Friday , 21 July 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Resiko Kesehatan Pria yang Tidak Sunat

Resiko Kesehatan Pria yang Tidak Sunat

Resiko Kesehatan Pria yang Tidak Sunat

Resiko Kesehatan Pria yang Tidak Sunat

Resiko Kesehatan Pria yang Tidak Sunat

Resiko Kesehatan Pria yang Tidak Sunat – Sunatan telah menjadi tradisi untuk anak laki-laki yang beranjak remaja. Biasanya diadakan pesta sebagai tanda kebahagiaan keluarga bahwa anak laki-lakinya telah berani disunat. Di balik tradisi itu, sunat ternyata memang menyimpan beberapa manfaat, terutama untuk anak laki-laki. Akan tetapi, bagaimana dengan anak laki-laki yang tidak sunat?

Bayi laki-laki baru lahir mempunyai lapisan kulit pelindung tambahan di bagian kepala penis (glans). Lapisan kulit ini disebut juga kulup atau preputium. Ketika lahir, preputium ini melekat di kepala penis serta merupakan suatu hal yang normal. Sejalan dengan pertumbuhan anak yang semakin besar, preputium mulai berpisah dari kepala penis secara alami.

Preputium harus benar-benar terpisah dari kepala penis ketika saat pubertas atau dapat juga terjadi lebih cepat, ketika anak berusia 5 tahun. Biarkan preputium lepas secara alami, jangan dipaksakan preputium untuk lepas lebih cepat.

Sejalan dengan anak yang bertambah besar, preputium ini biasanya bisa dihilangkan atau biasa disebut dengan sunat. Penghilangan preputium (sunat) ini adalah sebuah tradisi, sebagai bentuk kebersihan diri, atau guna mencegah berbagai penyakit. Akan tetapi, bagi sebagian orang mungkin sunat tidak dianggap menjadi sesuatu yang harus dilakukan.

Bagaimana bila penis tidak sunat?

Penis yang tidak disunat membutuhkan perawatan yang lebih ekstra. Anda perlu benar-benar membersihkan penis Anda dengan baik. Tarik preputium hingga berada di posisi yang nyaman serta bersihkan kepala penis yang terlihat hingga bersih. Setelah dibersihkan, pastikan tidak ada residu sabun yang tertinggal. Sabun dapat menyebabkan iritasi di kulit sensitif pada kepala penis.

Penis yang tidak disunat lebih beresiko terhadap bakteri atau agen penyakit tertentu, sehingga kebersihannya harus benar-benar dijaga. Bila tidak, laki-laki yang tidak disunat dapat meningkatkan resiko berbagai penyakit, seperti:

1. Penyakit menular seksual
Laki-laki yang tidak disunat lebih rentan mengalami gonore serta peradangan pada uretra. Penyakit menular seksual lainnya, seperti herpes simplex, human papillomavirus, dan sifilis juga lebih sering terjadi pada laki-laki yang tidak disunat. DI samping itu, adanya preputium pada laki-laki yang tidak disunat pun merupakan faktor resiko utama untuk tekena infeksi HIV. Laki-laki yang tidak disunat beresiko HIV sebesar 2-8 kali lebih tinggi dibandingkan dengan laki-laki yang disunat. Hal ini dapat terjadi karena pertumbuhan agen yang menyebabkan penyakit menular seksual lebih beresiko terjadi pada laki-laki yang tidak disunat. Penghilangan preputium atau sunat bisa melindungi laki-laki dari penyakit-penyakit ini.

2. Peradangan dan infeksi pada penis
Penis yang tidak disunat bisa mengalami berbagai macam peradangan, seperti peradangan pada kepala penis atau glans (balanitis), peradangan pada preputium (posthitis), serta peradangan pada kepala penis juga preputium (balanoposthitis). Laki-laki yang tidak disunat pun dapat mengalami fimosis, yakni ketidakmampuan preputium untuk ditarik kembali ke belakang, serta parafimosis, yaitu kondisi penis terjepit dikarenakan preputium tidak bisa kembali ke posisi normal. Kondisi ini biasa terjadi pada laki-laki yang tidak disunat serta sangat jarang terjadi pada laki-laki yang sudah disunat karena preputium telah dihilangkan.

Apa saja manfaat melakukan sunat?

Sunat ialah prosedur bedah yang tentunya dapat menyakitkan. Masalah yang dapat Anda alami ketika melakukan sunat ialah rasa sakit, iritasi pada kepala penis, resiko perdarahan dan infeksi, dan resiko cedera penis.

Akan tetapi di balik resiko yang akan Anda terima, Anda bisa mendapatkan manfaat kesehatan. Meskipun hanya menghilangkan sedikit kulit pada penis (preputium), akan tetapi terbukti hal ini bisa mencegah berbagai penyakit, seperti:

Infeksi saluran kencing
Kasus infeksi saluran kencing pada laki-laki ditemukan lebih rendah pada yang disunat daripada dengan yang tidak disunat. Suatu studi yang dilakukan pada tahun 1982 menunjukkan bahwa infeksi saluran kencing lebih sering terjadi pada bayi laki-laki dibanding bayi perempuan, lalu diketahui bahwa sebesar 95% bayi yang mengalami infeksi ini terbukti belum disunat. Sunat dapat mencegah pertumbuhan bakteri di bawah preputium, sehingga dapat melindungi Anda dari infeksi saluran kencing.

Apabila Anda tidak disunat, tidak berarti Anda harus segera sunat. Resiko berbagai penyakit di atas terutama infeksi menular seksual dapat dihindari dengan cara membersihkan penis dengan seksama setiap mandi serta tiap selesai buang air. Jangan lupa pula untuk menggunakan pelindung setiap berhubungan seks.

About seli

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates