Friday , 24 March 2017
Home » Info Kesehatan » Resiko Minum Air Es Bagi Ibu Hamil

Resiko Minum Air Es Bagi Ibu Hamil

Resiko Minum Air Es Bagi Ibu Hamil

Resiko Minum Air Es Bagi Ibu Hamil

Resiko Minum Air Es Bagi Ibu Hamil

Resiko Minum Air Es Bagi Ibu Hamil – Telah diketahui oleh masyarakat umum bahwa air es atau air dingin tidak baik jika dikomsumsi terlalu banyak, terutama bagi ibu hamil. Minuman dingin yang mengandung gula dalam jumlah tinggi malah meningkatkan resiko kesehatan bagi ibu hamil. Berikut adalah paparan bahaya atau resiko yang dapat terjadi jika ibu hamil terlalu banyak mengonsumsi air es.

1. Mudah lelah
Air es membuat penyerapan nutrisi dari makanan yang dimakan menjadi tidak optimal sehingga membuat ibu hamil mudah letih dan lemah. Perlu untuk diingat bahwa ibu hamil harus menyediakan nutrisi untuk dua orang, selain untuk diri sendiri juga untuk janin. Penyerapan nutrisi yang tidak baik akan membuat ibu hamil kekurangan tenaga sehingga mudah lelah.

2. Bayi Mengalami Obesitas
Jika minum es menjadi kegiatan rutin saat hamil, janin dalam kandungan beresiko akan mengalami obesitas. Hal ini terutama disebabkan oleh konsumsi minuman dingin yang manis. Kandungan gula yang terdapat dalam minuman akan masuk ke dalam tubuh janin dan menambah berat badannya. Bayi yang mengalami obesitas akan mempersulit proses persalinan, oleh karena itu batasi konsumsi air dingin terutama yang mengandung pemanis.

3. Rasa haus berlebihan
Air dingin atau air es seringkali tidak menghilangkan rasa haus, karena kurang memberikan kesan basah pada mulut dan kerongkongan. Sering minum air es dikhawatirkan kurang menghilangkan rasa haus sehingga membuat ibu hamil merasa haus terus menerus dan menjadi rutin meminum air es dalam jumlah besar. Efeknya akan semakin buruk jika ibu hamil merasa perlu menambahkan gula untuk menghilangkan haus padahal gula yang berlebih tidak baik bagi ibu dan janin.

4. Masuk Angin dan Kembung
Ibu hamil dan siapa saja yang sering minum air es akan mudah masuk angin. Sering masuk angin akan menurunkan daya tahan tubuh dan membuat ibu hamil yang masih mengalami morning sickness bertambah parah rasa mualnya. Selain itu, masuk angin dapat menimbulkan masalah pencernaan yaitu diare dan dapat membuat ibu hamil mengalami dehidrasi. Minum air es akan menurunkan suhu dalam perut sehingga memperlambat kinerja pencernaan. Hal ini menambah rasa kembung selain juga karena masuk angin. Selaput lendir atau jaringan mukosa dalam rongga perut akan kontraksi berlebihan sehingga perut menjadi kram dan kejang. Enzim dalam lambung akan menghasilkan gas berlebih akibat reaksi yang terjadi tidak pada suhu optimal sehingga menyebabkan kembung.

5. Otak Membeku
Seperti yang banyak dialami orang yang minum minuman dingin dengan cepat dalam waktu yang singkat, ibu hamil dapat merasakan sensasi otak membeku atau brain freeze. Bahaya yang ditimbulkan pembekuan otak ini tidak dapat dianggap remeh karena dapat mengganggu fungsi fisiologis ibu. Saat minum air es, aliran aliran darah menuju ke otak akan meningkat sehingga menyebabkan migrain dan pembekuan otak.

6. Gangguan pencernaan.
Sistem pencernaan tubuh manusia dirancang untuk berjalan pada suhu tertentu, oleh sebab itu suhu dalam tubuh dijaga konstan dengan membakar makanan menjadi energi. Suhu dalam tubuh adalah suhu optimum bagi semua enzim yang ada dalam tubuh termasuk enzim pencernaan untuk memecah makanan yang dikonsumsi. Dengan masuknya air dingin, suhu organ dalam perut akan menurun sehingga membuat enzim menjadi tidak aktif. Selain itu juga mempersulit pemecahan makanan dengan gerak mekanis atau peristaltik organ pencernaan karena makanan yang harusnya dihaluskan akan mengeras. Minyak yang terkandung dalam makanan juga dapat mengeras bahkan membeku sehingga sulit untuk dipecah, terutama dengan nonaktifnya enzim lipase menyebabkan minyak tidak tercerna sehingga dapat melapisi usus dan mengganggu penyerapan nutrisi. Minyak yang tertinggal mungkin dapat diserap namun akan meningkatkan resiko kolesterol ataupun penyempitan pembuluh darah. Usus akan mengecil dan menyempit akibat penyusutan sehingga penyerapan makanan akan terganggu. Dampak jangka panjangnya adalah gangguan metabolisme dan malnutrisi bagi ibu dan janin. Bayi yang lahir dikhawatirkan mengalami gizi buruk karena kurang mendapat nutrisi dalam masa perkembangannya dalam kandungan. Kehamilan ibu juga beresiko melemah sehingga tidak kuat menopang janin dan dapat menimbulkan masalah pada saat persalinan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates