Sunday , 23 July 2017
artikel terbaru :
Home » Info Kesehatan » Melahirkan dengan Metode Lotus Birth

Melahirkan dengan Metode Lotus Birth

Melahirkan dengan Metode Lotus Birth

Melahirkan dengan Metode Lotus Birth

Melahirkan dengan Metode Lotus Birth

Melahirkan dengan Metode Lotus Birth – Seiring dengan semakin maraknya kesadaran masyarakat mengenai bahaya bahan kimia terhadap tubuh, saat ini banyak orang yang berpindah ke sesuatu yang lebih alami. Mulai dari perawatan kesehatan, kecantikan, hingga proses melahirkan juga sekarang banyak menggunakan metode alami. Setelah Hypnobirthing serta water birth, para ibu hamil saat ini pun disuguhi metode Lotus Birth. Lotus birth ialah proses melahirkan bayi dengan tetap membiarkan tali pusat terhubung dengan plasenta atau ari – ari sampai beberapa hari. Jadi tali pusat serta plasenta yang menempel di pusar bayi tidak langsung dipotong setelah ibu bersalin tapi dibiarkan mengering sendiri serta lalu terputus sendiri. Biasanya plasenta dibalut dengan kain serta diletakkan di sebuah wadah seperti baskom yang telah diberikan bunga-bungaan / herbal tertentu. Terkadang juga ditaburi garam laut guna mempercepat proses pengeringan.

Para ibu hamil yang pernah melakukan lotus birth telah merasakan banyak manfaatnya. Terutama manfaat psikologis, seperti kedamaian, ketenangan, kedekatan ibu dan bayi, dan perasaan tetap terhubung dengan bayinya walaupun bayi itu sudah dilahirkan. Disamping itu, menurut mereka lotus birth memiliki manfaat antara lain :

1. Bayi memperoleh tambahan darah dari ibunya sekitar 100 ml, sehingga bayi tidak akan kekurangan hemoglobin.

2. Tambahan darah ini pun memastikan bayi mendapatkan pasokan darah yang cukup untuk jantung serta otaknya.

3. Dalam kepercayaan para ahli lotus birth, plasenta juga ialah bagian dari organ bayi yang tersambung langsung dengan ibunya. Pemutusan paksa (dengan dipotong seperti yang dilakukan ahli medis pada umumnya) bisa dikatakan sebagai perlakuan yang kurang manusiawi. Disamping itu, lotus birth juga dapat dikatakan sebagai metode penghormatan terhadap bayi serta membiarkannya memasuki dunia dengan damai, tanpa mengalami paksaan.

4. Lotus birth bisa mendekatkan hubungan bayi serta ibu.

Pendapat Ahli Medis mengenai Lotus Birth

Persalinan dengan metode lotus birth mulai di lirik para ibu hamil karena dianggap lebih alami serta membuat bayi memiliki kekebalan tubuh lebih kuat. Akan tetapi secara ilmu kedokteran, metode ini masih dianggap kontroversi serta dapat berisiko untuk bayi. Secara persalinan normal, saat bayi baru lahir maka tali pusat langsung diklem (dijepit) serta dipotong, sehingga terpisah dari plasenta / ari-ari. Persalinan dengan metode ini dipercaya bisa mencegah bayi kekurangan zat besi serta membuat bayi mempunyai kekebalan tubuh yang tinggi, sebab diklaim darah yang masih mengalir dari plasenta bisa memberikan tambahan oksigen, makanan serta antibodi untuk si bayi. Akan tetapi secara kedokteran, metode ini masih dianggap kontroversial serta belum terdapat penelitiannya secara ilmiah.

Secara medis tali pusat perlu segera diklaim untuk mencegah bayi menjadi kuning sebab bilirubin (senyawa hasil metabolisme hati) yang kadarnya tinggi. Terlebih lagi jika terjadi kasus rhesus darah ibu yang bertentangan dengan bayi. Semakin lama tali pusat dibiarkan terdsambung dengan bayi, maka akan semakin lebih banyak darah ibu yang tidak sesuai bercampur dengan darah bayi. “Dalam keadaan kurang sehat / bayi tidak bugar, memang kadang – kadang kita lakukan delay clamping (penundaan klem). Selanjutnya kita biarkan bayi tetap dengan ari-arinya, supaya mendapatkan darah yang lebih banyak,” jelas dr Frizar. Biasanya penundaannya hanya 2 hingga 3 menit. Namun itu sudah cukup untuk mengalirkan sekitar 150 ml-hingga 200 ml darah dari ibu ke bayi. Anggapan inilah yang membuat masyarakat percaya bahwa metode lotus birth bisa menambah kekebalan tubuh pada bayi baru lahir. Dengan metode lotus birth, bayi diharapkan akan mendapatkan lebih banyak darah yang kaya akan oksigen, makanan serta antibodi.

Akan tetapi dr. Frizar menegaskan, plasenta dapat memproduksi antibodi hanya jika masih berada di dalam tubuh ibu. Jika telah di berada di luar tubuh ibu, maka secara otomatis tidak bisa memproduksi antibodi lagi. Darah yang masih terdapat di plasenta hanyalah sisa-sisa yang jumlahnya tidak banyak. Menurut dr Frizar, metode tersebut banyak dipraktikkan di Pulau Bali karena budaya Bali juga sangat mendukung sebab penduduk Bali menganggap metode ini sama dengan cara persalinan Dewa Wisnu yang lahir secara utuh.

About seli

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates