Sunday , 22 October 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Seputar Ulasan Mengenai Penyakit Osteoporosis

Seputar Ulasan Mengenai Penyakit Osteoporosis

Seputar Ulasan Mengenai Penyakit Osteoporosis

Seputar Ulasan Mengenai Penyakit Osteoporosis

Seputar Ulasan Mengenai Penyakit Osteoporosis

Seputar Ulasan Mengenai Penyakit Osteoporosis – Osteoporosis lebih dikenal sebagai tulang keropos. Penyakit osteoporosis biasa terjadi pada usia lanjut serta banyak terjadi pada wanita. Osteoarthritis merupakan salah satu jenis arthritis yang paling umum terjadi. Keadaan ini menyebabkan sendi-sendi akan terasa sakit dan kaku. Pembengkakan juga bisa terjadi pada sendi-sendi tersebut. Sendi yang paling sering mengalami kerusakan dalam kondisi ini meliputi tangan, bagian lutut, pinggul, serta tulang punggung. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa sendi-sendi yang lain juga akan terserang.1. Gejala-gejala Osteoarthritis
Gejala osteoarthritis pada umumnya berkembang secara perlahan-lahan serta semakin parah seiring waktu. Tingkat keparahan gejala penyakit ini dapat berbeda-beda pada tiap penderita dan lokasi sendi yang diserang. Rasa sakit serta kaku pada sendi adalah gejala utama osteoarthritis. Gejala ini bahkan akan membuat penderita kesulitan untuk menjalankan aktivitas sehari-hari. Rasa sakit atau nyeri pada sendi biasanya dapat muncul pada saat sendi digerakkan dan sensasi kaku akan terasa setelah sendi tidak digerakkan dalam beberapa waktu, seperti saat bangun pagi. Beberapa gejala lain yang dapat menyertai adalah:

a. Kelenturan sendi yang menurun.
b. Sendi yang mudah nyeri.
c. Lemas otot dan massa otot yang berkurang.

Gejala-gejala tersebut akan datang dan pergi atau terjadi secara terus – menerus. Kekambuhan ini mungkin dapat dipengaruhi oleh jenis aktivitas yang di jalani serta cuaca. Periksakanlah diri Anda ke dokter apabila gejala-gejala osteoarthritis yang di alami tidak kunjung reda selama beberapa minggu. Pemeriksaan ini memungkinkan dokter agar mengetahui penyebabnya apabila belum terdiagnosis atau tingkat keparahannya jika sudah terdiagnosis.

2. Penyebab dan Faktor Risiko Osteoarthritis
Osteoarthritis akan menyebabkan tulang rawan mengalami kerusakan secara perlahan – lahan. Tulang rawan merupakan jaringan ikat padat yang kenyal dan juga elastis. Jaringan ini akan menyelubungi ujung tulang pada persendian untuk melindunginya dari gesekan. Untuk penyebab kerusakan tulang rawan belum diketahui secara pasti. Akan tetapi ada beberapa faktor yang diduga dapat memicu kondisi itu, yaitu:

a. Usia
Risiko osteoarthritis bisa meningkat seiring bertambahnya usia seseorang, khususnya untuk mereka yang berusia di atas 45 tahun.

b. Jenis kelamin
Wanita akan lebih sering mengalami osteoarthritis jika dibandingkan pria.

c. Cedera pada sendi
Sendi yang mengalami cedera ataupun pernah menjalani operasi ada kemungkinan osteoarthritis yang lebih tinggi.

d. Obesitas
Berat badan yang berlebihan akan menambah beban pada sendi dengan demikian risiko osteoarthritis menjadi lebih tinggi.

e. Faktor keturunan
Risiko osteoarthritis juga diduga bisa diturunkan secara genetika.
Mengidap kondisi arthritis lain, seperti penyakit asam urat atau rheumatoid arthritis.

3. Diagnosis Osteoarthritis
Tahap awal untuk diagnosis osteoarthritis pada umumnya meliputi pemeriksaan fisik pada sendi yang terserang. Dokter akan memeriksa apakah terdapat pembengkakan serta batas gerakan sendi tersebut. Gejala-gejala serta riwayat kondisi kesehatan juga akan ditanyakan oleh dokter.X-ray, MRI scan, dan juga tes darah kemudian akan dianjurkan sebagai pemeriksaan yang lebih mendetail. Selain itu juga, langkah-langkah pemeriksaan ini berguna untuk:
a. Memeriksa kemungkinan adanya penyakit lain.
b. Memeriksa tingkat keparahan osteoarthritis yang dialami pasien.

4. Langkah Penanganan Osteoarthritis
Osteoarthritis termasuk kondisi yang tidak dapat disembuhkan. Penanganan yang dapat dilakukan bertujuan untuk mengurangi gejala supaya pasien bisa tetap beraktivitas serta menjalani kehidupan secara normal.

Gejala dari kondisi ini terkadang akan berkurang secara perlahan-lahan seiring waktu. Gejala dapat ditangani dengan langkah sederhana seperti:

a. Menurunkan berat badan untuk pasien yang mengalami obesitas.
b. Rutin dalam berolahraga.
c. Menjalani terapi fisik dan atau terapi okupasi.
d. Menggunakan alat khusus untuk membantu mengurangi rasa sakit pada saat pasien berdiri atau berjalan.
e. Mengkonsumsi obat-obatan tertentu, seperti obat pereda rasa sakit atau obat anti inflamasi non-steroid.

About yanti nurjayanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates