Sunday , 22 October 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Seputar Infeksi Cacing Kremi pada Anak

Seputar Infeksi Cacing Kremi pada Anak

Seputar Infeksi Cacing Kremi pada Anak

Seputar Infeksi Cacing Kremi pada Anak

Seputar Infeksi Cacing Kremi pada Anak

Seputar Infeksi Cacing Kremi pada Anak – Infeksi cacing kremi atau enterobius vermicularis merupakan salah satu infeksi parasit yang kerap terjadi pada anak-anak. Cacing yang kecil dan berwarna putih ini pada umumnya dijumpai pada anus maupun vulva vagina. Cacing ini menyebabkan adanya rasa gatal di daerah anus, mengalami masalah perkembangan meskipun pola makan lahap dan juga normal. Anak-anak pada umumnya tampak lesu serta akan tampak kurang motivasi akibat nutrisinya diambil oleh cacing kremi. Cacing ini tidak dapat memandang derajat atau kondisi ekonomi orang yang akan diserangnya. Sebab cacing ini mempunyai langkah penyebarannya yang sangat gampang, hingga dapat menyerang siapapun.

Berikut merupakan satu fakta unik perihal cacing kremi yang haus diketahui agar dapat meminimalisir kemungkinan diserang parasit ini.

1. Penyebaran pada cacing kremi
a. Telur akan melekat ke celana serta celananya disentuh oleh anak yang lain

b. Anak yang tangannya sudah tertempel telur yang bersalaman dengan orang lain, ataupun  dapat menyentuh makanan

c. Makanan yang sudah tersentuh tadi dimakan, telur cacing akan turut masuk bersamanya

d. Telur cacing kremi kemudian dapat terhirup dari udara, lalu masuk ke dalam usus serta akan menjadi larva, sampai terus tumbuh hingga dewasa di dalam usus besar

e. Rasa gatal di bagian anus

Rasa gatal ini dapat timbul pada saat cacing betina bertelur. Cacing betina yang dewasa akan bertelur dengan cara keluar ke daerah anus serta akan menaruh telurnya pada lipatan anus atau vulva vagina, pada umumnya cacing ini akan mengerjakannya pada malam hari, dengan demikian hal itulah anak yang cacingan akibat cacing kremi ini kerap mengganggu tidurnya karena rasa gatal yang dialaminya.

Gatal tersebut disebabkan oleh gerakan cacing kremi yang sedang menaruh telurnya di daerah anus. Telur-telur cacing ini akan disimpan di dalam bahan yang lengket agar tidak mudah untuk di lepas, bahan ini juga akan menambah rasa gatal yang dialami anak. Telur cacing kremi dapat bertahan di luar tubuh manusia akan tetapi akan menetas pada anus.

2. Ciri-ciri terkena infeksi cacing kremi
a. Gatal di dareah anus terlebih pada waktu malam hari
b. Gatal pada alat kelamin anak wanita jika cacing masuk ke tempat tersebut
c. Kurang tidur akibat timbulnya rasa gatal
d. Kulit anus akan lecet karena disebabkan garukan
e. Pada infeksi yang berat nafsu makan akan berkurang serta anak tampak lesu

3. Penyebaran atau infeksi cacing ini dapat dihindari dengan langkah melindungi kebersihan dengan usaha sebagai berikut :
a. Biasakan anak untuk membersihkan tangan dengan memakai sabun sebelum saat mau makan, setelah bab dan juga sesudah bermain.

b. Potonglah kuku tangan dengan teratur serta menjaga kebersihannya.

c. Cucilah alas tidur ataupun sprei sekurang-kurangnya 3 hari sekali.

d. Upayakan anak anda supaya tidak menggaruk ataupun menyentuh jika anusnya merasa gatal disebabkan cacing kremi. Sebab telurnya kemungkinan akan menyebar lewat tangan yang menyentuhnya.

Meskipun telah menggerakkan langkah pencegahan tersebut bukan hanya bermakna dapat bebas dari cacing kremi sekalipun. Ukuran telurnya yang tidak akan tampak mata sangat mungkin untuk terbawa benda apa pun di sekitar kita. Untuk pencegahan yang dapat dilakukan agar efektif, alangkah baiknya meminum obat cacing tiap-tiap 6 bulan sekali buat menghentikan siklus cacing di dalam usus, sampai anak anda sehat serta bebas cacingan.

About yanti nurjayanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates