Sunday , 26 March 2017
Home » Info Kesehatan » Ketahui Tempe Bongkrek dan Bahayanya

Ketahui Tempe Bongkrek dan Bahayanya

Ketahui Tempe Bongkrek dan Bahayanya

Ketahui Tempe Bongkrek dan Bahayanya

Ketahui Tempe Bongkrek dan Bahayanya

Ketahui Tempe Bongkrek dan Bahayanya – Tempe bongkrek merupakan tempe yang dibuat dari ampas kelapa yang sangat berpeluang untuk terkontaminasi oleh suatu bakteri Pseudomonas cocovenenans. Dalam tempe bongkrek, bakteri ini dapat memproduksi toksin tahan panas yang mengakibatkan keracunan pada orang yang mengonsumsinya. Asam bongkrek dapat memobilisasi glikogen di dalam liver, yang dapat menyebabkan hiperglikemi dan dapat menghambat pembentukan ATP yang akan menyebabkan kematian. Untuk toksoflavin dapat menghasilkan hidrogen peroksida yang toksik terhadap sel.

Bakteri Pseudomonas cocovenenans dapat timbul akibat proses fermentasi yang tidak sempurna dimana dapat menghasilkan enzim tertentu yang akan memecah sisa minyak kelapa dalam tempe bongkrek. Proses tersebut akan menghasilkan asam lemak dan gliserol. Lalu, asam lemak akan akan mengalami pemecahan yang membentuk asam bongkrek serta sebagian toksoflavin. Asam bongkrek ataupun toksoflavin, dapat tetap bertahan dengan pemanasan tinggi sampai suhu 120 derajat Celcius.

1.    Keracunan Tempe Bongkrek
Gejala keracunan tempe bongkrek dapat timbul 12 sampai 48 jam setelah mengkonsumsi tempe bongkrek yang sudah terkontaminasi. Gejala keracunan dapat bervariasi mulai dari yang sangat ringan hanya pusing, mual serta nyeri perut hingga berat berupa gagal sirkulasi dan juga respirasi, kejang dan juga kematian. Hanya cuma mengkonsumsi 5 – 25 gram tempe bongkrek beracun sudah bisa menyebabkan kematian.

2.    Tingkatan gejala kercunan tempe bongkrek
a.    Ringan             : mengalami pusing, mual dan muntah
b.    Sedang            : mengalami pusing, mual, muntah dan sakit perut
c.    Berat               : mengalami diare, kejang, keluar buih putih pada mulut
d.    Meninggal       : terdapat bercak darah beku di bawah kulit

Antidotum yang spesifik akibat keracunan bongkrek belum ada. Terapi nonspesifik hanya ditujukan untuk menyelamatkan nyawa, dapat mencegah absorbsi racun lebih lanjut serta mempercepat ekskresi. Atasi gangguan sirkulasi serta respirasi, dapat diberi arang aktif.

3.    Tindakan yang bisa dilakukan apabila keracunan tempe bongkrek antara lain:
a.    Penderita keracunan harus dirujuk ke rumah sakit, sementara itu jika penderita masih sadar usahakan mengeluarkan sisa makanannya. Penderita dapat dirangsang secara mekanis supaya muntah.

b.    Berikan norit 20 tablet dengan digerus dan diaduk dengan air dalam gelas yang sekaligus, dan ulangi satu jam kemudian.

c.    Jika perlu atasi syok dengan infus glukosa 5 persen dan pernapasan buatan.

d.    Apabila tidak berhasil lakukan bilas lambung di rumah sakit.

4.    Usaha Pencegahan Keracunan
Usaha-usaha untuk menghindari atau mencegah timbulnya racun pada pembuatan tempe bongkrek antar lain:
a.    Dengan penambahan kapang atau jamur Monilla sitophila sebagai pengganti kapang bongkrek. Kapang ini dapat memanfaatkan sisa minyak kelapa yang masih terdapat di dalam ampas kelapa dalam waktu satu hari satu malam sehingga bakteri P.cocovenenans tidak bisa memproduksi toksin.

b.    Untuk mencegah pertumbuhan bakteri P.cocovenenans dapat menambahkan antibiotik Aureomycin serta Terramycin.

c.    Dengan penambahan daun calincing ataupun Oxalis sepium yang sering dimanfaatkan untuk membuat sayur asam, daun calincing ini selain bisa menghambat pertumbuhan bakteri bongkrek, juga sebagai antidotum (penawar racun) akibat keracunan asam bongkrek. Kandungan asamnya bisa menghambat pertumbuhan bakteri P.cocovenenans, misalnya asam oksalat 0,06%, asam sitrat 0,05% serta asam-asam tartrat, malat dalam jumlah sedikit. Akan tetapi penambahan daun segar pada pembuatan tempe bongkrek ini dapat menyebabkan timbulnya warna hijau serta rasanya agak asam, dengan demikian kurang disukai.

d.    Dengan penambahan garam dapur atau NaCl 1,5 – 2 % pada ampas kelapa, juga bisa menghambat pertumbuhan bakteri bongkrek, dengan demikian bisa mencegah pembentukan asam bongkrek.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates