Thursday , 21 September 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Ketahui Dampak Program Bayi Tabung

Ketahui Dampak Program Bayi Tabung

Ketahui Dampak Program Bayi Tabung

Ketahui Dampak Program Bayi Tabung

Ketahui Dampak Program Bayi Tabung

Ketahui Dampak Program Bayi Tabung – Bayi tabung atau disebut dengan pembuahan in vitro merupakan sebuah tehnik pembuahan atau reproduksi dimana sel telur atau ovum dibuahi diluar tubuh seorang wanita. Bayi tabung merupakan suatu metode untuk mengatasi masalah kesuburan atau masalah keturunan dimana akan dilakukan jika metode lainnya sudah tidak berhasil. Adapun proses dari bayi tabung yakni dengan mengendalikan proses ovulasi secara hormonal, yaitu dengan pemindahan sel telur dari ovarium serta pembuahan oleh sperma dapat dilakukan dalam sebuah medium cair.

Program bayi tabung merupakan suatu tehnik rekayasa reproduksi dengan mempertemukan sel telur matang dan juga sperma diluar tubuh manusia atau In vitro fertilizition. Cara ini sekarang menjadi semakin diminati oleh pasangan suami istri yang sulit mempunyai keturunan. Meskipun membutuhkan pengorbanan serta biaya yang tidak sedikit. Sebelum pasangan suami istri melakukan program bayi tabung disarankan untuk pasangan suami istri untuk konsultasi ke dokter agar memahami prosedur, peluang dan juga resiko mengenai program ini.

Pada program bayi tabung dimana proses pembuahan dapat terjadi secara tidak alami. Artinya bahwa proses pembuahan yang dilakukan secara buatan. Metode pembuahan buatan ini tidak menutup kemungkinan dapat menimbulkan suatu risiko. Dimana adanya dugaan cacat bawaan sebagai akibat bayi tabung ataupun pembuahan buatan lain dengan metode intra-cytoplasma.

Selama ini memang belum dapat diketahui secara pasti, apakah dengan meningkatnya jumlah cacat bawaan memang murni sebagai dampak bayi tabung ataukah akibat faktor lainnya. Akan tetapi yang pasti, kasus cacat bawaan memang sudah banyak ditemukan pada pembuahan buatan jika  dibandingkan dengan melakukan pembuahan secara alami. Artinya bahwa dampak bayi tabung memang mempunyai risiko menimbulkan cacat bawaan pada bayi. Cacat bawaan ini akan mencakup cacat yang terlihat ataupun yang tidak terlihat, misalnya kelainan pada ginjal, kelainan jantung, maupun organ tubuh yang lainnya.
Dampak bayi tabung yang lain yaitu risiko bayi yang terlahir kembar. Dalam proses bayi tabung, pembuahan dapat dilakukan terhadap beberapa sel telur yang sekaligus. Dari beberapa sel telur tersebut kadang-kadang dapat berkembang secara bersamaan pada rahim. Dampaknya, akan terjadi kehamilan kembar yang bisa lebih dari dua anak. Apabila hal ini terjadi, peluang janin untuk dapat terus berkembang di dalam rahim bisa semakin sedikit.

Adapun dampak negatif dari bayi tabung yang sudah diketahui yaitu efek samping untuk ibu dan anak akibat dari penggunaan obat-obatan dapat memicu ovulasi yang digunakan selama proses bayi tabung. Selain itu juga, proses bayi tabung juga dapat berisiko untuk menyebabkan pendarahan saat tahap pengambilan sel telur atau Ovum Pick-Up. Meskipun dalam kenyataanya jarang terjadi, akan tetapi penggunaan jarum khusus yang dimasukkan ke dalam rongga rahim pada saat proses pengambilan sel telur, akan tetap membuka peluang untuk terjadinya pendarahan.

Dampak negatif dari bayi tabung yang lainnya yaitu kehamilan di luar kandungan atau kehamilan ektopik, kemungkinan akan terjadinya sebesar 5% ibu dapat terserang infeksi, mengalami rheumatoid arthritis (lupus), dan juga alergi; akan mengalami risiko keguguran yang sebesar 20%; akan terjadinya Ovarian Hyperstimulation Syndrome atau OHSS. OHSS merupakan suatu komplikasi dari perkembangan sel telur dengan demikian dihasilkan banyak folikel. Dampaknya, terjadilah akumulasi cairan pada perut. Cairan ini dapat sampai ke dalam rongga dada. Akibat keberadaan cairan tersebut dapat mengganggu fungsi tubuh dengan demikian harus dikeluarkan.

Dampak dari bayi tabung serta program bayi tabung sendiri merupakan sesuatu yang dilematis. Di satu sisi program bayi tabung memang dapat membantu pasangan suami istri yang sulit mempunyai momongan akibat adanya gangguan kesuburan. Akan tetapi di sisi lain, segala risiko yang harus dihadapi pasien merupakan suatu pilihan yang akan sulit untuk dihindari. Belum lagi tingkat keberhasilan dari pembuahan buatan juga akan relatif kecil. Hanya 40% pasien yang sukses untuk mendapatkan kehamilan. Apalagi sukses kehamilan yang dapat mengantarkan hingga bisa melahirkan anak akan semakin kecil kemungkinannya, yaitu sebesar 15%.

About yanti nurjayanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates