Thursday , 30 March 2017
Home » Info Kesehatan » Ketahui Jenis Penyakit Buta Warna

Ketahui Jenis Penyakit Buta Warna

Ketahui Jenis Penyakit Buta Warna

Ketahui Jenis Penyakit Buta Warna

Ketahui Jenis Penyakit Buta Warna

Ketahui Jenis Penyakit Buta Warna – Penyakit buta warna merupakan suatu kelainan yang diakibatkan oleh ketidakmampuan sel-sel kerucut mata untuk menangkap suatu spektrum warna tertentu karena faktor genetis. Penyakit Buta warna adalah kelainan genetika yang diturunkan dari orang tua kepada anaknya, kelainan ini disebut dengan sex linked, sebab kelainan ini dibawa oleh kromosom X. Artinya bahwa kromosom Y tidak membawa faktor buta warna. Hal inilah yang dapat membedakan antara penderita buta warna pada laki-laki serta perempuan.

Penderita dengan penyakit buta warna akan kesulitan membedakan nuansa warna atau buta terhadap warna tertentu. Buta warna tidak bisa disembuhkan. Masalah mereka terutama yaitu membedakan nuansa hijau atau deuteranomali, nuansa merah atau protanomali dan kebutaan warna hijau atau deuteranopia, warna merah atau protanopia. Untuk kebutaan terhadap warna biru dan buta warna total sangat jarang terjadi.

Berikut jenis penyakit buta warna, ada tiga macam yaitu:
1. Trikomasi
Penyakit buta warna ini yaitu perubahan sensitifitas warna dari satu jenis ataupun lebih sel kerucut. Jenis buta warna ini akan paling sering dialami dibandingkan jenis buta warna lainnya. Terdapat tiga macam trikomasi yaitu:
a.    Protanomali yaitu kelemahan warna merah.
b.    Deuteromali yaitu kelemahan warna hijau.
c.    Tritanomali yaitu kelemahan warna biru.

2. Dikromas
Dikromasi adalah tidak adanya satu dari 3 jenis sel kerucut, yang terdiri dari:
a.    Protanopia yaitu tidak adanya sel kerucut warna merah dengan demikian kecerahan warna merah dan perpaduannya berkurang.
b.    Deuteranopia yaitu tidak adanya sel kerucut yang peka terhadap warna hijau.
c.    Tritanopia yaitu tidak adanya sel kerucut yang peka terhadap warna biru.

3.  Monokromasi
Penyakit buta warna ini ditandai dengan hilangnya ataupun berkurangnya semua penglihatan warna, dengan demikian yang terlihat hanya putih dan juga hitam pada jenis tipikal serta sedikit warna pada jenis atipikal. Jenis buta warna ini yang prevalensinya sangat jarang.

Retina mata mempunyai hampir tujuh juta sel fotoreseptor yang terdiri dari 2 jenis sel– sel batang serta sel kerucut yang terkonsentrasi di bagian tengahnya yang disebut dengan makula. Sel batang sangat sensitif terhadap suatu cahaya, dan bisa menangkap cahaya yang lemah seperti cahaya dari bintang pada malam hari, akan tetapi sel itu tidak bisa membedakan warna. Berkat sel batang dapat melihat hal-hal di sekitar kita pada malam hari, akan tetapi hanya dalam nuansa hitam, abu-abu, serta putih. Sel kerucut bisa melihat detail obyek lebih rinci serta membedakan warna namun hanya bereaksi terhadap cahaya terang. Kedua jenis sel ini berfungsi saling melengkapi sehingga kita dapat memiliki penglihatan yang tajam, rinci dan juga beraneka warna.

Terdapat tiga jenis sel kerucut pada retina. Mereka masing-masing dapat berisi pigmen visual (opsin) yang berbeda dengan demikian bereaksi terhadap panjang gelombang cahaya yang berbeda: merah, hijau serta biru. Sel kerucut akan menangkap gelombang cahaya sesuai dengan pigmen masing-masing serta akan meneruskannya dalam bentuk sinyal transmisi listrik ke otak. Kemudian Otak akan mengolah dan juga menggabungkan sinyal warna merah, hijau dan juga biru dari retina ke tayangan warna tertentu. Karena terdapat perbedaan intensitas dari masing-masing warna pokok tersebut, dengan demikian kita bisa membedakan jutaan warna. Gangguan karena penerimaan cahaya dengan satu jenis atau lebih sel kerucut di retina akan berdampak langsung pada persepsi warna pada otak. Seseorang yang buta warna mempunyai cacat atau kekurangan satu atau lebih jenis sel kerucut.

Pada umumnya penyakit buta warna diketahui pada saat sudah mulai dewasa. Pada awalnya bisa terjadi kebingungan pada dirinya serta orang orang sekitarnya, bahwa warna yang dilihat oleh orang lain akan berbeda dengan yang dilihat oleh penderita, seperti seseorang melihat suatu warna sebagai warna merah, akan tetapi penderita melihatnya sebagai warna hijau.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates