Monday , 25 September 2017
artikel terbaru :
Home » Bisnis » Bisnis Usaha Ternak Sapi Potong

Bisnis Usaha Ternak Sapi Potong

Bisnis Usaha Ternak Sapi Potong

Bisnis Usaha Ternak Sapi Potong

Bisnis Usaha Ternak Sapi Potong

Bisnis Usaha Ternak Sapi Potong – Sampai hari ini tingkat kebutuhan terhadap daging sapi baik di dalam maupun di luar negeri masih cenderung sangat tinggi. Sebagai salah satu dari komoditas hasil peternakan, daging sapi potong merupakan sumber potein hewani yang banyak seklai dibutuhkan oleh masyarakat dunia dan juga dijadikan sebagai bagian dari bahan pangan dengan nutrisi yang cukup tinggi. Kondisi inilah yang membuat kebutuhan dari daging sapi potong di berbagai macam belahan dunia masih cenderung cukup tinggi. Melihat kondisi tersebut, tidak ada salahnya jika Anda mulai memanfaatkan peluang yang ada dan mulai mencoba menekuni bisnis ternak sapi potong sebagai salah satu alternatif bisnis baru yang bisa menghasilkan untung besar setiap bulannya.

Konsumen
Tingginya angka kesadaran dari masyarakat untuk mau mengkonsumsi produk pangan yang mengandung nutrisi cukup tinggi, membuat tingkat dari kebutuhan konsumsi daging sapi di Indonesia dari tahun ke tahun mengalami suatu peningkatan yang cukup signifikan.

Info Bisnis
berikut ini beberapa poin penting yang perlu diperhatikan oleh para pelaku usaha ketika menekuni bisnis ternak sapi potong :

1. Memilih lokasi usaha yang terbilang cukup potensial. Lokasi dari peternakan lebih baik berada di dataran rendah dengan ketinggian 100 sampai 500 m hingga dataran tinggi > 500 m.

2. Biasanya luas dari ukuran kandang yang dibutuhkan oleh seekor sapi jantan dewasa adlah 1,5 x 2 m atau 2,5 x 2 m, sedangkan untuk sapi betina dewasa, dia membutuhkan luas sekitar 1,8 x 2 m, dan 1,5 x 1 m untuk ukuran dari kandang seekor anak sapi. Tinggi atas dari masing-masing kandang kurang lebih 2 sampai 2,5 m dari permukaan tanah. Temperatur di sekitar kandang sekitar 25 sampai 40°C (rata-rata 33°C) dan kelembaban udara kurang lebih adalah 75%.

3. Siapkan perlengkapan kandang, misalnya saja adalah tempat pakan dan juga minum yang sebaiknya dibuat di luar kandang . Dengan demikian kotoran dan juga air kencing tidak tercampur dengan pakan ternak.

4. Untuk menghasilkan daging sapi memiliki kualitas baik, sebaiknya pilih jenis sapi Bali atau sapi Brahman atau sapi PO (peranakan ongole), atau beberapa jenis sapi lainnya yang banyak dijumpai di daerah Anda. Untuk proses dari pembibitan, sebaiknya Anda perhatikan kualitas bakal sapi.

5. Pemberian pakan sapi bisa dilakukan dengan menggunakan sistem penggembalaan, kereman atau bisa juga dengan mengkombinasikan kedua sistem tersebut. Proses dari penggembalaan bisa dilakukan selama 5 sampai 7 jam per hari, karena setiap sapi memerlukan pakan hijauan kira-kira sampai sebanyak 10% dari berat badannya dan juga membutuhkan pakan tambahan seperti dedak halus atau bekatul, bungkil kelapa, gaplek dan ampas tahu kurang lebih 1 sampai 2% dari keseluruhan berat badan sapi.

6. Untuk pemeliharaan kandang, sebaiknya kotoran dari sapi ditimbun di tempat lain supaya mempermudah proses fermentasi sebelum akhirnya berubah menjadi suatu pupuk kandang.

Kelebihan Bisnis
Ternak sapi potong secara periodik mempunyai permintaan pasar yang cukup tinggi, apalagi menjelang hari-hari besar seperti misalnya adalah Hari Raya Idul Fitri dan Hari Raya Qurban. Selain itu, bisnis ternak sapi potong juga bisa menghasilkan banyak keuntungan tambahan. Seperti kita ketahui bersama, ternyata tidak hanya dagingnya saja yang bisa laris manis dipasaran, produk ikutan lainnya seperti halnya kulit kemudia tulang, serta kotoran sapi juga banyak diminati para konsumen. Sehingga pendaptan yang Anda peroleh setiap bulannya dapat bertambah besar serta tentunya laba usaha yang didapatkan juga semakin besar.

Kekurangan Bisnis
Munculnya berbagai penyakit yang menyerang hewan ternak, misalnya adalah penyakit antrak atau sapi gila, penyakit mulut dan juga kuku, serta penyakit mendekur atau ngorok, yang dapat menyebabkan kualitas daging sapi ikut menurun. Kendala lainnya yang dihadapi oleh para pelaku usaha sapi potong yaitu adalah banyaknya kabar miring mengenai isu-isu negatif dikalangan masyarakat yang mengangkat tentang fenomena kasus daging sapi glonggongan yang belakangan ini marak sekali beredar di pasaran.

Strategi Pemasaran
Di Dalam memasarkan daging sapi, Anda dapat membidik konsumen lokal seperti pembeli akhir (rumah tangga) yang membeli daging sapi untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari, atau membidik kalangan pelaku industri seperti misalnya pemilik restoran, industri pengolahan pangan, hotel-hotel dan juga industri perdagangan antar pulau yang amat membutuhkan daging sapi untuk bisa diolah kembali menjadi produk lain dan dijual lagi supaya mendapatkan laba usaha yang lebih besar.

Kunci sukses
Kunci sukses adalah memberikan pakan ternak yang berkualitas kemudian memilih bibit sapi yang benar-benar unggul lalu memilih sapi jantan yang pertumbuhannya lebih cepat daripada sapi betina dan mempelajari sistem manajemen pemeliharaan sapi.

Analisa Ekonomi
Asumsi
Bisnis ternak untuk sapi peranakan ongole sebanyak 30 ekor
Lama dari periode produksi adalah selama 6 bulan
Harga dari daging sapi hidup adalah Rp 28.500 per kg (1 ekor = 345 kg)
Harga jual untuk kotoran sapi adalah Rp 500,00 per kg (1 ekor = 10 kg/hari)

1. Modal awal
Modal untuk pembelian 30 ekor x @ Rp 5.000.000,00 = Rp 150.000.000,00
Modal untuk peralatan dan perlengkapan potong = Rp 4.500.000,00
Modal untuk sewa lahan per tahun = Rp 50.000.000,00
Modal untuk pembangunan kandang = Rp 10.000.000,00+
Total modal awal = Rp 214.500.000,00

2. Biaya penyusutan
Peralatan dan juga kandang mengalami penyusutuan :
Penyusutan terhadap peralatan adalah 5 tahun pemakaian = 1/60 bulan x Rp 4.500.000,00 = Rp 75.000,00/bln
Penyusutan kandang adalah 10 tahun pemakaian = 1/120 bulan x Rp 60.000.000,00 = Rp 500.000,00/bln+
Total dari biaya penyusutan = Rp 575.000,00/bln

3. Biaya operasional per periode yaitu 6 bulan
Biaya peembelian sapi bakalan = 30 ekor x Rp 5.000.000,00 = Rp 150.000.000,00
Biaya pakan serta perawatan = 30 ekor x Rp 400.000,00 x 6 bulan = Rp 72.000.000,00
Biaya untuk tenaga kerja = 5 orang x Rp 1.000.000,00 x 6 bulan = Rp 30.000.000,00
Biaya untuk air dan transportasi = Rp 5.000.000,00
Biaya untuk penyusutan 6 bulan = Rp 3.450.000,00+
Total biaya operasional = Rp 260.450.000,00

4. Pendapatan per periode (6 bulan)
Untuk penjualan daging = Rp 28.500,00 x 345 kg x 30 ekor = Rp 294.975.000,00
Untuk penjualan kotoran = Rp 500,00 x 10 kg x 30 ekor x 180 hari = Rp 27.000.000,00+
Total pendapatan = Rp 321.975.000,00

5. Keuntungan
Keuntungan selama 1 periode (6 bulan) = Rp 321.975.000,00 – Rp 260.450.000,00 = Rp 61.525.000,00
Keuntungan bersih per bulan = Rp 61.525.000,00 : 6 bulan = Rp 10.254.166,00

About mr ikbal

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Free WordPress Themes - Download High-quality Templates