Thursday , 29 June 2017
artikel terbaru :
Home » Bisnis » Bisnis Ketupat Menyambut Idul Fitri

Bisnis Ketupat Menyambut Idul Fitri

Bisnis Ketupat Menyambut Idul Fitri

Bisnis Ketupat Menyambut Idul Fitri

Bisnis Ketupat Menyambut Idul Fitri

Bisnis Ketupat Menyambut Idul Fitri – Tidak dapat kita pungkiri jika Hari Raya Idul Fitri tiba selalu identik dengan yang namanya hidangan ketupat opor. Bahkan dapat dikatakan hampir seluruh masyarakat muslim di negara Indonesia, menjadikan menu ketupat opor ini sebagai salah satu hidangan yang wajib di moment spesial lebaran. Keadaan ini memberikan peluang bisnis baru bagi para pengrajin kulit ketupat yang banyak dicari oleh konsumen saat mau menjelang lebaran.

Konsumen
Target pasar yang dapat Anda bidik sangatlah luas. Sebab, sebagian besar ibu rumah tangga di nusantara sudah terbiasa dalam menyediakan ketupat opor untuk bisa menjamu sanak saudaranya di moment spesial lebaran. Untuk itu, Anda dapat membuka lapak dagang di sekitar pasar tradisional yang berada di kota Anda pada H-3 menjelang lebaran sampai dengan H+7 setelah hari lebaran.

Info Bisnis
Bagi masyarakat Indonesia, ketupat adalah salah satu makanan wajib yang tidak pernah lupa disajikan di hari lebaran. Kebiasaan inilah yang sekarang mulai dimanfaatkan oleh para pelaku usaha untuk bisa mendatangkan rezeki yang berlimpah dari bisnis kerajinan “selongsong” atau kulit ketupat Idul Fitri yang biasanya dibuat oleh masyarakat dari daun kelapa atau lebih dikenal dengan yang namanya janur.

Kelebihan Bisnis
Untuk dapat merintis bisnis ketupat lebaran ini juga tidak membutuhkan modal bisnis yang terlalu besar. Yang terpenting adalah suatu keterampilan Anda di dalam menganyam janur atau daun kelapa menjadi selongsong atau wadah ketupat, yang selanjutnya akan diisi oleh beras dan direbus sampai masak untuk menjadi ketupat Idul Fitri.

Kekurangan Bisnis
Ada beberapa kendala yang sering dihadapi oleh para pelaku usaha contohnya saja adalah seperti persediaan janur atau daun kelapa yang semakin langka, sehingga para pengrajin harus mampu membelinya dari petani-petani kelapa dengan harga jual yang terbilang cukup mahal.

Disamping itu, dapat dikatakan peluang dari usaha ini termasuk bisnis musiman, sehingga diluar musim lebaran, penjualan dari selongsong ketupat ini akan sangat menurun. Bahkan sebagian pelaku usaha ini terpaksa mencari peluang usaha lain, karena permintaan pasarnya tidak akan seramai di musim menjelang lebaran.

Strategi Pemasaran
Sementara ini pemasaran dari bisnis selongsong ketupat lebaran baru dapat menjangkau pasar lokal. Biasanya, para pedagang di daerah setempat mulai membuka lapak dadakan di sepanjang jalan raya untuk bisa menarik minat konsumennya. Selain itu, mereka juga sengaja untuk memproduksi kulit ketupat di lapak dagangannya, sehingga konsumen merasa tertarik untuk melihat proses pembuatannya dan juga percaya dengan kualitas produk yang ditawarkan.

Selanjutnya untuk meningkatkan omset penjualan dari produk, para pedagang selongsong ketupat juga dapat menjalin kerjasama dengan para pedagang sayur keliling untuk bisa menitipkan barang dagangannya. Terakhir, pilihlah suatu lokasi usaha yang strategis, misalnya saja adalah di sekitar pasar tradisional supaya masyarakat yang berbelanja kebutuhan lebaran di pasar tersebut, sekaligus dapat melihat keberadaan dari usaha Anda dan membeli selongsong ketupat yang Anda tawarkan.

Kunci Sukses
Yang terpenting di dalam menjalankan bisnis ini adalah menjaga kualitas dari produk selongsong ketupat yang ditawarkan dan memahami puncak dari momentum lebaran yang dapat Anda maksimalkan untuk mampu mendatangkan untung besar. Biasanya, pada H-5 sebelum menjelang lebaran para pedagang selongsong ketupat sudah mulai bisa mencuri start untuk menawarkan produk dagangannya, dan puncaknya adalah pada H-1 (sehari sebelum lebaran), harga selongsong ketupat akan mulai melonjak sampai berlipat-lipat karena permintaan dari pasar meningkat sangat pesat.

Analisa Ekonomi
Asumsi
Pembuatan ketupat pada saat lebaran di rumah pribadi tanpa biaya sewa
Pemasaran di sekitar pasar tradisional akan dikenakan biaya kebersihan
Harga jual dari selongsong ketupat adalah Rp 5.000,00 per ikat (10 bungkus)
Bisnis musiman berlangsung pada H-3 lebaran sampai H+7 lebaran (± 10 hari)

1. Modal awal
Modal awal bahan baku janur (@ Rp 30.000,00 x 10 blarak) = Rp 300.000,00
Modal awal peralatan (pisau atau cutter, dan serbet/kain lap) = Rp  25.000,00
Modal awal kemasan plastic = Rp  50.000,00 +
Total modal awal = Rp 375.000,00

2. Biaya untuk operasional (selama 10 hari jualan)
Biaya untuk bahan baku (@ Rp 30.000,00 x 5 blarak x 10 hari) = Rp 1.500.000,00
Biaya untuk kemasan plastik = Rp 150.000,00
Biaya untuk kebersihan = Rp 10.000,00/hari x 10 hari = Rp 100.000,00
Biaya untuk transportasi = Rp 15.000,00/hari x 10 hari = Rp 150.000,00 +
Total = Rp 1.900.000,00

3. Pendapatan selama 10 hari jualan   
Rata-rata pendapatan setiap hari :
= Rp 5.000,00/ikat x 100 ikat = Rp 500.000,00
Pendaptan selama 10 hari :
= Rp 500.000,00 x 10 hari = Rp 5.000.000,00

4. Keuntungan selama musim lebaran
= Rp 5.000.000,00 – Rp 1.900.000,00  = Rp 3.100.000,00

Semoga informasi tentang bisnis ketupat idul fitri bisa memberikan manfaat bagi para pembaca..

About mr ikbal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates