Thursday , 21 September 2017
artikel terbaru :
Home » Bisnis » Peluang Bisnis Kerupuk Udang

Peluang Bisnis Kerupuk Udang

Peluang Bisnis Kerupuk Udang

Peluang Bisnis Kerupuk Udang

Peluang Bisnis Kerupuk Udang

Peluang Bisnis Kerupuk Udang – Kerupuk adalah salah satu makanan ringan yang banyak diburu para konsumen. Rasanya yang begitu gurih dan teksturnya yang sangat renyah sehingga menjadikan kerupuk ini sebagai salah satu pelengkap dari aneka hidangan yang banyak dicari oleh para konsumen. Tidaklah heran jika sebagian besar masyarakat Indonesia merasa kurang mantap jika makan tanpa ditemani dengan setoples kerupuk. Dari sekian banyak jenis kerupuk yang sudah beredar di pasaran, kerupuk udang menjadi salah satu primadona yang paling banyak dicari oleh para konsumen. Selain mempunyai cita rasa yang khas aroma udang, sekarang harga jualnya pun sudah cukup terjangkau di pasaran. Karenanya, Anda dapat mencoba memproduksi kerupuk udang skala rumah tangga untuk bisa mencicipi gurihnya laba usaha dari bisnis kerupuk udang ini.

Konsumen
Umumnya setiap orang gemar kerupuk udang. Bahkan makanan ringan ini tidak hanya menjadi suatu camilan saja, namun juga sudah sering dijadikan sebagai pelengkap aneka hidangan dia dalam sebuah acara hajatan besar. Karena itu Anda dapat membidik konsumen rumah tangga maupun pelaku bisnis seperti restoran kemudian hotel dan swalayan, maupun toko oleh-oleh di sekitar Anda untuk memasarkan kerupuk udang yang Anda produksi.

Kelebihan Bisnis
Kerupuk udang menjadi salah satu jenis kerupuk yang diminati oleh banyak konsumen. Keuntungan inilah yang dapat Anda coba manfaatkan sebaik mungkin, sehingga dapat mendatangkan untung besar setiap bulannya. Selain menjanjikan suatu keuntungan cukup besar, untuk bisa merintis bisnis kerupuk udang tidak membutuhkan modal usaha yang begitu besar. Karenanya Anda bisa mencoba untuk memproduksi kerupuk udang skala rumah tangga agar mendatangkan laba usaha yang cukup menjanjikan.

Kekurangan Bisnis
Saat ini banyak sekali pelaku usaha yang bersaing secara tidak sehat untuk bisa memenangkan persaingan pasar yang semakin hari semakin ketat. Contohnya saja dengan cara menggunakan bahan-bahan kimia di dalam proses pembuatan kerupuk udang. Seperti misalnya penggunaan adalah boraks, kemudian bahan pewarna tekstil dan pemanis buatan, serta bahan-bahan dari kimia lainnya yang dapat membahayakan kesehatan para konsumennya.
Kecurangan yang seperti inilah yang kemudian akan memicu kekhawatiran para konsumen untuk mengkonsumsi kerupuk udang, sehingga sebagian dari mereka pada akhirnya memilihuntuk menghindari produk tersebut karena merasa kurang yakin dengan kualitas dari produk yang beredar di pasaran. Untukbisa mengantisipasi kondisi tersebut, Anda dapat melengkapi produk kerupuk udang dengan sertifikat halal yang berasal dari MUI kemudian ijin resmi dari BPOM dan juga surat dari Departemen Kesehatan RI untuk bisa meyakinkan calon konsumen Anda.

Strategi Pemasaran
Anda dapat menggunakan dua strategi penjualan yaitu dengan menjual kerupuk udang mentah dan juga menitipkannya di beberapa toko swalayan, toko oleh-oleh dan warung kelontong yang ada di sekitar Anda. Atau dapat juga menggunakan strategi penjualan yang kedua yaitu dengan cara menjualnya di dalam kemasan siap makan alias sudah digoreng dan juga menitipkannya di beberapa tempat seperti restoran lalu warung makan atau hotel kemudian cafe, dan beberapa tempat makan lainnya.

Disamping strategi pemasaran tersebut, yang perlu Anda coba untuk perhatikan dalam memasarkan kerupuk udang adalah melengkapinya dengan kemasan produk yang terlihat unik dan juga menarik. Pilih kemasan plastik dengan desain yang begitu unik, dan juga tambahkan dengan label produk sesuai dengan brand produk yang Anda usung.

Kunci Sukses
Untuk memberi nilai tambah, pastikan jika Anda menguasai betul mengenai cara pembuatan dari kerupuk udang dan juga memastikan pula jika komposisi dari bahan baku yang Anda gunakan sudah tepat sesuai dengan takaran resepnya. Hal kedua yang perlu Anda untuk perhatikan juga adalah menjaga kualitas dari bahan baku yang digunakan, dan juga menghindari bahan-bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan para konsumen.

Analisa Ekonomi
Asumsi
Memproduksi kerupuk udang untuk skala rumah tangga
setiap bungkus dijual di pasaran dengan harga Rp 10.000,00
Kapasitas dari produksi per hari adalah 40 bungkus kerupuk udang.

1. Modal Awal
Modal untuk peralatan :
Modal untuk Kompor gas dan tabung 3 kg = Rp 250.000,00
Modal untuk panci kukusan, pisau, baskom, pengaduk = Rp 500.000,00
Modal untuk tambir untuk menjemur kerupuk 10 buah = Rp 150.000,00
Modal untuk mesin sealer = Rp 300.000,00+
Total modal awal = Rp 1.200.000,00

2. Biaya penyusutan
Peralatan akan mengalami penyusutan setelah digunakan 3 tahun
= 1/36 x Rp Rp 1.200.000,00 = Rp 33.300,00

3. Biaya operasional setiap bulan
Biaya untuk bahan baku produksi per hari rata-rata = Rp 300.000,00
Biaya untuk bahan baku /bulan : Rp 300.000,00 x 26 hari = Rp 7.800.000,00
Biaya untuk tabung gas : @ Rp 17.000,00 x 8 tabung = Rp 136.000,00
Biaya untuk kemasan plastik dan label prod = Rp 200.000,00
Biaya untuk transportasi, dan promosi = Rp 450.000,00+
Total biaya setiap bulan = Rp 8.586.000,00

4. Pendapatan setiap bulan
= Rp 10.000,00 x 40 bungkus x 26 hari = Rp 10.400.000,00

5. Keuntungan per bulan
Rp 10.400.000,00 – Rp 8.586.000,00 = Rp 1.814.000,00

About mr ikbal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates