Monday , 11 December 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Seputar Alat Kontrasepsi Hormonal

Seputar Alat Kontrasepsi Hormonal

Seputar Alat Kontrasepsi Hormonal

Seputar Alat Kontrasepsi Hormonal

Seputar Alat Kontrasepsi Hormonal

Seputar Alat Kontrasepsi Hormonal – Kontrasepsi hormonal merupakan alat atau obat kontrasepsi yang bertujuan untuk mencegah terjadinya kehamilan dengan bahan bakunya mengandung preparat estrogen dan juga progesterone. Berdasarkan jenis serta cara pemakaiannya dikenal 3 macam kontrasepsi hormonal yakni : Kontrasepsi Suntikan, Kontrasepsi Oral (Pil) serta Kontrasepsi Implant. Berikut penjelasannya:
1. Kontrasepsi Suntikan
a. Keuntungan
1) Noristerat pemberiannya sederhana diberikan 200 mg satu kali setiap 8 minggu untuk 6 bulan pertama 3x suntikan pertama lalu selanjutnya sekali tiap 12 minggu.2) DMPA pemberiannya diberikan satu kali dalam 12 minggu dengan dosis 150 mg.

3) Tingkat efektifitasnya tinggi.

4) Tidak mengganggu pengeluaran laktasi dan tidak mengganggu tumbuh kembang bayi.

5) Suntikan tidak ada hubungannya pada saat bersenggama.

6) Tidak harus menyimpan atau membeli persediaan.

7) Kontrasepsi suntikan bisa dihentikan setelah 3 bulan dengan cara tidak disuntik kembali, sedangkan untuk IUD dan juga implant yang non-bioderdable harus dikeluarkan oleh orang lain atau petugas kesehatan.

8) Jika perlu, wanita dapat menggunakan kontrasepsi suntikan tanpa harus memberitahukan kepada siapapun termasuk suami maupun keluarga lain.

9) Tidak ditemukan efek samping minor seperti pada POK yang disebabkan estrogen, yaitu mual atau efek samping yang lebih serius misalnya timbulnya bekuan darah disamping estrogen juga bisa menekan produksi ASI.

b. Kerugian
1) Terjadi perdarahan yang tidak menentu
2) terjadinya amenorhoe secara berkepanjangan
3) Berat badan yang akan bertambah
4) Mengalami Sakit kepala
5) Kembalinya kesuburan sedikit terlambat beberapa bulan
6) Apabila terdapat atau mengalami side efek dari suntikan tidak bisa ditarik lagi.
7) Masih mungkin akan terjadi kehamilan, sebab mempunyai angka kegagalan 0.7%.
8) Pemberiannya harus dilakukan oleh orang yang sudah profesional.
9) Menimbulkan rasa sakit sebagai akibat suntikan
10) Memerlukan juga biaya yang cukup tinggi.

c. Waktu Pemberian Yang Tepat
1) Pasca persalinan
2) Pasca Abortus
3) Interval, hari kelima setelah menstruasi

d. Efek samping
1) Gangguan Haid
2) Keputihan
3) Perubahan berat badan
4) Pusing dan sakit kepala
5) Hematoma

2. Kontrasepsi Oral ( Pil )
Kontrasepsi oral merupakan kontrasepsi untuk wanita dengan sediaan yang berbentuk tablet, yang mengandung hormon estrogen dan juga progestrone untuk mencegah hamil.

a. Efek samping yang ditimbulkan kontrasepsi Oral (Pil)
1) Menyebabkan Nousea
2) Nyeri pada payudara
3) Mengalami Gangguan Haid
4) Mengalami Hipertensi
5) Timbul Acne
6) Penambahan pada berat badan.

b. Keuntungan Kontrasepsi Oral (Pil)
1) Mudah dalam menggunakannya
2) Cocok untuk menunda kehamilan yang pertama dari pasangan usia subur muda
3) Mengurangi rasa sakit pada saat akan menstruasi
4) Dapat mencegah kekurangan zat besi (Fe)
5) Mengurangi resiko terjadinya kanker ovarium
6) Tidak akan mempengaruhi produksi ASI pada saat pemakaian pil yang mengandung estrogen

3. Kontrasepsi Implant
Kontrasepsi implant dengan mekanisme kerjanya yakni dapat menekan ovulasi yang membuat getah serviks menjadi kental dan membuat endometrium tidak akan sempat menerima hasil konsepsi.

a. Efek samping penggunaan Implant
Pada umumnya efek samping yang dapat ditimbulkan implant tidak akan berbahaya. Yang paling sering ditemukan yaitu gangguan haid yang kejadiannya bervariasi di setiap pemakaian, misalnya pendarahan haid yang banyak ataupun sedikit, bahkan ada juga pemakaian yang tidak haid sama sekali. Kondisi ini biasanya terjadi 3 hingga 6 bulan pertama sesudah beberapa bulan kemudian. Efek samping lain yang dapat timbul, tetapi jarang yaitu sakit kepala, mengalami mual, mulut kering, timbul jerawat, payudara tegang, perubahan selera makan dan juga perubahan berat badan.

b. Keuntungan Implant
1) Efektifitas akan tinggi setelah dipasang
2) Sistem 6 kapsul akan memberikan perlindungan untuk 5 tahun.
3) Tidak tedapat kandungan estrogen
4) Efek kontraseptif akan segera berakhir setelah implantnya dikeluarkan
5) Implant akan melepaskan progestin dengan kecepatan rendah serta konstant, dengan demikian terhindar dari dosis awal yang tinggi.
6) Dapat mencegah terjadinya anemia atau kurang darah

c. Kerugian Implant
1) Insersi serta pengeluaran harus dikeluarkan oleh tenaga profesional.
2) Petugas medis harus latihan dan praktek untuk insersi serta pengangkatan implant.
3) Harga Lebih mahal.
4) Sering timbul perubahan pada pola haid.
5) Akseptor tidak bisa menghentikan implant sekehendaknya sendiri.

About yanti nurjayanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates