Friday , 24 March 2017
Home » Info Kesehatan » Meningkatkan Nafsu Makan Anak

Meningkatkan Nafsu Makan Anak

Meningkatkan Nafsu Makan Anak

Meningkatkan Nafsu Makan Anak

Meningkatkan Nafsu Makan Anak

Meningkatkan Nafsu Makan Anak  РNafsu makan anak yang rendah membuat orangtua khawatir akan asupan gizi penting untuk pertumbuhan si buah hati. Selain itu, rutinitas memberikan makan akan menjadi hal yang menjengkelkan bagi orangtua. Berikut ini beberapa cara untuk meningkatkan nafsu makan anak yang rendah.

1. Memberikan Menu Makanan Yang Variatif
Jika makanan yang diberikan pada anak terlalu sering dan kurang bervariasi, anak cepat bosan karena sudah terbiasa dan hafal dengan makanan tersebut. Terutama bagi balita yang lebih rewel daripada anak yang berusia lebih kecil. Balita umumnya telah mengenal beberapa makana lain seperti cemilan sehingga sudah lebih sensitif dengan rasa makanan. Anak perlu diberikan tambahan makanan atau variasi seperti pisang yang ditambah madu, bakso ikan yang dibuat sendiri, nugget ayam dengan sayuran seperti wortel, bubur kacang hijau, dan berbagai makanan kreasi ibu. Semakin bervariasi makanan yang diberikan, anak akan lebih penasaran dan mau mencoba makanan yag baru. Sebaiknya setiap makan diberikan menu yang berbeda sehingga anak mau mencobanya. Hal ini disebabkan karena anak-anak memiliki rasa ingin tahu yang besar sehingga akan selalu mau mencoba hal-hal baru seperti makanan yang baru.

2. Berikan Makanan dengan Bentuk dan Warna yang Menarik
Rasa saja tidak cukup untuk menarik minat anak dengan makanan karena biasanya kebanyakan anak belum begitu mengenal dan bisa membedakan rasa makanan. Bentuk makanan yang unik, seperti gambar karakter kartun dan warna-warni yang aktraktif dapat meningkatkan nafsu makan anak walaupun rasanya biasa-biasa saja. Selain itu tentunya perlu kreativitas orang tua untuk menyusunnya.

3. Disiplinkan Waktu Makan
Jadwal makan yang kurang tertib dan tidak disiplin dapat menyebabkan nafsu makan anak menjadi turun karena sudah terbiasa tidak diberikan makan pada jamnya dan terkadang malah mengonsumsi cemilan yang gizinya rendah. Hal ini biasanya terjadi karena kesibukan orangtua menyebabkan sulitnya mengatur waktu untuk memberi makanan pada anak dengan rutin. Anak yang awalnya sangat ingin makan akan malas untuk melanjutkan makan karena jadwalnya dimajukan lebih cepat saat mereka belum lapar atau dimundurkan saat mereka sudah mengganjal rasa lapar dengan cemilan atau lupa dengan rasa laparnya. Selain itu, saat pemberian makan, anak juga harus didisiplinkan dengan memberi makan sesuai porsinya dan harus dihabiskan. Jika tidak didisiplinkan, anak akan terbiasa berbuat semaunya dan tidak menuruti jadwal makan yang ditetapkan orangtua.

4. Persiapkan Sebelum Makan
Menjelang makan, berikan anak waktu untuk bersiap-siap sekitar 10 hingga 15 menit. Dalam rentang waktu ini, anak harus menghentikan aktivitas lain yang dapat mengalihkan perhatiannya dari makanan. Televisi, mainan, atau teman-temannya dapat menyebabkan anak tidak fokus dengan makanannya. Usahakan anak jauh dari gangguan agar dapat merasakan rasa enak makanan dalam mulut. Dengan fokus, anak dapat menghabiskan makanannya dan lebih menikmati kasih sayang orangtua yang menyuapinya.

5. Membuat anak tertawa
Menjauhkan anak dari aktivitas bermain dan televisi tidak bertujuan agar suasana menjadi serius an tegang, karena anak akan menjadi takut dan enggan. Bercanda dengan anak dan membuatnya tertawa seperti memainkan sendok dan piring dapat membuat anak menjadi lebih santai dan senang dengan aktivitas makan. Saat anak senang, anak akan lebih suka diajak dan tidak menghindar dari aktivitas makan sehingga menyuapinya akan lebih mudah.

6. Menggunakan Peralatan Makan Berwarna Cerah dan Bergambar
Anak-anak suka dengan warna cerah terutama dengan gambar-gambar seperti kartun. Dengan menggunakan peralatan makan yang menarik bagi anak, akan membuatnya tertarik dan menyukai kegiatan makan. Selain itu, pemilihan alat makan yang tepat juga dapat membuat suasana menjadi ceria sehingga anak akan lebih bahagia saat makan.

7. Mengurangi Minum Air Sebelum Makan
Minum air sebelum makan akan membuat anak lebih kenyang sehingga akan lebih sulit menerima makanan. Dengan menghindari dan mengurangi air yang diminum anak sebelum makan, akan membuatnya lebih cepat merasa lapar. Selain itu, asupan air minum saat anak sedang makan juga perlu dibatasi. Minum air saat makan akan mempercepat munculnya rasa kenyang sehingga anak akan cepat meninggalkan makanan sebelum makanannya habis.

Selain cara-cara di atas, yang terpenting adalah memahami dengan baik mengapa anak sulit makan. Bujuk anak dengan halus agar mau makan. Jika anak tidak mau makan karena sakit, bawalah ke dokter untuk diobati, dan mendapat peningkat nafsu makan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates