Sunday , 23 July 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Ketahui Pencegahan Penyakit Menular dengan Imunisasi

Ketahui Pencegahan Penyakit Menular dengan Imunisasi

Ketahui Pencegahan Penyakit Menular dengan Imunisasi

Ketahui Pencegahan Penyakit Menular dengan Imunisasi

Ketahui Pencegahan Penyakit Menular dengan Imunisasi

Ketahui Pencegahan Penyakit Menular dengan Imunisasi – Imunisasi mempunyai dimensi tanggung jawab ganda, yakni selain dapat memberikan perlindungan pada anak agar tidak dapat terkena penyakit menular, juga seorang ibu sudah memberikan kontribusi sosial yang tinggi, yakni anak yang sudah mendapat kekebalan setelah imunisasi dapat menghambat perkembangan penyakit. Dengan demikian imunisasi mempunyai tanggung jawab sosial yang tinggi. Imunisasi merupakan alat untuk mencegah penyakit menular. Di Indonesia, imunisasi adalah salah satu andalan program kesehatan untuk mencegah suatu penyakit.Berikut Program imunisasi di Indonesia, diantaranya :
1. Imunisasi Rutin
Imunisasi ini diberikan kepada bayi di bawah umur satu tahun, pada wanita usia subur, yakni wanita berusia 15 sampai 39 tahun termasuk pada ibu hamil dan juga calon pengantin.2. Imunisasi Tambahan
Vaksin ini akan diberikan jika diperlukan. Imunisasi ini dapat diberikan pada bayi serta anak usia sekolah dasar. Imunisasi tambahan akan sering dilakukan seperti pada saat terjadi suatu wabah penyakit tertentu di wilayah dan waktu tertentu.

Berikut merupakan jenis vaksin yang digunakan dengan tujuan untuk mencegah penularan penyakit, sebagai berikut:

1. Vaksin BCG
Vaksin BCG merupakan vaksin yang berfungsi untuk mencegah penyakit tuberkulosis. Penyakit TBC adalah penyakit infeksi yang diakibatkan olek sejenis bakteri yang berbentuk batang yang disebut dengan Mycobacterium tubercolosis. Penyakit TBC akan menyerang tulang, selaput otak, usus, kelenjar getah bening, dan lainnya. Kuman TBC akan masuk ke dalam tubuh manusia, khususnya melalui paru-paru dengan cara menghirup udara yang sudah terkontaminasi dengan kuman TBC. Ketika kondisi pertahanan tubuh melemah, seperti karena stres, kurang gizi, dan lain sebagainya, dengan demikian kuman TBC ini akan berkembang.

2. Toksoid Diphteri
Diphteria merupakan penyakit akut pada saluran napas bagian atas yang sangat mudah mengalami penularan. Dimana penularannya melalui droplet atau percikan ludah atau cairan dari wilayah mulut serta hidung yang melayang di udara dalam sebuah ruangan dengan penderita ataupun melalui kontak dengan memegang benda yang sudah terkontaminasi oleh kuman diphteria.

3. Vaksin Pertussis
Dalam satu keluarga penyakit ini bisa menular secara cepat dari satu anak ke anak lainnya. Cara penularannya dikenal melalui jalan udara ataupun airborne. Penyakit ini bisa menyerang semua umur. Penyakit yang juga dikenal sebagai penyakit batuk rejan ini akan menyerang bronkhus yakni saluran nafas bagian atas. Gejala awal biasanya mengalami batuk-batuk ringan pada siang hari.

4. Tosoid Tetanus
Penyakit tetanus merupakan penyakit menular akan tetapi tidak menular dari manusia kemanusia secara langsung. Penyakit tetanus bisa berkembang tanpa riwayat luka di tempat lain atau riwayat kecelakan, juga bisa di temukan pada anak yang sudah di sunat dengan perawatan luka yang kurang baik.

5. Vaksin Polio
Polio atau panyakit infeksi yang mengakibatkan kelumpuhan kaki. Sebenarnya kelumpuhan yang diakibatkan oleh virus polio ini, bisa menyebabkan kelumpuhan otot-otot badan dan anggota tubuh lainya. Yang paling sering terjadi, virus ini akan menyebabkan kelumpuh kaki sebelah.

6. Vaksin Campak
Penyebab penyakit campak yaitu virus yang masuk ke dalam genus Morbilivirus serta keluarga Paramyxoviridea. Penyakit ini merupakan salah satu penyakit menular yang bersifat akut serta menular di udara dengan melalui sistem pernafasan, terutama dari percikan ludah (atau cairan yang keluar pada saat seseorang bersin, batuk, maupun berbicara) seorang penderita. Masa inkubasi dari penyakit ini yaitu berkisar sekitar 10 sampai 12 hari, kadang-kadang sampai 2-4 hari. Gejala awal penyakit campak dapat berupa demam, malaise ataupun lemah, mengalami gejala conjunctivitis serta coryza ataupun kemerahan pada mata seperti halnya saat mengalami sakit mata, dan juga gejala radang trakheobronk.

About yanti nurjayanti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates