Monday , 11 December 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Ketahui Seputar Asfiksia Neonatorum

Ketahui Seputar Asfiksia Neonatorum

Ketahui Seputar Asfiksia Neonatorum

Ketahui Seputar Asfiksia Neonatorum

Ketahui Seputar Asfiksia Neonatorum

Ketahui Seputar Asfiksia Neonatorum – Pada saat bayi dilahirkan harus menunjukan tanda – tanda bayi sehat. Tanda- tanda bayi sehat dapat diketahui dengan mengetahui tangisan bayi, detak jantung normal, kondisi fisik normal dan lain sebagainya. Perlu diketahui bahwa tidak semua bayi lahir dapar menunjukan bayi lahir sehat, dimana salah satu bayi lahir dengan kondisi tidak sehat, dapat menunjukan kondisi sebaliknya dari yang sewajarnya salah satunya adalah asfiksia neonatorum. Asfiksia neonatorum merupakan kondisi dimana bayi tidak dapat segera bernafas secara spontan serta teratur pada saat setelah lahir. Bayi dengan riwayat ini memiliki kondisi yang gawat, yang pada umumnya asfiksia akan di alami oleh bayi pada saat dilahirkan. Namun masalah ini erat hubungannya dengan gangguan kondisi kesehatan pada ibu hamil, akibat kelainan tali pusat, atau akibat masalah yang mempengaruhi kesejahteraan bayi selama ataupun sesudah persalinan.

1. Penyebab Asfiksia neonatorum

Berikut beberapa faktor tertentu diketahui yang menjadi penyebab terjadinya asfiksia pada bayi baru lahir, diantaranya:

a. Faktor kondisi ibu
1) Preeklampsia serta eklampsia
2) Pendarahan yang abnormal
3) Partus lama ataupun partus macet
4) Demam selama persalinan Infeksi berat (akibat malaria, sifilis, TBC serta HIV)
5) Kehamilan melebihi Waktu (setelah 42 minggu kehamilan)

b. Faktor kondisi Tali Pusat
1) Akibat Lilitan tali pusat
2) Akibat Tali pusat pendek
3) Akibat Simpul tali pusat
4) Akibat Prolapsus tali pusat

c. Faktor kondisi Bayi
1) Akibat Bayi prematur (lahir sebelum 37 minggu kehamilan)
2) Persalinan dengan tindakan akibat sungsang, bayi kembar dan lainnya
3) Akibat Kelainan bawaan (kongenital)
4) Akibat Air ketuban bercampur mekonium (berwarna kehijauan)

2. Asfiksia Neonatorum dapat dibagi ke dalam tiga klasifiasi, yaitu:
a. Asfiksia neonatorum ringan : yaitu Bayi dianggap sehat, serta tidak memerlukan tindakan yang istimewa.

b. Asfiksia neonatorum sedang : kondisi ini menunjukan pemeriksaan fisik dimana tonus otot kurang baik atau baik, mengalami sianosis serta reflek iritabilitas tidak ada.

c. Asfisia neonatorum berat : Pada pemeriksaan fisik dapat ditemukan frekuensi jantung kurang dari 100 per menit, kondisi tonus otot buruk, sianosis berat, serta kadang-kadang pucat, reflek iritabilitas tidak ada.

3. Tanda dan gejala asfiksia neonatorum
a. Tidak bernapas ataupun napas megap-megap atau dengan pernapasan lambat (kurang dari 30 kali dalam 1 menit)

b. Pernapasan menjadi tidak teratur, dengkuran atau retraksi atau pelekukan dada.
c. Tangisan lemah ataupun merintih

d. Warna kulit pucat atau warna biru (sianosis)

e. Tonus otot lemas ataupun ekstremitas lemah

f. Denyut jantung tidak ada atau denyut lambat (bradikardi) (kurang dari 100 kali/menit).

4. Penanganan asfiksia neonatorum
Aspek yang sangat penting terhadap asfiksia neonatorum yaitu dengan menilai bayi, menentukan tindakan yang dapat dilakukan dan akhirnya dapat melaksanakan tindakan resusitasi. Penilaian untuk melakukan suatu resusitasi semata-mata dapat ditentukan oleh 3 tanda penting, yakni : pernapasan, denyut jantung, dan juga warna kulit. Tindakan resusitasi pada bayi baru lahir dengan mengikuti langkah-langkah yang dapat dikenal sebagai istilah ABC resusitasi, yakni :

a. Memastikan dengan saluran terbuka
1) Meletakkan bayi dengan posisi kepala defleksi bahu yang diganjal 2 sampai 3 cm.
2) Menghisap mulut bayi, hidung dan juga kadang trachea.
3) Jika diperlukan masukkan pipa endo trachel (pipa ET) untuk memastikan saluran pernafasan dengan kondisi terbuka.

b. Dengan Memulai pernafasan
1) Menggunakan rangsangan taksil untuk mengawali pernafasan
2) Menggunakan VTP jika perlu seperti : sungkup serta balon pipa ETdan juga balon atau mulut ke mulut (hindari paparan akibat infeksi).

c. Dengan Mempertahankan sirkulasi
Rangsangan serta dengan pertahankan sirkulasi darah dengan cara:
– Kompresi dada;
– Melakukan Pengobatan.

About yanti nurjayanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates