Sunday , 23 July 2017
artikel terbaru :
Home » Bisnis » Bisnis Kue Nastar

Bisnis Kue Nastar

Bisnis Kue Nastar

Bisnis Kue Nastar

Bisnis Kue Nastar

Bisnis Kue Nastar – Seperti kita ketahui bersama, ada berbagai ragam jenis kue kering yang marak dijajakan oleh para pedagang menjelang datangnya musim lebaran. Salah satunya saja adalah kue nastar yang rasanya cukup familiar di lidah konsumen serta harga jualnya juga cenderung terjangkau untuk semua kalangan masyarakat. Tentu ini adalah sebuah peluang emas bagi para produsen kue nastar, sebab pada saat menjelang musim lebaran permintaan dari kue nastar meningkat cukup tajam sehingga keuntungan yang dijanjikan juga akan semakin besar. Jadi, tidak ada salahnya jika untuk mendatangkan untung besar di musim lebaran, Anda dapat mencoba bisnis lebaran kue nastar.

Konsumen
Bisa dikatakan kue nastar adalah jenis kue kering yang paling banyak digemari oleh masyarakat. Hal ini tentu akan memberikan suatu peluang yang cukup menguntungkan bagi para pelaku bisnis. Sebab, kue nastar sudah diterima oleh masyarakat dengan baik sehingga segmen dari pasar yang dapat Anda bidik masih sangat luas. Mulai dari konsumen rumah tangga (individu terus para pelaku bisnis parcel yang membutuhkan kue nastar sebagai isi dari bingkisan lebaran, sampai dengan supermarket dan juga toko kue di sekitar Anda yang membutuhkan stok kue lebaran untuk mereka coba tawarkan kepada para pelanggannya.

Info Bisnis
Kue nastar ini terbuat dari adonan tepung terigu dan biasanya diisi dengan selai nanas di dalamnya. Namun seiring dengan perkembangan di pasar, sekarang ini kue nastar sudah mulai divariasikan dalam berbagai macam pilihan bentuk dan cita rasa. Seperti bentuk keranjang kemudian bentuk bunga lalu serta bentuk bulat yang dipadukan dengan isian selai kacang, selai stroberi, blueberry, selai apel dan lain sebagainya.

Kelebihan Bisnis
Bila dibandingkan dengan aneka kue kering yang lain, kue nastar adalah primadonanya dari semua jenis kue kering. Perpaduan dari rasa manis dan sensasi selai yang ada di dalamnya akan memberikan daya tarik tersendiri bagi para konsumennya sehingga mereka akan lebih memilih kue nastar sebagai menu wajib dalam penjamu para tamu di hari lebaran.

Kekurangan Bisnis
Terkadang para pelaku bisnis menghadapi tingkat persaingan di pasar yang cukup tinggi. Hal ini tentu dikarenakan oleh banyak pelaku bisnis serupa yang ingin mencoba memanfaatkan moment lebaran untuk bisa mendatangkan keuntungan yang cukup besar di hari kemenangan. Untuk bisa menyiasatinya, tentu kita harus lebih pintar-pintar di dalam melakukan inovasi. Baik itu inovasi di dalam membuat bentuk kue, inovasi  di dalam memberikan varian isi selai, sampai dengan inovasi di dalam menggunakan kemasan toples dan juga inovasi di alam menentukan harga penjualan.

Strategi Pemasaran
Untuk mendongkrak daya jual produk, ada baiknya jika kita mulai untuk mempromosikan kue nastar sejak memasuki bulan ramadhan. Misalnya saja adalah membuka lapak di suatu pasar ramadhan, menitipkan produk kue nastar Anda di toko-toko roti, menjalin suatu kerjasama dengan supermarket yang ada di sekitar Anda, serta membuka suatu peluang bisnis bagi para reseller yang ingin mencoba bekerjasama memasarkan kue nastar yang kita produksi.

Selanjutnya, kita juga dapat memanfaatkan media online untuk mampu mengoptimalkan pemasaran produk. Biasanya, untuk pemasaran online para produsen kue nastar akan menawarkan suatu katalog produk yang dapat diunduh oelh para konsumen serta memberikan suatu harga khusus bagi masyarakat yang ingin membeli produk kue nastar dalam jumlah yang cukup banyak.

Kunci sukses
Empuk, lezat, dan juga murah adalah tiga faktor yang menjadi kunci utama dalam bisnis kue nastar untuk bisa mencapai puncak kesuksesannya. Meskipun peluang dari bisnis ini masuk ke dalam kategori bisnis musiman, namun keuntungan yang bisa dijanjikan tidak kalah besar dengan peluang dari bisnis lainnya yang bermunculan di musim lebaran. Jadi, pertahankanlah suatu kualitas kue nastar yang Anda pasarkan dan juga rebutlah perhatian para konsumen.

Analisa Ekonomi
Asumsi
Proses produksi dilakukan adalah dari rumah tanpa biaya sewa.

1. Modal awal
Modal untuk oven = Rp 800.000,00
Modal untuk mixer = Rp 500.000,00
Modal untuk loyang roti @ Rp 30.000 x 10 buah = Rp 300.000,00
Modal untuk kompor gas 1 tungku dan gas 3 kg = Rp 200.000,00
Modal untuk peralatan lain (cetakan, pisau,dll) = Rp 200.000,00+
Total dari modal awal = Rp 2.000.000,00

2. Biaya penyusutan
Peralatan akan mengalami penyusutan investasi selama 4 tahun atau 48 bulan :
= 1/48 x Rp 2.000.000,00  = Rp 41.700,00 per bulan

3. Biaya operasional per bulan
Biaya untuk bahan baku (terigu, selai nanas, dll) = Rp 3.500.000,00
Biaya untuk kemasan/toples (@ Rp 2.500,00 x 250 toples) = Rp 625.000,00
Biaya untuk gas elpiji 3 kg (@ Rp 17.000,00 x 4 tabung) = Rp 68.000,00
Biaya untuk transportasi dan promosi = Rp 150.000,00
Biaya untuk penyusutan = Rp 41.700,00+
Total pdari engeluaran per bulan = Rp 4.384.700,00

4. Pendapatan sebulan (menjelang lebaran)
= Rp 30.000 x 250 toples   =  Rp 7.500.000,00

5. Keuntungan
= Rp 7.500.000,00 – Rp 4.384.700,00 = Rp 3.115.300,00

About mr ikbal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates