Saturday , 27 May 2017
artikel terbaru :
Home » Bisnis » Bisnis Pembesaran Bandeng Keramba Jaring Apung

Bisnis Pembesaran Bandeng Keramba Jaring Apung

Bisnis Pembesaran Bandeng Keramba Jaring Apung

Bisnis Pembesaran Bandeng Keramba Jaring Apung

Bisnis Pembesaran Bandeng Keramba Jaring Apung

Bisnis Pembesaran Bandeng Keramba Jaring Apung – Usaha pembesaran bandeng banyak diminati oleh banyak orang dan budidaya pun juga tergolong cukup mudah terutama di keramba jaring apung (KJA). Kemudahan budidaya bandeng di KJA bagi para petani diantaranya adalah tidak usah membutuhkan pengolahan tanah, tidak usah memerlukan lahan yang luas, jumlah ddari air yang selalu memadai, bisa diterapkan padat penebaran yang tinggi, mudah dikendalikan dari gangguan predator dan juga cara pemanenannya pun juga tergolong mudah. Dan hal yang tidak dapat dipungkiri adalah ikan bandeng yang dihasilkan akan lebih segar, bersih dan juga terhindar dari bau lumpur atau tanah.

Konsumen
Ikan bandeng dikonsumsi oleh seluruh kalangan masyarakat baik itu masyarakat di pedesaan maupun masyarakat perkotaan. Namun, tingkat dari konsumsi masyarakat pedesaan lebih rendah dibandingkan dengan masyarakat perkotaan. Hal itu disebabkan oleh karena ketersediaan dari ikan bandeng di daerah perkotaan jauh lebih memadai.

Memulai Bisnis
Beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum Anda memulai usaha budidaya yaitu :

1. Buatlah keramba jaring apung dengan bentuk bujur sangkar yang ukurannya 100 m2. Keramba juga dapat dibuat 4 petak.

2. Siapkan segala sesuatu mengenai peralatan yang dibutuhkan, diantaranya adalah salinometer, kemudian thermometer lalu pH meter serta tes kit kualias air.

3. Tebarkanlah gelondongan bandeng dengan kualitas yang baik dan memiliki kepadatan tebar kira-kira adalah 100 ekor per m3.

Keuntungan Bisnis
Penggunaan sistem keramba jaring apung untuk budidaya dari bandeng di laut memiliki beberapa kelebihan, diantaranya adalah :

1. Efisien di dalam penggunaan lahan.

2. Mudah untuk dipantau serta tidak perlu membutuhkan pengelolaan air yang khusus seperti budidaya di tambak.

3. Mudah di dalam hal pemanenan, baik secara selektif ataupun total.

4. Produktivitasnya tinggi yaitu sekitar 350 sampai 400 kg setiap keramba 6 m3 dengan musim tanam adalah 6 bulan.

5. Skala usaha dapat disesuaikan dengan kemampuan modal serta dengan menggunakan bahan-bahan yang tersedia di lokasi budidaya bandeng.

Begitu juga dengan ikan bandeng yang diproduksi dengam sistem keramba jaring apung yang dapat mempunyai standar kualitas ekspor yaitu :

1. Sisik dari ikan bandeng yang bersih dan mengkilat.

2. Tidak menimbulkan bau seperti bau lumpur atau tanah.

3. Kandungan akan asam lemak omega 3 relatif lebih tinggi bila dibandingkan dengan bandeng yang diproduksi dengan cara sistem tambak.

4. Daging dari bandeng lebih kenyal dan juga aromanya yang khas sehingga sangat disukai oleh konsumen sebagai ikan bakar serta jenis olahan bandengn lainnya.

5. Ukuran dari bandeng bisa mencapai 600 sampai 800 gram per ekor sesuai dengan permintaan pasar.

Hambatan Bisnis
Hambatan bisnis diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Harga dari pakan yang masih relative mahal, sehingga dibutuhkan suatu pengkajian lanjutan yang lebih intensif lagi khususnya tentang bagaimana cara bisa memanfaatkan bahan baku lokal yang tersedia dalam jumlah yang cukup memadai untuk bahan pakan. Hal itu bertujuan agar bisa menekan biaya pakan yang diperkirakan mampu mencapai 70% serta biaya operasional .

2. Belum bisa terpenuhinya benih yang bermutu atau berkualitas bagus, tepat waktu, ukuran, harga dan tempat budidaya akibat panti-panti benih yang tidak terdistribusi dengan secara merata.

3. Belum tercipta dengan baik suatu sistem yang berorientasi secara agrobisnis yang mampu menjamin suatu kelanjutan produksi.

4. Penataan akan ruang untuk budidaya dari bandeng dengan keramba jaring apung di laut belum dikelola secara baik.

5. Ketersediaan informasi mengenai pasar yang belum akurat dan juga tepat waktu, khususnya untuk pasar domestik serta ekspor yang masih belum memadai.

6. Kontinyuitas produksi dan konsistensi mutu utamanya adalah dalam hal rasa bandeng kemudian bobot lalu ukuran bandeng dan penampilan fisik yang belum bisa dipertahankan dengan baik.

Strategi Pemasaran
Bandeng dapat dipasarkan dengan berbagai macam bentuk seperti :

1. Bandeng yang baru dipanen dapat langsung di pasarkan dalam bentuk ikan segar.

2. Bandeng dipasarkan dengan bentuk ikan bandeng beku.

3. Bandeng dengan berbagai bentuk aneka olahan makanan.

Kunci Sukses

1. Pilihlah nener yang baik ketika Anda sedang membeli, bila memungkinkan sebaiknya Anda membeli gelondongan. Selain bisa lebih tahan terhadap yang namanya lingkungan, periode pemeliharaannya juga dapat lebih singkat.

2. Belikan pakan pelet dengan kandungan protein kira-kira 20 samapi 30% sebanyak 2 sampai 3% berat ikan. Dan untuk frekuensi dari pemberian pakan adalah sekitar 3 kali dalam sehari.

3. Lakukanlah suatu kegiatan pengontrolan secara teratur setiap hari untuk bisa memastikan bahwa kondisi ikan dalam keadaan sehat.

4. Lakukan suatu kegiatan pemanenan ikan bandeng setelah dipelihara selama kurang lebih 4 bulan, semuanya itu tergantung dari umur nener atau gelondongan yang ditebar.

Analisa Ekonomi

1. Modal Usaha
Modal unruk keramba jaring apung (10m x 10 m x 2m) = Rp 25.000.000,00
Modal untuk peralatan budidaya dan panen = Rp  2.500.000,00 +
Total modal awal =  Rp 27.500.000,00

2. Biaya Produksi setiap 4 Bulan
Biaya benih 20.000 ekor = Rp  4.000.000,00
Biaya pakan pelet  = Rp 27.500.000,00
Biaya tenaga kerja 1 orang = Rp  2.000.000,00
Biaya penyusutan, perizinan dan biaya lain-lain = Rp  3.000.000,00 +
Total biaya produksi = Rp 36.500.000,00

3. Pendapatan
= 20.000 ekor x 90% x 0,25 kg per ekor x Rp 10.000,00 per kg = Rp 45.000.000,00

4. Keuntungan    
= Pendapatan – Biaya dari produksi
= Rp 45.000.000,00 – Rp 36.500.000,00
= Rp 8.500.000,00

About mr ikbal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates