara tiba-tiba.

5.  Meminum obat-obatan tertentu

Ada juga beberapa jenis obat-obatan yang dapat memicu terjadinya mimisan. Salah satunya ialah obat steroid yang berguna untuk melegakan saat hidung tersumbat. Jika memang mudah mimisan maka penggunaan obat steroid akan membuat kita berisiko mimisan. Obat-obatan lainnya yang juga dapat memicu timbulnya mimisan diantaranya seperti; aspirin, antikoagulan, dan obat pelega hidung tersumbat lainnya.

6. Alergi

Mimisan dapat terjadi karena seseorang menderita alergi pada sesuatu misalnya alergi pada makanan. Pada saat terpapar alergi tersebut maka pembuluh darah kapiler akan terbuka dan menyemprotkan darah ke dalam tubuh. Selanjutnya dapat berisiko keluar melalui hidung, dan terjadilah mimisan. Bagi yang menderita alergi dan mudah mimisan maka sebaiknya menghindari makanan yang menyebabkan alergi tersebut untuk menghindari terjadinya mimisan.

7. Penyakit sinusitis

Pada sinusitis dapat membuat penderitanya mengeluarkan darah dari hidung (mimisan). Darah mimisan tersebut bisa berbau, dengan warna yang hitam pekat. Jika sudah terindikasi demikian maka perlu segera diperiksakan ke dokter. Pemeriksaan lebih awal akan memudahkan pengobatan karena penyakitnya belum begitu parah.

8. Tekanan darah tinggi

Hipertensi dalam kehamilan atau pria yang memiliki tekanan darah tinggi bisa mengalami mimisan. Mimisan yang terjadi sebaiknya perlu diperhatikan jika mimisan yang terjadi berlebihan maka sebaiknya segera diperiksakan ke dokter. Mimisan tersebut dapat mengganggu aktivitas apalagi pada ibu hamil yang membutuhkan asupan gizi yang cukup untuk calon bayinya. Anak-anak jarang memiliki tekanan darah tinggi sehingga penyebab ini lebih cocok untuk orang dewasa.

9. Iritasi senyawa kimia

Mimisan juga dapat disebabkan karena terkena senyawa kimia, misalnya seperti amonia. Saat tubuh terutama hidung mengalami iritasi maka dapat terjadi pendarahan. Mimisan yang disebabkan karena iritasi senyawa kimia ini perlu diperhatikan untuk mengatasi masalah iritasinya.

10.  Penyakit Berbahaya

Mimisan dapat terjadi karena adanya penyakit lain yang menyerang tubuh kita. Ada beberapa penyakit yang dapat menyebabkan mimisan, seperti sinusitus dan tekanan darah tinggi. selain dua penyakit tersebut ada juga beberapa penyakit lainnya yang dapat memicu terjadinya mimisan.

Penyakit-penyakit yang ditandai dengan mimisan antara lain:
a.    Hemofilia

Hemofilia merupakan penyakit kelainan yang mengganggu fungsi pembekuan darah. Penyakit ini biasanya terjadi karena faktor keturunan, misalnya dari orang tua diturunkan ke anaknya. Selain karena faktor keturunan, ada juga faktor lain penyebab hemofilia yaitu karena kurangnya protein pembeku darah. Ciri-ciri hemofilia ialah warna kulit yang kebiruan, luka yang sulit kering, sering mengalami pendarahan seperti mimisan. Pada hemofilia pendarahan dapat terjadi tanpa sebab yang jelas, jadi jika merasa memiliki ciri-ciri tersebut sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter.

b.    Tumor rongga hidung

Tumor rongga hidung dapat menyebabkan pendarahan atau mimisan. Tumor pada rongga hidung sendiri sebenarnya jarang ditemui, ini merupakan penyakit pertumbuhan sel ke arah ganas yang mengenai hidung dan lesi termasuk kulit hidung luas dan juga vestibulum nasi. Gejala tumor ini berupa terjadinya pendarahan pada hidung, dan juga adanya ingus yang berbau karena mengandung nekrotik. Tumor dapat meluas ke rongga mulut atau ke bagian pipi. Biasanya penderita juga merasakan sakit kepala hebat yang disertai dengan keluarnya cairan otak melalui hidung.

c.    Psikosomatis

Psikosomatis merupakan konsidi terganggunya mental dan psikologis. Kondisi tersebut dapat menyebabkan terjadinya gangguan pada fisik penderita, misalnya mimisan. Jadi mimisan dapat juga ditimbulkan oleh kondisi mental seseorang yang terganggu, tidak selalu karena penyakit fisik. Hal-hal yang dapat menyebabkan terkena psikosomatis adalah stress, depresi, dan rasa cemas berlebihan. Saat mengalami depresi maka tubuh akan terpengaruh juga dan ikut terganggu. Mimisan yang muncul karena gejala psikosomatis ini dapat sembuh dengan sendirinya sesuai dengan pulihnya kesehatan mental seseorang. Namun jika mimisan terjadi secara berlebihan maka perlu juga pengobatan lebih lanjut ke dokter.

d.    Leukimia

Mimisan juga dapat terjadi pada penderita leukimia. Leukimia (kanker darah putih) merupakan penyakit yang terjadi karena jumlah sel darah putih yang terus meninggi sehingga mengganggu sel lainnya. Penyakit ini bisa menyerang pada anak-anak ataupun pada orang dewasa. Penderita leukimia awal akan sering terjadi pendarahan melalui hidung atau mimisan. Mimisan yang terjadi pada penderita leukimia biasanya tidak mudah berhenti dan akan sering terjadi.

Disamping adanya mimisan, rasa pusing yang luar biasa juga bisa dialami oleh penderita leukimia. Pendarahan juga tidak hanya terjadi dari hidung saja tetapi di bagian gigi dan gusi juga bisa terjadi pendarahan.

e.    Demam Berdarah

Demam berdarah juga bisa menimbulkan gejala mimisan. Seperti yang kita ketahui demam berdarah terjadi karena gigitan nyamuk yang membawa virus dengue. Beberapa gejala penyakit demam berdarah seperti; sakit kepala, demam, kulit kemerahan, nyeri otot dan sendi, dan pendarahan atau mimisan.

About novi iin safitriani

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates