Thursday , 30 March 2017
Home » Info Kesehatan » Seputar Penyebab dan Pencegahan Sakit Gigi

Seputar Penyebab dan Pencegahan Sakit Gigi

Seputar Penyebab dan Pencegahan Sakit Gigi

Seputar Penyebab dan Pencegahan Sakit Gigi

Seputar Penyebab dan Pencegahan Sakit Gigi

Seputar Penyebab dan Pencegahan Sakit Gigi – Sakit gigi merupakan kondisi pada saat muncul rasa nyeri di bagian dalam atau sekitar gigi dan rahang. Tingkat keparahan nyeri dapat bervariasi, mulai dari ringan sampai parah. Nyeri sakit gigi akan terasa secara terus-menerus sepanjang hari atau dapat muncul dan hilang secara berulang-ulang tidak menentu. Sering kali nyeri sakit gigi terasa memburuk pada saat penderita makan atau minum (terutama makanan ataupun minuman yang panas dan dingin) dan pada saat penderita berbaring di malam hari.Pada saat terjadi sakit gigi, dimana daerah rahang yang berdekatan dengan gigi yang terinfeksi bisa ikut terasa nyeri serta teraba lunak. Selain terasa nyeri, gejala lain dari sakit gigi yaitu bengkak di sekitar gigi yang terinfeksi, pusing rasa dan bau busuk dari gigi yang terinfeksi dan demam. Berikut uraian penyebab sakit gigi diantaranya:

1. Pembusukan gigi (kondisi ini kerap disebabkan oleh permukaan gigi berlubang).
2. Penumpukan nanah pada dasar gigi akibat infeksi bakteri (abses periapikal).
3. Penyusutan gusi.
4. Gigi retak.
5. Tambalan yang rusak (pada gigi yang pernah ditambal).

Berikut sejumlah kondisi yang bisa menyebabkan gejala nyeri menyerupai sakit gigi, sebagai berikut:
1. Sinusitis.

2.Abses periodontal.

3. Cedera pada sendi temporomandibular (sendi yang menghubungkan rahang dengan tengkorak kepala).

4. Pembengkakan gusi atau gusi pecah akibat gigi tumbuh.

5. Tukak gusi.

6. Tumbuh gigi (biasanya dialami oleh bayi dan anak-anak).

Alangkah baiknya temui dokter apabila mengalami sakit gigi untuk mengetahui penyebab dan obat yang tepat. Akan tetapi sebelum ke dokter terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan di rumah untuk meredakan sakit gigi, sebagai berikut:

1. Membersihkan sela-sela gigi dengan menggunakan dental floss ataupun benang gigi untuk membersihkan plak serta sisa-sisa makanan yang tersangkut di sela-sela gigi.

2. Berkumur dengan menggunakan air hangat.

3. Mengoleskan minyak cengkeh pada gigi atau gusi yang sakit.

4. Mengoleskan obat antiseptik mengandung benzocaine pada gigi ataupun gusi yang sakit.

5. Mengompres pipi dengan kompres dingin jika sakit gigi disebabkan oleh trauma pada gigi.

6. Minum obat pereda nyeri yang dijual bebas di apotek (seperti ibuprofen, paracetamol, atau aspirin).

Jika kasus sakit gigi yang harus secepatnya menemui dokter, yakni apabila:

1. Nyeri berlangsung selama lebih dari dua hari.

2. Sakit gigi disertai gejala infeksi (seperti mengeluarkan bau busuk, bengkak, gusi yang menjadi merah, dan nyeri pada saat mengunyah).

3. Sakit gigi membuat jadi sulit menelan.

4. Sakit gigi membuat sulit bernapas.

5. Sakit gigi disertai demam.

6. Anda kesakitan saat membuka mulut.

7. Sakit gigi disertai nyeri telinga.

Mencegah selalu lebih baik dari pada mengobati. Oleh sebab itu, meskipun gigi saat ini masih sehat, disarankan untuk melakukan pencegahan untuk menghindari sakit gigi. Usaha pencegahan tersebut sebagai berikut:

1. Memeriksakan gigi ke dokter setidaknya dua kali dalam setahun.

2. Membatasi konsumsi makanan atau minuman manis, seperti cokelat, kue manis, dan permen.

3. Menyikat gigi dua kali sehari dengan menggunakan pasta gigi ber-fluoride.

4. Bersihkan sela-sela gigi dengan dental floss atau benang gigi.

5. Sebagai tindakan pelengkap sekaligus memastikan mulut terbebas dari bakteri, akhiri setelah menggosok gigi dengan berkumur menggunakan mouthwash, jika diperlukan.

6. Berhenti atau mengurangi dari kebiasaan merokok. Selain merusak paru-paru, kebiasaan merokok juga turut berdampak buruk kepada kesehatan gigi dan mulut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates