Thursday , 30 March 2017
Home » Info Kesehatan » Kenali Penyebab dan Gejala Stroke Pada Remaja

Kenali Penyebab dan Gejala Stroke Pada Remaja

Kenali Penyebab dan Gejala Stroke Pada Remaja

Kenali Penyebab dan Gejala Stroke Pada Remaja

Kenali Penyebab dan Gejala Stroke Pada Remaja

Kenali Penyebab dan Gejala Stroke Pada Remaja – Remaja jarang mengalami stroke karena kelompok usia yang paling umum terkena stroke adalah orang dewasa di atas usia 65 tahun. Anak-anak yang memiliki masalah kesehatan tertentu dan ibu hamil dapat kenaikan resiko stroke yang kecil, namun remaja memiliki masalah yang berbeda. Remaja yang mengalami stroke seringkali memiliki masalah-masalah medis yang dapat mempengaruhi pembekuan darah seperti kondisi-kondisi berikut.

1. Anemia sel sabit
Anemia sel sabit atau sickle cell anemia adalah penyakit genetis atau turunan yang menyebabkan penggumpalan darah akibat proses ‘sickling’ atau perubahan karakter sel darah merah dalam menanggapi masalah stres fisik seperti infeksi. Sel darah merah yang biasanya berbentuk kepingan bikonkaf hanya akan berbentuk bulan sabit sehingga mudah menggumpal. Darah yang menggumpal ini dapat terbentuk di mana saja dalam tubuh, yang jika terbentuk di otak atau dalam perjalanan menuju otak akan dapat menyebabkan stroke.

2. Malfungsi pembuluh darah
Kelainan yang terjadi pada pembuluh darah umumnya terjadi akibat faktor genetik. Beberapa kasus yang dapat terjadi antara lain aneurisma otak dan malformasi arteri. Kondisi-kondisi tersebut memungkinkan terbentuknya gumpalan sehingga dapat berdampak pada stroke iskemik. Akan tetapi tetapi lebih pembuluh darah umumnya cenderung akan pecah, sehingga dapat menyebabkan stroke hemoragik.

3. Gangguan atau malformasi jantung
Gangguan jantung, atau malformasi jantung (kesalahan pembentukan jantung sejak lahir) dapat mengakibatkan detak jantung menjadi tidak teratur, muncul masalah pada fungsi jantung atau bahkan serangan jantung, yang semua faktor tersebut dapat menyebabkan stroke. Penyakit jantung bawaan biasanya didiagnosa pada usia sangat dini, namun para remaja harus melakukan pemeriksaan kesehatan dengan teratur untuk mendeteksi dan menangani berbagai masalah yang mungkin dapat terjadi.

4. Hipertensi
Tekanan darah tinggi jarang terjadi pada remaja, dan hal ini biasanya merupakan gelaja penyakit lain seperti tidak seimbangnya hormon. Jika hipertensi tidak diobati dapat mengganggu pembuluh darah sehingga menyebabkan penyakit jantung akibat jantung memompa terlalu keras atau bahkan atau stroke.

5. Infeksi
Infeksi, apalagi jika berat, dapat mengganggu sistem imun tubuh dan sel-sel darah sehingga bisa meningkatkan resiko penggumpalan darah yang berakibat tingginya kemungkinan untuk terjadinya stroke. Untuk mencegah infeksi yang dapat terjadi adalah imunisasi dengan vaksinasi, dan menangani luka atau penyakit dengan cepat sebelum terjadinya infeksi yang berkepanjangan.

6. Migrain
Remaja terutama remaja wanita sering mengalami migrain. Ternyata stroke memiliki sedikit korelasi dengan stroke. Remaja yang sering mengalami migrain sebaiknya melakukan pemeriksaan medis secara menyeluruh untuk mengetahui penyebab migrain dan membedakan sakit migrain tersebut dengan mini stroke.

7. Kanker
Kanker adalah sel-sel tubuh yang rusak dan tumbuh tidak terkendali. Kanker dapat menyumbat saluran darah ataupun cairan tubuh lain yang dapat menyebabkan masalah serius pada kesehatan. Bila jaringan kanker menyumbat pembuluh darah atau menyebabkan terjadinya gumpalan darah, akan memicu terjadinya stroke. Selain itu beberapa terapi dan obat kanker justru dapat menyebabkan gumpalan darah dan stroke.

8. Kolesterol tinggi
Remaja pada umumnya memiliki kadar kolesterol yang relatif rendah. Namun ada beberapa gangguan metabolisme yang diturukan secara genetik sehingga menyebabkan kadar kolesterol meningkat. Kondisi ini dapat memicu penyakit jantung, penyakit serebrovaskular dan bahkan stroke.

9. Terapi hormon, steroid, pil KB, dan kehamilan remaja
Semua hal tersebut mempengaruhi hormon dalam tubuh. Jika terjadi ketidakstabilan hormon, akan menyebabkan gangguan pada sistem transportasi tubuh yang dapat meningkatkan resiko terjadinya stroke.

10. Gegar otak atau trauma berat lainnya
Cedera pada kepala terutama pada otak dapat menyebabkan stroke bahkan pada remaja. Gangguan yang muncul pada tubuh akan berdampak terjadinya stroke iskemik atau hemoragik.

11. Obat-obatan
Penggunaan obat-obatan yang tidak sesuai atau penyalahgunaannya dapat menyebabkan stroke pada segala usia. Kebiasaan merokok, konsumsi minuman energi, pil kafein atau bahkan narkoba juga merupakan faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko untuk terjadinya stroke.

Gejala stroke pada remaja

Remaja sangat jarang bahkan resikonya rendah untuk terkena stroke. Namun ada baiknya berjaga-jaga jika remaja terkena serangan stroke. Tentunya stroke pada remaja memiliki gejala-gejala tertentu. Waspadalah jika remaja anak anda menunjukkan gejala berikut, dan segera diperiksa untuk mendapat perawatan medis yang layak.
a. Nyeri atau sakit kepala hebat
b. Pengurangan kemampuan penglihatan
c. Lemas, letih
d. Sering kebingungan
e. Sulit berbicara
f. Sulit memahami perkataan atau bacaan
g. Berperilaku tidak seperti biasa
h. Berkurang kewaspadaannya, tidak hati-hati atau ceroboh
i. Sulit untuk berjalan
j. Tubuhnya tidak seimbang, sering jatuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates