Monday , 24 July 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Bolehkah Sushi dikonsumsi oleh Ibu Hamil ?

Bolehkah Sushi dikonsumsi oleh Ibu Hamil ?

Bolehkah Sushi dikonsumsi oleh Ibu Hamil ?

Bolehkah Sushi dikonsumsi oleh Ibu Hamil ?

Bolehkah Sushi dikonsumsi oleh Ibu Hamil ?

Bolehkah Sushi dikonsumsi oleh Ibu Hamil ? – Sushi ialah makanan tradisional jepang yang telah mendunia bahkan makanan ini sudah mencuri hati masyarakat Indonesia, tak terkecuali bagi ibu yang sedang hamil. Makanan ini memiliki cita rasa yang sangat khas dengan campuran rumput laut, nasi, juga aneka seafood dan cuka yang khas juga dari negara jepang. Sushi juga memiliki aneka macam jenisnya, dari mulai terbuat dari seafood atau ikan yang masih mentah dampai denga nisi seafood atau malah daging yang sudah matang. Hal ini Karena di negara Jepang kebanyakan orang memakan ikan mentah, sebab rasanya yang lebih segar dan fresh. Lantas bolehkah Sushi dikonsumsi oleh Ibu Hamil?

Jawabannya ialah boleh – boleh saja, asalkan seafood yang dipilih pada sushi sudah melalui proses yang benar – benar matang. Disamping itu makanan laut atau seafood sangat bermanfaat dalam menurunkan kekhawatiran yang sering kali dialami oleh para ibu hamil. Para peneliti dari Children 90-an di University of Bristol serta Universitas Federal Rio de Janiero, Brazil, menemukan bahwa para wanita yang tidak pernah mengonsumsi seafood mempunyai kemungkinan 53 % lebih besar mengalami tingkat kecemasan tinggi pada usia 32 minggu kehamilan jika dibandingkan dengan wanita yang mengonsumsi makanan laut secara teratur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 2 kali makan ikan putih serta satu kali makan ikan berminyak setiap minggu akan cukup guna menangkal kecemasan. Kecemasan yang berlebihan tak baik bagi kesehatan jangka panjang ibu serta dapat menyebabkan bayinya yang lahir prematur serta mempunyai berat badan lahir rendah. Penelitian sebelumnya dari Anak 90-an sudah menunjukkan efek yang menguntungkan dari makan ikan berminyak selama kehamilan pada IQ serta penglihatan anak. Studi baru ini menunjukkan betapa pentingnya minyak ikan bagi
kesehatan mental ibu dan kesehatan serta perkembangan bayinya.

Meskipun Kongres Amerika of Obstetricians serta Gynecologists masih merekomendasikan untuk tidak memakan sushi saat hamil, belum ada bukti ilmiah yang menghubungkan ibu hamil makan sushi dengan risiko kesehatan bagi bayi / komplikasi dengan kehamilan. Bahkan, Dr. Amos Grunebaum, Direktur Obstetri serta Kepala Tenaga Kerja & Pengiriman di Cornell Pusat medis mengatakan tak ada masalah yang berarti. Di Negara Jepang, mengonsumsi ikan mentah dianggap sebagai bagian dari nutrisi neonatal baik dengan syarat ikan tidak mengandung kadar merkuri yang tinggi (salmon adalah pilihan yang paling aman).

Kekhawatiran utama mengenai wanita hamil yang mengonsumsi sushi tampaknya datang dari rasa takut akan parasit. Akan tetapi, salmon jarang sekali mengandung parasit yang berbahaya bagi tubuh. Akan tetapi, bila anda tidak mengkhawatirkan dampaknya sebaiknya anda memilih sushi yang sudah diproses, yakni seafood yang sudah di proses / benar Рbenar sudah matang. Menurut penelitian dari National Academy of Sciences Institute of Medicine, rata-rata penyakit seafood terkait dengan bahan yang digunakan ialah sejenis kerrang Рkerangan, bukan dari ikan. Selanjutnya, bagi anda yang memilih untuk mengonsumsi seafood terutama jenis sushi sebaiknya anda mengikuti saran dari Departement of Agriculture’s Food Safety and Inspection Service, dari Amerika Serikat yang menyatakan bahwa suhu masakan yang aman ialah sekitar 63 derajat celcius dan minimal 15 detik.

Untuk anda yang ingin mengetahui apakah seafood telah dimasak dengan suhu yang sesuai maka anda bisa memastikannya dengan menggunakan termometer khusus untuk masakan, dengan demikian mikroorganisme seperti parasit juga bakteri dapat terhindar dari ibu hamil. Sedangkan untuk memastikan kembali apakah seafood telah matang maka anda bisa membedakan seperti kulit udang / lobster yang berwarna merah sehingga dagingnya terlihat seperti seputih mutiara. Sedangkan cumi-cumi berwarna putih susu serta dagingnya agak alot. Pada ikan yang mempunyai daging ikan berwarna putih maka tulangnya akan mudah untuk dilepas dengan garpu sedangkan untuk yang terakhir ialah cangkang kerang yang terbuka berarti makanan itu sudah matang, maka buanglah kerang yang cangkangnya masih tertutup atau anda bisa merebusnya kembali hingga cangkang kerrang terbuka.
Semoga artikel ini dapat bermanfaat.

About seli

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates