Thursday , 30 March 2017
Home » Info Kesehatan » Ketahui Metode Kalender dalam Kontrasepsi

Ketahui Metode Kalender dalam Kontrasepsi

Ketahui Metode Kalender dalam Kontrasepsi

Ketahui Metode Kalender dalam Kontrasepsi

Ketahui Metode Kalender dalam Kontrasepsi

Ketahui Metode Kalender dalam Kontrasepsi Metode KB kalender atau pantang berkala merupakan cara atau metode kontrasepsi sederhana yang dapat dilakukan oleh pasangan suami istri dengan tidak melakukan senggama ataupun hubungan seksual pada masa subur atau ovulasi.KB kalender merupakan usaha untuk mengatur kehamilan dengan menghindari hubungan badan untuk selama masa subur pada seorang wanita. Sebab pembuahan akan terjadi ketika masa subur, yang tepatnya 12-24 jam setelah puncak masa subur atau sel telur dilepas. Metode ini akan efektif jika dilakukan secara baik dan benar. Dengan menggunakan sistem kalender setiap pasangan dimungkinkan bisa merencanakan setiap kehamilannya. Berbeda dengan sistem kontrasepsi yang lainnya, sistem kalender akan menjanjikan aneka kelebihan dan juga karena itu banyak yang lebih menyukainya. Sebelum menggunakan metode kalender ini, tentunya pasangan suami dan istri harus mengetahui masa suburnya. Siklus masa subur pada setiap wanita tidak sama. Untuk itu harus pengamatan minimal 6 kali dalam siklus menstruasi.

Hal yang perlu diperhatikan pada siklus menstruasi wanita sehat ada tiga tahapan:
1. Pre ovulatory infertility phase atau masa tidak subur sebelum ovulasi.
2. Fertility phase atau masa subur.
3. Post ovulatory infertility phase atau masa tidak subur setelah ovulasi.
Perhitungan masa subur ini dapat efektif jika siklus menstruasinya normal yakni 21-35 hari.

Pemantauan jumlah hari pada setiap siklus menstruasi dapat dilakukan minimal 6 kali siklus berturut-turut. Lalu hitung periode masa subur dengan melihat data yang sudah dicatat.

Berikut ini cara untuk mengetahui dan menghitung masa subur seorang wanita:
1. Bila siklus haid teratur yaitu 28 hari, dengan cara :
a. Hari pertama dalam siklus haid di hitung sebagai hari ke 1
b. Masa subur yaitu hari ke 12 sampai hari ke 16 dalam siklus haid

Misalnya :
Seorang isteri mulai haid pada tanggal 9 Januari. Tanggal 9 Januari dapat dihitung sebagai hari ke-1. Maka hari ke 12 akan jatuh pada tanggal 20 januari serta hari ke 16 akan jatuh pada tanggal 24 Januari. Dengan demikian masa subur yaitu mulai tanggal 20 Januari sampai tanggal 24 Januari. Sehingga pada tanggal-tanggal tersebut suami isteri tidak boleh melakukan hubungan badan. Apabila ingin bersanggama harus menggunakan kondom atau dengan cara sanggama terputus (merupakan senggama dimana tidak mengeluarkan sperma di dalam).

2. Bila siklus haid tidak teratur, dengan cara :
a. Catatlah jumlah hari dalam satu siklus saat haid selama 6 bulan (6 siklus). Satu siklus haid dapat dihitung mulai dari hari pertama haid saat ini sampai hari pertama haid yang berikutnya, catatlah panjang pendeknya.

b. Masukanlah dalam rumus; dimana jumlah hari terpendek dalam 6 kali siklus haid di kurangi 18. Hitungan ini dapat menentukan hari pertama masa subur seorang wanita.

c. Hitung jumlah hari terpanjang selama 6 siklus haid di kurangi 11. Hitungan ini dapat menentukan hari terakhir masa subur.

Misalnya :
Seorang isteri mulai haid dengan kondisi : dengan siklus terpendek 26 hari serta siklus terpanjang 32 hari (dari mulai hari pertama haid hingga haid berikutnya)

Perhitungannya yaitu: 26 dikurangi 18 sama dengan 8 dan 32 dikurangi 11 sama dengan  21. Dengan demikian masa suburnya yaitu mulai hari ke-8 hingga ke 21 dari hari pertama haid. Pada masa ini suami isteri tidak boleh bersanggama atau berhubungan badan. Apabila ingin bersanggama harus menggunakan kondom atau sanggama terputus.

Menggunakan metode kalender harus kerjasama yang baik antara suami istri sebab metode ini perlu kemauan serta disiplin pasangan dalam menjalankannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates